Belajar tentang Batik: Ikon Pekalongan dan Warisan Dunia

Kota Batik di Pekalongan
Bukan Jogja, Bukan Solo
...

Petikan lirik lagu yang dibawakan Slank tersebut mudah terngiang ketika mendengar kata Pekalongan. Batik, dengan beragam jenis dan coraknya telah identik dan menjadi ikon dari Pekalongan. Batik merupakan sebuah hasil kerajinan berupa kain yang digambar atau dicap menggunakan malam dengan teknik tertentu sehingga menimbulkan ke-khas-an pada kain tersebut (referensi). Batik tulis, batik cap, dan batik printing/batik cetak adalah beberapa jenis batik yang dibedakan berdasarkan cara membuatnya.

Batik tulis menjadi jenis batik yang paling eksklusif karena proses pembuatannya yang memerlukan kesabaran dan ketelitian ekstra, karena pembuatan corak dan teksturnya dibuat menggunakan tangan-tangan terampil.
Belajar tentang Batik: Ikon Pekalongan dan Warisan Dunia
Belajar tentang Batik: Ikon Pekalongan dan Warisan Dunia
Nah, di sela-sela acara penutupan Amazing National Petung Explore 2017 yang diadakan Pemkab Pekalongan, saya bersama puluhan blogger, fotografer, jurnalis, dan pilot drone berkesempatan untuk belajar dan melihat cara membuat batik dari proses awal hingga akhir di Batik Pesisir Failasuf, Wiradesa.
belajar tentang batik ikon pekalongan di pranggok pesisir bumi legenda batik nusantara
Belajar tentang batik di Pranggok Pesisir milik Bapak Failasuf
Ada yang sudah tahu cara membuat batik? Atau selama ini cuma jadi pemakai batik ke kondangan mantan? #eh. Kalau kamu belum tahu, yuk bareng, belajar tentang batik yang menjadi ikon Pekalongan.

1. Pembuatan Pola/Corak

Pembuatan batik tulis pertama kali dimulai dari pembuatan pola di atas selembar kain putih besar menggunakan pensil. Tentunya pembuatan pola ini dilakukan oleh orang-orang yang terampil dan sudah terlatih. Batik Pekalongan pada umumnya identik dengan pola flora atau fauna.
Belajar tentang Batik Pekalongan Proses pembuatan corak batik
Proses pembuatan pola/corak batik
2. Penjiplakan desain

Proses selanjutnya adalah pola yang telah dibuat di atas kertas, dijiplak di atas selembar kain, biasanya untuk batik tulis digunakan kain sutra atau kain berkualitas tinggi lainnya. Hal ini karena batik tulis merupakan batik eksklusif yang tentunya harganya juga eksklusif.

3. Pembatikan

Proses pembatikan sendiri merupakan proses perintangan warna, agar warna yang ada tidak masuk ke dalam kain. Proses pembatikan yang menggunakan canting sebagai alat dan malam sebagai bahan ini sendiri terbagi lagi menjadi proses penglowongan (membatik atau menggambar garis luar pada pola yang telah digambar) dan proses isen-isen (mengisi bagian dalam pola dengan berbagai macam bentuk detail seperti garis, titik, lingkaran, dan sebagainya).
Belajar tentang Batik Pekalongan Proses pembatikan dengan canting
Proses pembatikan menggunakan canting
Belajar tentang Batik Pekalongan Proses isen-isen
Proses isen-isen
4. Pemopokan (Nembok)

Nembok adalah proses yang hampir sama dengan batik, tetapi nembok meng-cover area yang lebih besar. Tujuannya untuk menutupi bagian-bagian lebar tersebut agar tidak terkena warna yang tidak diinginkan.

5. Pewarnaan

Setelah pembatikan dan penutupan warna selesai, sekarang saatnya batik diwarna sesuai keinginan. Pewarnaan ini sendari juga terdiri dari dua tahap, yaitu pewarnaan collet (proses mewarnai batik pada bagian-bagian tertentu dengan beberapa warna) dan pewarnaan celup (mewarnai batik dengan 1 warna). Setelah pewarnaan celup, kain diangin-anginkan hingga kering.
Belajar tentang Batik Pekalongan Proses pewarnaan collet
Proses pewarnaan collet
6. QC (Quality Control)

Proses QC/kontrol kualitas menjadi pekerjaan teliti lainnya yang dilakukan dalam pembuatan batik tulis. Jadi nggak cuma pabrik besar aja yang punya QC, ya. Pekerja di bagian QC pembuatan batik harus cermat meneliti pola dan corak yang ada di kain untuk melihat apakah ada warna yang mbleber atau detail desain yang salah. Jika hal itu terjadi, pekerja QC wajib mengoreksinya (menghapus/merapikan). Hmmm.. Capek nggak ya, matanya?
belajar tentang batik ikon pekalongan dan warisan dunia pewarnaan batik
Batik yang sudah diwarnai, diangin-anginkan
Belajar tentang Batik Pekalongan Proses quality control
Proses quality control: butuh ketelitian
Yakin nggak, kamu bisa bikin batik tulis sendiri? Hahaha.. Kelihatannya njelimet ya, proses pembuatannya. Pemandu di Batik Pesisir juga mengatakan bahwa pekerja per bagian dalam proses membatik tidak bisa ditukar-tukar, karena memang sudah menjadi spesialisasinya masing-masing.Tapi seru lho, melihat proses pembuatan batik. Para pekerja disana membuatnya benar-benar dengan teliti, apalagi di bagian pembatikan. Karena kerumitan prosesnya, untuk membuat satu helai kain batik tulis diperlukan waktu 2 hingga 3 bulan lamanya. Hmmm...kira-kira, harganya berapa ya?

Setelah melihat dan belajar cara membuat batik, di penutupan acara Amazing National Petung Explore 2017 yang begitu menakjubkan, Bupati Pekalongan, Bapak Asip Kholbihi kembali membuat kejutan dengan meluncurkan dan menyematkan tagline Bumi Legenda Batik Nusantara kepada Kabupaten Pekalongan. Banyaknya usaha batik di Pekalongan yang menggerakkan roda perekonomian dan untuk menghormati para pembatik legendaris yang ada di Pekalongan, menggugah hati Bupati Pekalongan untuk menyematkan slogan tersebut.
peluncuran tagline bumi legenda batik nusantara
Bupati Pekalongan bersama H. Failasuf dalam Peluncuran tagline Bumi Legenda Batik Nusantara
Sementara itu, Padepokan Batik Pesisir milik H. Failasuf yang bekerjasama dengan Pemkab Pekalongan dalam membuat film dokumenter Legenda Batik Nusantara juga sekaligus meluncurkan karyanya berupa Batik Petungkriyono yang menumpahkan suasana alam Petungkriyono ke dalam desain batik tulis yang luar biasa. Nantinya, Batik Petungkriyono (yang masih dalam proses finishing) bersama dengan proyek film dokumenter (sumber) Legenda Batik Nusantara dan film dokumenter yang menggambarkan pesona alam Petungkriyono akan dipamerkan oleh Bupati Pekalongan di salah satu organisasi PBB, yaitu UNESCO yang membidangi kepentingan pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan. Selain untuk menunjukkan keindahan batik yang memang telah dinobatkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO, peluncuran film dokumenter tersebut juga dimaksudkan untuk membuat promosi masif tentang pesona alam Petungkriyono yang diharapkan menjadi salah satu Taman Wisata Nasional yang mendunia.
Belajar tentang Batik Pekalongan batik Petungkriyono warisan dunia
Salah satu Batik Petungkriyono, yang akan go international
Gimana, gimana? Makin cinta dan bangga dengan kerajinan batik kan? Batik itu warisan dunia, lho. Saya aja jadi pengen membawa pulang salah satu batik tulisnya. Hehehe...

Makanya, ayo, banyak-banyak belajar tentang batik, sang ikon Pekalongan sekaligus warisan dunia budaya Indonesia.

Inilah Pesona Indonesia, mari sukseskan program Visit Indonesia!

Yang mau belajar batik versi video, diintip disini, ya.. :D

Mengulik Petungkriyono, Hutan Belantara yang Segera Mendunia

Ketika mendengar nama Petungkriyono yang ada di Kabupaten Pekalongan, mungkin masih banyak orang mengernyitkan dahinya. Petungkriyono yang dicita-citakan mendapat predikat Taman Nasional ini kalah pamor dengan beberapa Taman Nasional yang ada di Indonesia, seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Leuser, ataupun Pulau Komodo. Namun, cita-cita tinggi itu bukan mustahil mengingat Petungkriyono mulai menggeliat satu-dua tahun belakangan ini, terutama setelah Bapak Asip Kholbihi menjabat sebagai Bupati Pekalongan.
Mengulik Petungkriyono, Hutan Belantara yang Segera Mendunia
Mengulik Petungkriyono, Hutan Belantara yang Segera Mendunia
Apa yang dimiliki oleh Petungkriyono, sehingga Pemkab Pekalongan meliriknya untuk menjadikan Petungkriyono sebagai Taman Wisata Nasional? Apakah pesona alam Petungkriyono bisa menyaingi Taman Nasional Gunung Leuser yang pernah dikunjungi oleh Leonardo di Caprio? Mari kita mengulik sekilas tentang Petungkriyono, Hutan Belantara yang Segera Mendunia.

Sekilas Petungkriyono

Petungkriyono merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Pekalongan bagian selatan. Dengan luas wilayah sekitar 7.000 hektar yang 5.000 Hektarnya adalah hutan negara yang masih asri-alami, menjadikan Petungkriyono sebagai salah satu paru-paru Jawa Tengah. Pusat administrasi Petungkriyono terletak sekitar 34 Km dari Kajen, Ibukota Kabupaten Pekalongan.

Apa yang "dijual" oleh Pemkab Pekalongan untuk menjadikan Petungkriyono sebagai Taman Wisata Nasional?

Pesona alam Petungkriyono menjadi "jualan" utama Pemkab Pekalongan. Tanggal 4-6 Agustus 2017, saya bersama blogger, fotografer, jurnalis, dan pilot drone berkesempatan untuk Membidik Pesona Alam Petungkriyono melalui program Amazing Petung National Explore 2017 yang diadakan oleh Pemkab Pekalongan yang bekerjasama dengan Bank Jateng, Kajen Unique, dan beberapa instansi lain. Berikut beberapa pesona alam menakjubkan yang dimiliki oleh Petungkriyono.

1. Hutan Belantara

Sekitar 70-80% wilayah Kecamatan Petungkriyono adalah hutan belantara. Hutan yang seakan belum terjamah itu menjadi daya tarik tersendiri. Pernah menyaksikan film Jurassic Park? Atau film Anaconda? Begitulah kemiripan hutan pada film itu dengan hutan belantara yang ada di Petungkriyono. Suara hewan, lingkungan yang teduh, dan udara yang dingin di ketinggian sekitar 2.000 mdpl menambah syahdu suasana Petungkriyono.

2. Flora dan Fauna Endemik

Hutan belantara yang dimiliki Petungkriyono memiliki efek lain terhadap ekosistem yang ada di dalamnya. Hutan Petungkriyono yang relatif belum dieksplorasi oleh peneliti, masih menyimpan sejuta rahasia di dalamnya. Disinyalir, masih banyak flora dan fauna endemik yang belum teridentifikasi di jantung hutan Petungkriyono. 
flora dan fauna di hutang petungkriyono
Beberapa flora dan fauna khas mungkin hidup di sekitar Hutan Petungkriyono
Mengetahui hal itu, Pemkab Pekalongan bergerak cepat melakukan kerjasama dan menandatangani MoU dengan beberapa lembaga penelitian dan Kementerian Kehutanan untuk mengeksplorasi Hutan Petungkriyono. Tentunya eksplorasi legal yang berdampak positif bagi lingkungan.

Owa Jawa (Hylobates moloch) yang sering muncul di Hutan Sokokembang menjadi salah satu satwa khas daerah Petungkriyono. Namun, kami yang tergabung menjadi Peserta dalam Amazing Petung National Explore belum berkesempatan mengeksplorasi lebih jauh untuk "berkenalan" dengan Owa Jawa di Hutan Sokokembang.

Bukan tidak mungkin nantinya Hutan Belantara di Petungkriyono bisa mendunia setelah dilakukan eksplorasi oleh lembaga penelitian dalam negeri, maupun luar negeri. Di masa yang akan datang, Petungkriyono yang telah menjadi Cultural Technoforestry Park atau biasa disebut dengan KHTK (Kawasan Hutan Tujuan Khusus-sumber) dengan ke-khas-an Owa Jawa mungkin bisa disejajarkan dengan Taman Nasional Way Kambas dengan gajahnya, atau Taman Nasional Tanjung Puting yang terkenal dengan orang utan-nya.

3. Pesona Alam Curug dan Wisata Pendukung

Tidak salah jika menyematkan julukan Negeri Sejuta Curug pada Kecamatan Petungkriyono. Curug atau air terjun dengan keindahan aliran dan kesegarannya menjadi pesona alam unggulan yang bisa memuaskan wisatawan yang datang. Saya berkesempatan menjelajahi beberapa curug dan destinasi wisata pendukung selama mengikuti acara Amazing Petung National Explore ini, mari kita kupas lagi sejenak.

Tugu/Plang Nama Petungkriyono
Plang Nama Petungkriyono
Plang Nama Petungkriyono
tugu petung event amazing petung national explore
Berebut ambil foto di Tugu Petung
Tepat di depan gerbang masuk ekowisata Petungkriyono, sekarang berdiri megah Plang Wisata Petungkriyono beserta "halamannya". Plang nama ini menjadi ciri khusus atau trade mark, ketika seseorang memasuki kawasan Petungkriyono. Kami berkesempatan mencicipi kopi khas Petung dan secara tidak disangka-sangka, kami seakan-akan disambut oleh kehadiran Elang Jawa di kejauhan. Sayang, saya tidak sempat membidik Elang Jawa tersebut.
menikmati kopi petung amazing petung national explore
Menikmati Kopi Petung
Curug Sibedug

Curug Sibedug menjadi curug besar pertama yang akan pengunjung temui setelah memasuki gerbang ekowisata Petungkriyono. Curug yang terletak di Desa Kayupuring ini menawarkan gemericik air yang tidak terlalu deras. Namun, debit air tersebut tampaknya dipengaruhi oleh musim, karena ketika saya mengunjungi Curug Sibedug sebelumnya, aliran air lumayan deras.
curug sibedug petungkriyono kayupuring
Aliran air Curug Sibedug
curug sibedug petungkriyono
Ada dua aliran di Curug Sibedug
gadis cantik petungkriyono
Gadis cantik yang seakan kembar menambah semarak suasana wisata
Terasering dan Jembatan Sipingit

Pemandangan terasering khas Bali/Jawa Barat menjadi suguhan selanjutnya yang dapat dinikmati. Dengan latar belakang hutan dan sedikit kabut pada siang hari, memanjakan mata wisatawan yang mengunjunginya.
lambaian tangan gadis cantik petungkriyono
Lambaian tangan menggoda
hamparan sawah petungkriyono
Hamparan sawah hijau menyejukkan mata
belajar fotografi di jembatan sipingit petungkriyono
Belajar fotografi di bawah Jembatan Sipingit
jembatan sipingit petungkriyono
Ambil foto di Jembatan Sipingit
Aliran air di bawah Jembatan Sipingit seakan juga mengundang kami peserta APNE 2017 untuk merasakan kesegarannya, kami pun tidak segan mencelupkan kaki kami ke dalam air. Apalagi buat para fotografer, aliran air yang dibuat selembut kapas melalui teknik tertentu menjadi komoditas utama di area ini.

Welo Asri

Salah satu titik yang masih masuk dalam wilayah Kayupuring ini, menawarkan sensasi berbeda. Pengunjung bisa menikmati river tubing dan river tracking, body rafting, sampai pohon selfie/selfie spot yang akhir-akhir ini menjadi booming di kalangan pecinta media sosial.
wana wisata welo asri petungkriyono
Selamat datang di Welo Asri
wahana wisata welo asri petungkriyono
Beberapa wahana wisata di Welo Asri
pengawasan pemandu wahana wisata welo asri petungkriyono
Dilarang bermain di sungai tanpa pemandu
Curug Bajing

Curug Bajing adalah salah satu curug yang menjadi awal perkembangan wisata Petungkriyono. Air terjun yang menjulang tinggi disertai aliran air yang berundak membuat Curug Bajing terlihat unik. Pengunjung bisa menikmati air terjun atau beberapa titik selfie yang telah disediakan oleh pengelola.
curug bajing petungkriyono
Curug Bajing dari kejauhan
curug bajing petungkriyono hutan
Curug Bajing dari dekat
Kedinginan? Jangan khawatir, kopi khas Petung bisa menghangatkanmu lho, di dekat loket masuk. Mau versi mentahnya juga ada, coba deh kombinasikan dengan Gula Semut Aren, hmmmm...
spot selfie curug bajing petungkriyono
Spot kupu-kupu di Curug Bajing
papan selfie cinta petungkriyono
Papan selfie penuh cinta
pertunjukan membatik di petungkriyono
Membatik dengan hati-hati
Curug Lawe

Dengan waktu yang tidak memungkinkan, kami tidak berkesempatan mengunjungi Curug Lawe karena harus melakukan tracking sejauh 2 Km dari pintu masuk. Saya hanya bisa mengeksplorasi camping ground dengan hammock-nya dan payung-payung cantik bergelantungan yang menambah warna foto pengunjung.
Payung warna warni Curug Lawe petungkriyono
Payung warna warni Curug Lawe
Bola warna warni Curug Lawe petungkriyono
Bola full color
wana wisata Curug Lawe petungkriyono
Wana wisata Curug Lawe
Di sini saya juga berkesempatan mencicipi Kopi Owa, yaitu kopi yang berasal dari pohon kopi liar yang tumbuh di sekitar Hutan Sokokembang dan biasa digunakan sebagai naungan Owa Jawa.

Sebenarnya masih banyak curug lainnya yang bisa dieksplorasi di Petungkriyono ini, seperti Curug Muncar, Curug Pandang, dan Curug Ceret. Namun, memang waktu sehari tidak akan cukup untuk mengeksplorasi pesona alam Petungkriyono.

Dengan pesona alam yang begitu indah, lantas apa yang perlu dikembangkan dan tantangan apa yang akan dihadapi Petungkriyono untuk menjadikannya Taman Wisata Nasional yang bisa mendunia?

Sarana dan Prasarana Petungkriyono (Infrastruktur)

Rasanya kurang sesuai jika Petungkriyono ingin mendunia tapi wisatawan atau peneliti diberi fasilitas ala kadarnya. Sarana dan prasarana seperti jalan, angkutan, telekomunikasi, dan penginapan perlu dikembangkan terus dan terus. Saya cukup lega mendengar Bapak Asip Kholbihi menerangkan bahwa sedikit demi sedikit akses jalan menuju lokasi wisata di Petungkriyono akan segera diperbaiki mulai tahun 2017 ini. Memang, pengembangan wisata tidak cukup hanya satu-dua tahun, tapi memerlukan rencana jangka panjang dan jangka pendek yang saling berkesinambungan. Saat penutupan acara menjelajah Petung pada hari Sabtu di Curug Lawe, Wabup Ibu Arini Harimurti mengungkapkan akan diusahakan untuk membangun infrastruktur sehingga Petungkriyono menjadi satu akses dengan Dataran Tinggi Dieng. Salut.
infrastruktur petungkriyono
Perlu peningkatan infrastruktur
Sementara untuk telekomunikasi, mungkin Petungkriyono via Pemkab Pekalongan bisa melakukan kerjasama dengan beberapa provider selular agar sinyal telepon maupun internet bisa masuk dan stabil selama di lokasi wisata. Sinyal telekomunikasi juga memiliki peranan penting bagi lokasi wisata dan lokasi penelitian untuk semakin berkembang.

Melakukan sinergi dengan masyarakat untuk membentuk Taman Wisata Nasional berkelas Dunia
pemberdayaan masyarakat lokal petungkriyono
Memberdayakan masyarakat lokal
Dalam mengembangkan pariwisata, pemerintah tidak perlu memaksakan ide dan kehendak kepada wilayah yang ada. Rangkul dan berdayakan masyarakat setempat untuk melakukan sedikit usaha dan perubahan agar terbentuk wisata berbasis masyarakat yang tidak mengubah kearifan lokal dan budaya yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Mendengar penjelasan dari Mas Casmanto, penggiat sekaligus penggerak pembentukan wisata di Petungkriyono, saya merasa senang. Beliau terus perlahan-lahan merangkul masyarakat untuk mendukung program Taman Wisata Nasional Petungkriyono ini. Pemberdayaan masyarakat ini sekaligus juga membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda di Petungkriyono, agar bangga mengembangkan daerah sendiri dan mencegah urbanisasi di Petung. Hal ini sesuai dengan yang dicita-citakan Bapak Asip Kholbihi.

Menjaga Lingkungan

Perkembangan wisata di Petungkriyono, hendaknya digunakan untuk semakin membangun dan melestarikan ekosistem dan budaya yang ada di dalamnya, jangan malah menggusur dan merusak habitat flora dan fauna yang ada di dalam hutan belantara Petungkriyono. Penggunaan rumah warga sebagai lokasi penginapan alih-alih membangun penginapan yang menggerus lahan merupakan inovasi yang patut dipuji.
inisiatif menjaga lingkungan petungkriyono
Inisiatif menjaga lingkungan Petung oleh pengelola wisata
Lingkungan wisata yang saya lihat cukup bersih, disertai ajakan dan usaha dari pengelola untuk selalu menjaga kebersihan juga sangat layak untuk diacungi dua jempol. Hal ini sejalan dengan program Lokasi Bebas Sampah (Zero Waste) yang digagas melalui Peraturan Bupati (PerBup) Kabupaten Pekalongan yang baru saja meraih Adipura.

Yang terakhir adalah: Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi

Butuh kreativitas tersendiri dalam mengembangkan sebuah Taman Wisata Nasional. Pelajari hal-hal baru yang dapat diaplikasikan untuk mengembangkan Pesona Wisata Petungkriyono seperti membuat paket wisata, paket oleh-oleh (dirintis melalui Kopi Petung), pembelajaran Bahasa Asing bagi guide/pemandu lokal untuk menghadapi turis atau peneliti asing, promosi gencar melalui situs web sendiri, atau melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk mempromosikan pariwisata Petungkriyono, yang dirintis pertama kali melalui Amazing Petung National Explore 2017 ini.
fasilitas wisata petungkriyono
Buat desain fasilitas yang menarik
perlu persewaan motor trail curug lawe petungkriyono
Penyewaan motor trail diperlukan untuk mengatasi kendala jarak
Kesimpulan
Petungkriyono, dengan segala potensi yang ada, masih memerlukan begitu banyak inovasi dan pengembangan baik dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, maupun dari penduduk Petungkriyono sendiri. Cita-cita besar perlu terus dihidupkan dan diiringi usaha tidak kenal lelah oleh semua elemen masyarakat.
 
Untuk mewujudkan cita-cita sebagai taman wisata, Petungkriyono dapat mengandalkan pesona alamnya yang luar biasa, antara lain dengan banyaknya curug yang ada di Petung. Pengelolaan dan perencanaan yang baik disertai promosi secara masif dapat menyukseskan cita-cita tersebut. Sedangkan untuk mewujudkan Petungkriyono sebagai taman nasional, Petungkriyono perlu menggandeng beberapa pihak untuk melakukan penelitian tentang flora dan fauna yang ada di dalamnya, disertai akses mudah dalam telekomunikasi dengan warga setempat, terutama kendala dalam bahasa asing.

Semoga Petungkriyono bisa menjadi hutan belantara yang mendunia, bisa tetap menjadi Paru-Paru Pulau Jawa, dan sukses menjadi Taman Wisata Nasional.

Inilah Pesona Indonesia, mari sukseskan program Visit Indonesia!

Intip videonya di bawah, yuk ;)

Petungkriyono, Paru-Paru Jawa Tengah yang Menakjubkan

Menakjubkan! Amazing! Kata itu sangat cocok menggambarkan apa yang telah kami alami setelah mengikuti serangkaian kegiatan Amazing Petung National Explore 2017 yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang bekerjasama dengan Bank Jateng dan instansi lainnya. Kami para blogger, fotografer, jurnalis, dan pilot drone banyak yang terpukau melihat pesona alam Petungkriyono sebagai paru-paru Jawa Tengah dan kearifan lokal yang ditampilkan oleh penduduk setempat.
Petungkriyono, Paru-Paru Jawa Tengah yang Menakjubkan
Petungkriyono, Paru-Paru Jawa Tengah yang Menakjubkan
Saya pada awalnya melihat berita yang ditampilkan di Surat Kabar Suara Merdeka tentang acara Amazing Petung National Explore yang diadakan oleh Pemkab Pekalongan. Merasa tertarik untuk mengeksplorasi Petungkriyono lebih dalam setelah mengunjungi Petung untuk pertama kali di awal tahun 2016, saya pun mendaftar melalui email ke panitia Kajen Unique. Dan setelah diseleksi, dari 230 orang yang mendaftar, eh alhamdulillah nama saya masuk sebagai salah satu peserta. Rezeki anak sholeh. :p

Acara Amazing Petung National Explore (APNE 2017) yang berlangsung mulai tanggal 4 Agustus 2017 ini digagas oleh Pekalongan, untuk melakukan promosi daerah Petungkriyono sebagai Taman Wisata National. Pesona alam yang menakjubkan plus suguhan dan keramahan khas pedesaan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama wisatawan kota dan mancanegara.

Mau tahu semenakjubkan apa Petungkriyono? Kenapa pesona alam Petungkriyono dibidik sebagai taman wisata nasional? Ayok deh, coba ikut saya ya.
pembukaan amazing petung national explore oleh Bupati Pekalongan
Pembukaan Amazing Petung National Explore 2017 oleh Bupati Pekalongan
Acara APNE 2017, pertama kali dibuka oleh Bupati Pekalongan, Bapak Asip Kholbihi di Hotel Sahid Mandarin, Pekalongan. Lewat pemaparannya, Pak Bup sendiri terlihat sangat antusias lho, untuk mengembangkan Petungkriyono sebagai destinasi wisata unggulan Pekalongan dan menciptakan trade mark tersendiri selain wisata belanja batik. Tersirat ada rencana jangka panjang untuk mengembangkan Petungkriyono.

Esoknya, tanggal 5 Agustus, kami serombongan udah antusias sejak jam 6 pagi buat berangkat, tapi eh tapi apa daya, ternyata oh ternyata, baru bisa berangkat jam delapan kurang seperempat dari hotel, untuk selanjutnya menerima jamuan sarapan (yang kedua, yang pertama udah di hotel, hahaha) dari Pak Bupati di Pendopo Kabupaten. Pak Bupati selalu menebar senyum ketika diajak berfoto oleh peserta.
Pendopo Kabupaten Pekalongan
Pendopo Kabupaten Pekalongan
Pelepasan peserta di APNE 2017 oleh Bapak Asip Kholbihi
Pelepasan peserta di APNE 2017 oleh Bapak Asip Kholbihi
Cabut jam 10 dari Pendopo, melalui jalan yang cukup sempit untuk bis berukuran 60 penumpang, kami sampai di Pasar Doro yang merupakan tempat transit wisatawan yang tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk berkunjung ke Petungkriyono.

Anggun telah menunggu kami disana. Anggun Paris. Eits, bukan Anggun C. Sasmi yang memang udah pindah kewarganegaraan jadi WN Prancis, ya. Tapi Anggun Paris itu: Angkutan Gunung Pariwisata. Ih, kalau buat singkatan-singkatan gitu, jadi ingat Tempat Apik Wisata Gunung Kidul, deh (pikir sendiri ya singkatannya). >.<
Anggun Paris ala Petungkriyono
Anggun Paris ala Petungkriyono
Mobil bak yang memang bertenaga, telah dimodifikasi, dan biasa digunakan orang gunung, plus pemandu, siap mengantarkan kami menuju lokasi wisata di Petungkriyono. Ssttt buat bocoran aja ya, buat kamu yang ingin menaiki Anggun Paris ini ke Petung, siapkan biaya sekitar Rp 100.000,00/orang. Dengan biaya segitu, kamu udah dianter plus ditungguin ke 4 lokasi wisata, udah dapat tiket, dapat makan siang juga, lho. Untung banyak kan, udah all in one gitu? Biasanya Anggun Paris siap mengantarkan 15 orang sekali jalan, lebih banyak lebih murah.

Sekitar 20 menit perjalanan, sampailah kami di gerbang masuk ekowisata Petungkriyono. Disana dua gadis cantik sudah menunggu untuk menyambut kami di depan plang nama Petungkriyono. Tarian khas dua remaja yang bagai saudara kembar membuat mereka diburu oleh puluhan blogger dan fotografer, banyak yang berebut mencari posisi untuk mengabadikan tarian mereka.
tugu trade mark Petungkriyono
Tugu Petungkriyono
gadis cantik Petungkriyono menari
Dua Gadis Cantik Menari untuk Kami
menikmati suguhan kopi petung
Menikmati suguhan Kopi Petung
Sambil menikmati tarian, kopi khas Petung menanti untuk disantap. Hmmm..bikin mata melek lagi setelah melek terlalu pagi. Hahaha... Seakan nggak mau kalah dengan duo cantik, Elang Jawa tiba-tiba muncul di langit untuk menyambut kedatangan rombongan.
penjelasan seputar petungkriyono
Penjelasan Petung oleh Mas Casmanto
Seusai penyambutan, sepanjang perjalanan menuju Curug Sibedug (curug yang pertama kali akan ditemui wisatawan), kami diberi penjelasan panjang lebar tentang kondisi wisata di Petung. Contohnya, Petung itu nggak melulu curug aja, kok. Ada juga Puncak Rogo Jembangan, Puncak Tugu, atau Puncak Hanoman yang layak untuk dieksplorasi. Cuma memang, butuh waktu kalau mau kesana.
Curug Sibedug masuk wilayah Desa Kayupuring
Curug Sibedug masuk wilayah Desa Kayupuring
Curug Sibedug dengan debit kecil
Curug Sibedug dengan debit kecil
Curug Sibedug Petungkriyono
Curug Sibedug
Tak perlu menelusuri jalan setapak untuk melihat Curug Sibedug. Curug Sibedug terletak di sebelah jalur utama Petungkriyono dan nggak perlu tiket masuk untuk menikmatinya. Namun, Curug Sibedug lebih nikmat dipandang saat awal musim penghujan saat debit air cukup deras. Buat yang lapar atau ingin MCK, semua udah tersedia via warung dan toilet yang ada di lokasi, ya.
sawah dan perbukitan petungkriyono
Sawah dan Pegunungan
model petungkriyono berpose di sawah
Model berpose di Pematang Sawah
Pemandangan sawah dengan teraseringnya menjadi suguhan kami selanjutnya. Nggak perlu jauh-jauh ke Bali atau Jawa Barat buat melihat sawah teratur dengan latar belakang pemandangan bukit dan langit biru. Cukup ke Petung aja deh, bawa model cakep, udah kece deh foto kamu. Beberapa teman blogger berfoto ala-ala bintang India Leke-Leke bermodal kain batik pemberian Pak Bupati. :D 

Nggak jauh dari spot sawah, ada Jembatan Sipingit buat kamu yang suka foto bermodel vintage. Atau kamu yang mau belajar slow shutter speed juga bisa, bidik aja aliran air plus foreground batu-batu besar. Tapi bagusnya pakai tripod ya, sama filter ND atau GND.
Mencari titik foto di Sipingit Petungkriyono
Mencari titik foto di Sipingit
Belajar shutter speed lambat Sipingit
Belajar shutter speed lambat
Jembatan Sipingit bawah
Mau foto gaya vintage di bawah jembatan juga bisa
Welo Asri menjadi titik wisata yang nggak akan membuat kamu bosan. Selain river tracking dan river tubing, body rafting, atau hanya sewa ban dengan harga mulai Rp 10.000,00, kamu udah bisa bermain air di sungai bawah. Tapi amannya tetap di bawah pengawasan pemandu, ya. Tiket masuk ke Welo Asri ini juga cuma Rp 3.000,00 lho, dan kamu bisa foto sepuasnya di Pohon Selfie, Bambu Cinta, atau Sandal Jepit yang Anti Jomblo. Puas dan murah banget, kan?
Welcome to Welo River
Welcome to Welo River
Sandal jepit anti jomblo welo river Petung
Sandal jepit anti jomblo
tarif wisata welo river Petungkriyono
Tarif wisata di Welo River
jembatan cinta welo river petung
Jembatan Cinta #unch
Selepas Welo Asri atau Welo River dan kembali menaiki Anggun menuju Curug Bajing, kami baru benar-benar merasakan bahwa kami mulai memasuki paru-paru Jawa. Dengan luas hutan sekitar 5.000-6.000 Ha, suara hewan (yang saya sendiri nggak tahu itu suara apa) sering melengking memanggil-manggil. Serasa lagi perjalanan syuting film Avatar (bukan yang Aang, tapi Avatar Biru >.<).
Pembatik Petungkriyono curug bajing
Ngeliatinnya jangan kelamaan, ya :P
selfie time curug bajing
Selfie time
Curug Bajing sendiri terletak sekitar 5 Km dari pusat pemerintahan Petungkriyono, atau hampir 30 Km dari Kecamatan Doro. Curug Bajing sepertinya memang dijadikan salah satu destinasi unggulan di Petungkriyono. Pesona alamnya yang memukau melalui tinggi dan derasnya air terjun, plus batu dan aliran air yang seakan membentuk perosotan alami, membuat pengunjung betah berlama-lama di Curug Bajing, apalagi ada spot selfie tambahan di jalan menuju curug, ditambah tampilan model cantik yang sedang membatik (segerrrr.. #dijeweristri :p)
Curug Bajing dikelilingi hutan
Curug Bajing dikelilingi hutan
curug bajing petung anti galau
Dijamin anti galau kalo kamu main ke Curug Bajing
papan cinta petungkriyono curug bajing
Papan Cinta #Unch
Seharian mengeksplorasi, lapar? Atau sedang butuh kehangatan? Mampir aja ke depan di sekitar loket tiket (eh iya, tiket masuk ke Curug Bajing cukup Rp 5.000,00 saja ya, ditambah Rp 2.000,00 kalau kamu naik motor), disana ada Mbak-Mbak dan Mas-Mas yang siap menyuguhkan kopi khas Petung. Mau dibawa buat oleh-oleh? Bisa banget, selain kopi arabika dan gula aren, kolang-kaling khas Petung aneka rasa juga siap dibungkus, kok. Harga mulai Rp 8.000,00 (mungkin SENIN HARGA NAIK, ya.. #kayakiklanproperti). 
kopi petung penduduk lokal
Mendukung produk lokal asli Petung
Setelah ngopi sedikit di warung untuk mencegah mata semakin sipit, rombongan APNE 2017 berputar arah kembali ke Curug Lawe, dan ternyata disana kami sudah disambut tarian dari RASHA-bukan RAISYA (Rampak Santri Al Fusha) yang begitu riang hingga membuat beberapa teman fotografer dan blogger ikut menari bersama sampai heboh. Hahaha.. Kocak.

Wana wisata Curug Lawe sendiri menawarkan beberapa wahana atau spot wisata seperti camping ground dengan hammocknya yang bisa dibuat bergaya, payung gantung warna-warni, atau Curug Lawe sendiri yang sayangnya tidak sempat saya kunjungi akibat hari yang mulai petang dan jarak trekking yang cukup jauh (sekitar 2 Km). Kopi Owa yang berasal dari pohon kopi liar di Hutan Sokokembang juga sempat kami nikmati dengan rasanya yang khas.
Payung warna-warni kreasi Curug Lawe
Payung warna-warni kreasi Curug Lawe
Koneksi Kopi Owa dan Konservasi Owa Petungkriyono
Koneksi Kopi Owa dan Konservasi Owa
Camping Ground Curug Lawe Petungkriyono
Camping Ground Curug Lawe
Pada akhirnya, acara jelajah Petung pada hari itu ditutup oleh Wakil Bupati Ibu Arini Harimurti sekaligus menjanjikan usaha membangun infrastruktur Petungkriyono, khususnya jalan yang telah rusak, agar menjadi lebih baik lagi. Kami tunggu realisasinya ya Pak dan Ibu Bupati. Saya yakin, ketika infrastruktur sudah lebih baik, Taman Wisata Nasional Petungkriyono akan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi.
arah curug lawe
Arah Curug Lawe cukup jauh
Bola Pohon penuh warna curug lawe
Bola Pohon penuh warna
penutupan acara jelajah petung
Acara jelajah Petung sore itu ditutup oleh Ibu Wakil Bupati
Sebenarnya masih ada satu titik lagi yang perlu kami kunjungi, yaitu Hutan Sokokembang yang menjadi habitat Owa Jawa (Hylobates moloch), tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan mengingat waktu yang sudah beranjak malam.

Pulang malam hari dari Curug Lawe menuju Doro, suasana jalan cukup mencekam akibat lampu penerangan yang minim. Selain perbaikan jalan yang memang diminta oleh penduduk setempat untuk memperlancar kegiatan ekonomi di desa, saya rasa lampu penerangan perlu ditambahkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Plus saya mau ngasih tips nih: buat pengunjung yang pergi pakai kendaraan pribadi, mending jangan pulang malem ya, apalagi kalau naik motor. Rawan deh, terutama bagi yang nggak tahu medan.

Kalo saran saya buat peningkatan Petungkriyono, terus kembangkan dan lakukan inovasi di Petungkriyono, agar bisa menjadi salah satu Taman Wisata Nasional terbaik di Indonesia. Contohnya: tambahkan opsi semacam ojek motor trail menuju lokasi curug yang lumayan jauh dari pintu masuk, seperti di Curug Lawe. Kan nggak semua orang juga pernah naik motor trail. Pelan-pelan deh, dikembangkan sedikit demi sedikit.

Mau tahu gimana Amazing-nya Petungkriyono? Makanya, rasakan sendiri sensasinya.

Yuk, kunjungi Petungkriyono, Paru-Paru Jawa Tengah yang Menakjubkan!

Semoga Petungkriyono sukses menjadi Taman Wisata Nasional yang memiliki pesona alam yang indah.

Inilah Pesona Indonesia, mari sukseskan program Visit Indonesia!