Hujan Deras di Curug Muncar bikin Lensa Berjamur

Welcome 2017, welcome rainy days.

Yak, kita seakan disambut oleh musim hujan lebat saat memasuki tahun 2017 ini. Walaupun emang kayaknya kemarin-kemarin "nggak ada" yang namanya musim kemarau di tahun 2016. Ngomongin musim ujan, saya jadi keinget perjalanan saya berpetualang ke Petungkriyono, melanjutkan perjalanan saya dari Curug Bajing. Tujuan saya selanjutnya adalah Curug Muncar yang terletak beberapa kilometer dari Curug Bajing.
Curug Muncar, Hujan Derasnya bikin Lensa Berjamur
Curug Muncar, Hujan Derasnya bikin Lensa Berjamur :(
Ceritanya setelah hujan udah lumayan reda, dan kami udah sholat di Mushola di sekitar Curug Bajing, kami pun mempersiapkan diri menuju ke destinasi berikutnya, yaitu Curug Muncar. Untuk menuju Curug Muncar ini, kita perlu masuk lebih dalam lagi ke "hutan" Petungkriyono yang kayak Hutan Avatar (walaupun udah ada jalannya sih). Jalannya ekstrim banget, ada tikungan letter L yang diikuti dengan turunan curam sekitar 30 derajat, mana jalannya kecil lagi. Kami bersyukur waktu itu kami menggunakan motor, bukan mobil, karena diperlukan keahlian khusus untuk melewatinya. Saya menjumpai pengendara motor yang terjatuh (padahal pake motor gede/motor sport) saat berangkat dan mobil berisi ibu-ibu yang harus mundur lagi di tanjakan saat perjalanan pulang. Hampir saja saya "kunduran" mobil. Tau "kunduran"? :p
Curug Pandang, Petungkriyono
Curug Pandang, Petungkriyono
Hutan ala "Avatar" terbentang di Petungkriyono Curug Muncar
Hutan ala "Avatar" terbentang di Petungkriyono
Jalur "pendakian" menuju Curug Muncar Petungkriyono
Jalur "pendakian" menuju Curug Muncar
Pintu masuk Curug Muncar agak sedikit berbeda dibandingkan Curug Bajing. Kita memasuki wilayah perkampungan warga dan parkir di salah satu pekarangan warga yang cukup luas. Namun kembali, yang patut saya acungi jempol dari Petungkriyono, parkir dan tiket wisata disini sudah dikelola dengan cukup baik dan tidak "mencekik" pengunjung.
Perbedaan kedua dibanding Curug Bajing adalah sebenarnya kita tidak hanya menjumpai Curug Muncar di lokasi ini, ada sekitar 8 curug yang dapat kita jumpai disini. Makanya Petungkriyono disebut Negeri Sejuta Curug. Namun, yang cukup terkenal adalah Curug Muncar. Dan untuk menuju kesana pun ternyata cukup menantang. Awalnya kita disuguhi "jalan wisata: dengan tangga semen dan pengaman di kanan-kiri jalan. Nah, tapi untuk menuju Curug Muncar, kita perlu keluar dari jalur tersebut dan menyusuri jalan setapak dan saluran irigasi di tengah pegunungan. Kabut sudah mulai turun pada saat itu, padahal waktu masih menunjukkan pukul 1 siang.
Curug Muncar selfie Petungkriyono
Selfie sana-sini: Mas, pinjem Mbaknya buat selfie boleh? :P
Berjalan kaki di lingkungan yang sepi, becek, dan diapit jurang yang cukup curam perlu perjuangan keras agak tidak terpeleset. Menempuh perjalanan sekitar 30 menit (sambil beberapa kali selfie), akhirnya kami pun sampai di Curug Muncar. Ada beberapa cabang menuju curug lainnya yangkami temui di perjalanan dan kadang agak bingung juga untuk mencapai Curug Muncar akibat tanda arah yang kurang memadai. Namun setelah mencoba sana-sini, ditambah menyeberangi sungai kecil, kami sampai juga disana. Tidak ada orang saat kami sampai disana, sama dengan waktu saya ke Curug Bajing.
Sungai kecil yang dilewati menuju Curug Muncar Petungkriyono
Sungai kecil yang dilewati menuju Curug Muncar
Jalan menuju Curug dengan beberapa pilihan Curug papan penanda curug muncar
Jalan menuju Curug dengan beberapa pilihan Curug
Aliran air yang cukup deras, kabut yang mulai turun, bulir air yang berterbangan, ditambah udara sejuk khas pegunungan udah cukup bikin saya menggigil kedinginan. Tapi, ah masak udah ke curug tapi mau diem-dieman aja, mau diliatin doang. Mumpung kesini, udah jauh-jauh juga akhirnya saya mempersiapkan diri untuk menembus dingin menuju bawah curug (tetap hati-hati ya kalo yang mau ikutan). Dangkalnya air di bawah curug memudahkan kami untuk mengeksplorasi dan ber-selfie ria di bawah Curug Muncar. Tapi yang berani naik kayak kami kayaknya nggak banyak deh. :p
lompat di bawah curug muncar
Lompaaaaatttt
Kedinginan di Curug Muncar Petungkriyono part 1
Kedinginan part 1 (sampai ganti yang megang kamera)
Kedinginan di Curug Muncar Petungkriyono part 2
Kedinginan part 2 (beneran, dingin!)
Beberapa kali tangan menggigil untuk mengambil foto, akhirnya saya menyerahkan kamera ke teman saya sewaktu selfie. Seiring waktu, ada beberapa pengunjung wanita beserta teman lelakinya ikut ber-foto di bawah air terjun. Nyampe sebentar > selfie dari jauh > ngeliat kami foto di bawah air terjun > mupeng > ceweknya lepas-lepas > foto juga deh. :D Eh tapi bukan lepas baju lho ya, tapi lepas kerudung (duh kok kayak pintu mall sih Mbak, yang suka buka-nutup gitu? Sayang deh)
pengunjung di Curug Muncar Petungkriyono
Pengunjung di Curug Muncar: "Sayang Mbak, jilbabnya kayak pintu mall" :(
Hampir satu jam kami di Curug Muncar, sambil berlatih mengambil foto long exposure (sayang nggak punya filter, jadi hasilnya kurang maksimal). Tapi mendung yang menggelayut ditambah kabut yang semakin tebal membuat kami memutuskan untuk balik ke depan.

Benar saja, di tengah perjalanan, hujan turun lebat banget, sampai kami susah nyari tempat berteduh dan buru-buru mengamankan tas dan kamera. Sayangnya tas kamera pun basah dan lensa berembun (tidaaaaaaakkkk - akhirnya jadi aja jamur lensa beberapa bulan setelah dari curug, padahal sampai di rumah udah langsung saya keringin dan dimasukin kotak yang ada silica gelnya).
Belajar Long Exposure di Curug Muncar
Belajar Long Exposure di Curug Muncar
Curug Muncar Petungkriyono Lompat Terjun
Lompat nggak ya, terjun nggak ya?
Long Exposure Curug Muncar Petungkriyono part 1
Aliran "Lambat": Kurang halus airnya, nggak punya filter :(
Long Exposure Curug Muncar Petungkriyono part 2
Long Exposure jilid 2
Hujannya lebat, perut keroncongan pulak. Mau ke warung, masih basah kuyup. Akhirnya kami berteduh di musholla dekat pintu masuk bareng Emak-emak rempong yang kami jumpai saat mau pulang dari Curug Bajing. Pas temen nawarin Nabati Sipp, langsung comot deh, berasa enak banget. Malah saya yang ngabisin. >.< Laper banget sih, tapi di Curug Muncar ini belum banyak penjual kayak di Curug Bajing, jadi karena hujan yang nggak reda-reda (dikit doang redanya), setelah sholat pun kami memutuskan untuk tancap gas pulang ke rumah. Sempet sayang sih, jauh-jauh ke Petungkriyono cuma dapet dua curug utama. Tapi mau gimana lagi, cuacanya lagi kurang mendukung. Pas pulang, kebelet pipis saking dinginnya, untung banyak curug kecil, "nggesruk" aja disitu ahahahaha..
kabut tebal dan hujan deras curug muncar bikin lensa kamera berjamur
Kabut tebal dan hujan deras ini juga yang bikin kamera basah, akhirnya berjamur >.<
Tapi, perjuangan keras ke Curug Muncar ini seru kok, seru banget malah. Menggigil bareng, laper bareng, takut jatoh bareng. Ahahahaa..

Nah buat kalian yang belum ke Petungkriyono, rencanain aja deh kesini, tapi nunggu musim hujan agak berkurang, ya. Mungkin di bulan Maret atau April. Apalagi Petungkriyono juga semakin berbenah, soalnya promosi wisata disini juga lagi digembor-gemborkan.

Yuk, kita jalan-jalan lagi.
See you next time, caoooo...

menembus dinginnya air terjun di curug muncar
Perjuangan menembus dinginnya air (liat aja ekspresinya :p)
pose di bawah air terjun curug muncar petungkriyono
Yuhuuuuu.. Aweweeee, come here....!
Curug lupa namanya di curug muncar
Curug lupa namanya ahahaha..
Bonus: :D :p Ahahahaa...

Ada Bajing Nggak Sih, di Curug Bajing?

Curug Bajing. Kalo orang ndenger sih mungkin kepikiran tentang hewan sejenis tupai, imut-imut. Atau ada yang mikir tentang bajing loncat, apa bajing-tiiit-. Hehehe.. Yang pasti Curug Bajing tuh merupakan bagian dari Pesona Wisata di Petungkriyono, Negeri 1000 Curug. Lha terus, Ada Bajing nggak sih, di Curug Bajing?

Menempuh perjalanan ke Petungkriyono tuh gampang-gampang susah. Gampang karena aksesnya udah lumayan baik, jalurnya udah ada walaupun agak sempit (apalagi yang pake mobil), nah susahnya itu karena lokasi pintu masuk curug yang agak jauh dari akses jalan umum/jalan utama dan papan penunjuk arahnya agak kurang (maklum, jalan di tengah gunung, menembus rimbunnya pepohonan). Bayangin aja, dari gerbang utama Ekowisata Petungkriyono aja masih sekitar 1 jam perjalanan. Tapi, liat aja, nanti bakal terbayar deh sama asyiknya menikmati Curug Bajing.
curug bajing petungkriyono pekalongan ada bajing nggak sih, di Curug Bajing?
Ada bajing nggak sih, di Curug Bajing?
Setelah sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya kami sampai juga di Curug Bajing. Agak kaget saya melihat gerbang/pintu masuk menuju Curug Bajing. Terlihat ada beberapa pondokan, musholla, dan beberapa warung disana yang berjejer rapi. Akses susah, jauh, tapi ada warung lengkap gitu. Hmm.. keren juga pengelolaannya, agak jauh berbeda dengan Curug Bengkawah yang saya kunjungi beberapa waktu sebelumnya.

Lokasi parkir masih sangat-sangat sepi, hanya ada 1 motor selain 2 motor kami. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Suasana juga pas agak teduh dan mendung, maklum, di tengah gunung, jadi ya dingin n sejuk. Nggak pake lama, kami langsung menuju loket pembelian tiket, disana terlihat ada peta wisata Petungkriyono. Saya kok agak-agak lupa, kalo nggak salah cukup membayar Rp 5.000,00 per orang kamu udah bisa menikmati Curug Bajing. Motor juga cuma Rp 2.000,00. Cukup ekonomis menurut saya dan bukan "pemerasan" yang kadang terjadi di beberapa area wisata.
curug bajing petungkriyono pekalongan dari kejauhan
Curug Bajing dari Kejauhan
Setelah membeli tiket, kami langsung menyusuri jalan setapak menuju Curug Bajing. Letak Curug Bajing tidak terlalu jauh dari loket karcis, estimasi saya kurang dari 500 meter. Dari kejauhan tampak aliran air begitu deras mengalir. Udah ketemu sama Bajing? Belum.
Yang menarik dari Curug Bajing adalah di sepanjang jalur air, ada beberapa undak-undakan yang bisa digunakan untuk bermain air, tapi hati-hati kepleset ya. Ada juga beberapa jalan air dengan bebatuan yang juga cocok untuk mandi-mandi segerr.. Hehehe.. Airnya pun seger dan sejuk, khas air pegunungan. Saya tidak menyarankan untuk mandi-mandi atau bermain air tepat di bawah air terjun, mengingat debit air yang menggrojog dari curug sangat deras, bisa-bisa hilang ditelan pusaran air atau kejatuhan benda berat dari atas.
curug bajing petungkriyono pekalongan undak-undakan
Undak-undakan di alur air
curug bajing petungkriyono pekalongan curug dan jembatan
Bagus banget buat take photo >.<
Bulir air yang berasal dari cipratan air terjun pun terbang cukup jauh dari area jatuhnya air, sehingga cocoknya pake action cam kalo mau main di dekat area Curug Bajing. Saya aja terpaksa mengorbankan lensa kamera saya berembun dan terkena cipratan air untuk mengabadikan beberapa momen di sekitar Curug Bajing (jangan ditiru ya, sayang lensanya, saya juga nyesel). :( Buat yang bawa HP, bagusnya juga pake cover anti air, atau bagus lagi punya HP yang waterproof hehehe..
curug bajing petungkriyono pekalongan lensa berembun cipratan air curug
Lensa berembun terkena cipratan air :(
Info rahasia: di dekat Curug Bajing ada spot yang agak tertutup bebatuan, jadi kalo tiba-tiba kebelet pipis, disana aja, hehehe.. Karena toilet baru ada di dekat loket karcis di atas. Ini buat cowok ya, kalo buat cewek yaa..silahkan aja ahahaha cowok juga ga keberatan kok, kalo ngeliat kalian :P
curug bajing petungkriyono pekalongan spot rahasia
Spot Rahasia!
Udah ketemu sama Bajing nya? Belum.

Nah kalo kamu juga lupa bawa bekal, n tiba-tiba lapar habis main air, di dalam (di area Curug Bajing) juga ada satu warung buat memuaskan nafsu makan kamu, tapi makanan ringan ya. Kamu bisa ngopi-ngopi, makan gorengan, atau sekedar ngacang (makan kacang) n nyusu disini. Jadi nggak harus nunggu ke atas. Harganya juga harga normal kok, jadi kamu bisa tenang ngabisin makanan di warung itu.
curug bajing petungkriyono pekalongan warung di dekat curug bajing
Warung di dekat lokasi Curug Bajing
Beranjak siang saya semakin menyadari beruntungnya saya bisa sampai di Curug Bajing pagi-pagi, sebelum lokasi ramai pengunjung. Saat pengunjung sudah berdatangan mengunjungi Curug Bajing, kamu bakalan susah mencari spot-spot bagus untuk berfoto ria, apalagi kadang cowok tuh malu kalo disuruh pose terus banyak yang ngeliatin #curhat >.< Ahahahaha...
curug bajing petungkriyono pekalongan pengunjung ramai
Semakin siang pengunjung semakin ramai
curug bajing petungkriyono pekalongan selfie
Selfie dulu, aaahhh..
Sekitar jam setengah dua belas, kami putuskan untuk naik, dan beralih menuju ke Curug Muncar. Eh tapi karena gerimis dan mendadak hujan cukup lebat, kami berteduh dulu di warung depan, sambil menikmati kopi khas Petungkriyono. Bukan barista sih yang bikin kopinya, tapi Mbak-Mbak nya udah cukup hangat untuk mengobati rasa dingin kami (hangat kopinya ya, bukan yang lain :p).
curug bajing petungkriyono pekalongan kopi petung
Kopi Petung dan Mbak yang "Menghangatkan" (karena mbuatin kopi) :D
Hujan agak reda, kami memutuskan untuk sholat dhuhur dulu sebelum meluncur ke Curug Muncar. Eh eh eh, lha gimana? Bajingnya udah ketemu belum? Ada bajing nggak, di Curug Bajing?

Jawabannya: kalo bajing tupai nya sih, kami nggak ketemu selama di Curug Bajing, tapi kalo tulisan Bajing, banyak banget tuh disana. Hehehe

Jadi, ada bajing nggak di Curug Bajing? Yaa..suka-suka kamu deh, mau jawab ada atau nggak.
Saya kasih foto lainnya selama disana, ya.. :D
curug bajing petungkriyono pekalongan jembatan bambu
Jembatan Bambu Curug Bajing
curug bajing petungkriyono pekalongan grojogan pijat
Grojogan Pijat Curug Bajing
curug bajing petungkriyono pekalongan welcome to curug bajing ekowisata petungkriyono
Welcome to Curug Bajing!
curug bajing petungkriyono pekalongan area foto
Salah satu area berfoto
curug bajing petungkriyono pekalongan pemandangan sekitar
Pemandangan sekitar Curug Bajing
 Caooo.. sampai ketemu di artikel Curug Muncar, ya.. :)

Petungkriyono, Negeri 1000 Curug

Nice to meet you again, Travelers..

Gimana acara 17 Agustus kemarin di daerah kamu? Menyenangkan? Lebih menyenangkan mungkin ya, kalo kamu mencoba merayakan kemerdekaan Republik Indonesia di daerah lain, mencoba suasana baru, pengalaman baru. Kali ini, Meanwhile U and Me bukan mau ngajak kamu merayakan kemerdekaan RI, tapi mau nyeritain perjuangan Admin menjelajah dan menembus perbukitan, di daerah Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug Curug Bajing
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug
Buat orang Pekalongan, Batang, maupun Pemalang, mungkin nama Petungkriyono sudah terasa familier, tidak asing lagi. Namun, bagi orang luar Pantura Pemalang-Batang, tentunya masih asing dengan nama Petungkriyono, apalagi Petungkriyono bukan daerah yang terkenal, setidaknya itu sampai tahun lalu. Di tengah gencarnya promosi pariwisata yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kabupaten Pekalongan terlihat tidak mau ketinggalan dengan kota dan kabupaten lain. Para warga dan pejabat kabupaten, mencium banyaknya potensi wisata yang ada di daerah Petungkriyono, terutama curug dan potensi sungai yang ada. Tidak salah saya semakin penasaran untuk menjelajahi Petungkriyono setelah beberapa teman saya "meracuni" untuk berpetualang disana.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug awal perjalanan
Awal yang cerah tapi "adem" untuk memulai petualangan
Datanglah sebuah schedule yang sedikit tidak direncanakan. Dengan teman seadanya, kami bertiga bersiap menjelajah Petungkriyono yang berjarak sekitar 50 Km dari rumah saya yang terletak di Ampelgading. Ketika kamu sampai di perempatan Kajen (dari arah utara), kamu jangan lurus ke arah Linggo Asri/Banjarnegara, tetapi ambillah arah timur (ke arah Doro/Larangan). Nah begitu sampai di Pasar Doro, kamu ambil jalan yang agak kecil di Selatan Pasar untuk kemudian menuju Pintu Gerbang Ekowisata Petungkriyono. Kalo bingung, sebaiknya di Pasar Doro kamu tanya orang sekitar deh, atau kamu bisa pake GPS dengan kata kunci Curug Bajing/Curug Muncar. Satu lagi, begitu masuk Gerbang Ekowisata Petungkriyono, kamu akan sulit mendapatkan bahan bakar, jadi sebaiknya kamu isi penuh sebelum sampai disana ya.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug gerbang ekowisata
Gerbang Ekowisata Petungkriyono
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug dilarang berburu
Plang "dilarang Berburu di Kawasan Hutan Lindung" (klik untuk memperbesar)
Begitu memasuki gerbang ekowisata, kamu akan menjumpai jalan kecil disertai tebing di kiri-kananmu, suasana hutan yang masih terasa begitu alami dengan kicauan burung plus hewan lainnya, serasa kamu benar-benar bertualang menjelajah hutan seperti di film Indiana Jones atau Jurassic Park. Saya kagum sama orang yang membangun akses jalan menuju ke Petungkriyono mengingat medannya yang terjal dan sulit.


Tujuan pertama saya adalah menuju Curug Bajing, untuk kemudian lanjut ke Curug Muncar. Nah di sepanjang perjalanan, kamu akan banyak bertemu dengan curug-curug kecil maupun sungai kecil yang mengalir dengan suara gemericik airnya yang terasa menyegarkan. Karena itulah saya ingin menyematkan Negeri 1000 Curug pada Petungkriyono. Tetapi sayang, saya menjumpai beberapa sampah yang ditinggalkan wisatawan yang beristirahat di sekitar curug kecil, terutama yang terletak di tikungan (daerah yang agak luas untuk beristirahat). Masih sekitar jam 8 saat menembus bukit menuju Petungkriyono, matahari tampak masih malu menembus rimbunnya pepohonan.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug perjalanan
We're Ready!
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug jalan halus
Jalan "halus" di Petungkriyono
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug suasana dan kondisi perjalanan
Suasana sepanjang perjalanan
Perasaan kok lama banget di jalan, nggak nyampe-nyampe ke Curug Bajing, ternyata 50 Km sudah berlalu dan akhirnya sampailah saya di Curug Bajing dengan odometer menunjukkan saya telah berjalan sejauh 70 Km. Waow, meleset lumayan jauh ya, dari perkiraan. Terpesona dengan kesegaran Curug Bajing, sayapun melanjutkan perjalanan ke Curug Muncar (report perjalanan di artikel selanjutnya, ya.. ;) ). Ternyata, lebih banyak lagi air terjun yang ada di lokasi wisata Curug Muncar, ataupun saat perjalanan menuju kesana. Nggak heran dan nggak salah lagi kalo saya menyematkan label Negeri 1000 Curug ke daerah Petungkriyono. Sayang, begitu beranjak siang, hujan turun sangat deras sehingga saya tidak begitu leluasa mengambil dokumentasi selama perjalanan. Yang pasti, butuh ketrampilan berkendara khusus dan fisik yang bagus untuk menjelajahi Negeri 1000 Curug ini.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug curug di pinggir sepanjang jalan
Salah satu curug di tepi jalan, banyak curug sepanjang jalan Petung
Selain curug-curug yang ada di Petungkriyono, saya melihat beberapa spanduk yang menawarkan arung jeram, dan pemandangan bukit, tetapi saya belum berkesempatan menjelajah lebih jauh lagi.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug Peta Wisata
Peta Wisata Petungkriyono
Nah buat yang pengen berpetualang, siapin fisik dan kendaraan kamu ya, dijamin kamu nggak akan nyesel berpetualang ke Petungkriyono, Negeri 1000 Curug. Lelah yang muncul selama perjalanan, terbayar LUNAS dengan pemandangan indah dan alami yang kamu dapatkan selama disana.

Happy traveling, Guys! :D

Kenapa Bandung disebut One Stop Travel Places

Happy Weekend, Travelers.. 

Ketemu lagi dengan Meanwhile U and Me. Travelers, pernah nggak kamu punya rencana jalan-jalan ke suatu kota, tapi bingung mau wisata kemana? Begitu mau liburan wisata alam, eh..tapi penginapan di deket situ nggak ada, mau wisata dalam kota aja, tapi nggak ada tempat menarik. Buat kamu yang sering bingung sama hal itu, Meanwhile U and Me ngasih saran nih, kamu coba ke Bandung aja! Bisa dibilang kalo Bandung itu One Stop Travel Places. 
Bandung, One Stop Travel Places
Bandung, One Stop Travel Places
Kok bisa Bandung dibilang One Stop Travel Places? Karena hampir semua wisata ada di Bandung, baik itu Bandung Kota, ataupun Kabupaten Bandung. Nah, mari kita ulas satu persatu One Stop Travel Places di Bandung.


Buat kamu yang suka wisata alam, Bandung punya banyak!

Suka selfie di alam terbuka? Menghirup segar dan sejuknya udara Bandung? Kamu bisa memilih beberapa destinasi wisata alam yang ada di Bandung, mulai dari derasnya air di Curug: Curug Cimahi, Curug Malela, Curug Maribaya dan Omas, Curug Penganten (Bandung Barat), ada juga Curug Dago (Kota Bandung); dinginnya udara pegunungan: Tangkuban Perahu (Bandung Utara), Kawah Putih, Ciwidey, dan Situ Patenggang (Bandung Selatan); wisata alam adrenalin: Tebing Masigit dan Tebing Citatah (Bandung Barat), Tebing Keraton (Bandung Utara), Outound di Cikole, Lembang; sampai wisata pemandangan kota di malam hari: Punclut (Puncak Ciembeulit) yang ada di Bandung Utara dan Bukit Bintang (Kota Bandung). 
Bandung, One Stop Travel Places wisata alam
Beberapa Wisata Alam di Bandung
Gimana, nggak kurang-kurang kan, wisata alam yang ada di Bandung? Semua ada, semua bagus buat selfie atau photography.

Mau wisata keluarga, ke theme park atau ke wisata edukasi aja

Bandung, One Stop Travel Places wisata edukasi dan theme park
Theme Park dan wisata edukasi di Bandung
Buat yang sudah berkeluarga, selain wisata alam, bisa juga berkunjung ke salah satu theme park Indoor terbesar di Indonesia, ada Trans Studio Bandung (Kota Bandung) atau ke Kampung Gajah yang ada di Bandung Utara. Dijamin anak-anak puas deh, main disana. Yang ingin anaknya lebih aktif berinteraksi dengan hewan atau alam, coba aja ke de Ranch atau Farmhouse yang ada di Bandung Utara. Wisata edukasi? Cobain main ke Puspa IPTEK yang ada di Kotabaru, Parahyangan.

Wisata dalam kota/wisata landmark, Bandung rajanya

Bandung, One Stop Travel Places wisata landmark dan taman tematik
Wisata taman tematik dan landmark di Bandung
Kalo yang nggak mau ngeluarin uang banyak, tapi bisa tetep eksis foto-foto buat di-upload ke Instagram, langsung aja pergi ke lokasi-lokasi semacam landmark dan taman di Bandung. Pengen ngerasain suasana kota lama, pergi aja ke Braga; belajar sejarah atau pengen ke monumen-monumen di Bandung, pergi aja ke Museum Asia Afrika, Monumen Bandung Lautan Api, Gedung Sate, atau Monumen Perjuangan Rakyat (sekitar Gasibu); pengen ibadah sekaligus wisata, bisa ke Masjid Raya Bandung (sekaligus Alun-Alun Bandung, yang pake rumput sintetis), atau ke Masjid Al-Irsyad di Kotabaru Parahyangan dengan simbol syahadatnya; dan buat kamu yang pengen dibilang gaul, main aja ke Taman Kota Bandung dan Taman Tematik (ide Ridwan Kamil, tersebar di beberapa lokasi). Super sekali, kan?

Puas-puasin belanja, karena Bandung Parisnya Indonesia

Bandung, One Stop Travel Places kiblat mode dan paris van java Indonesia
Bandung, kiblat mode dan Paris van Java nya Indonesia
Kenapa Bandung disebut Paris van Java? Karena Bandung tuh Kota Fashion-nya Indonesia, jadi kiblat mode Indonesia. Mall-mall menggunung, dari Ciwalk (Cihampelas Walk), PVJ (Paris Van Java), BTC, BIP, dan masih banyak lagi. Mau cari barang murah dan grosir? Coba deh kamu ke daerah sekitar Cihampelas untuk belanja baju, atau ke Cibaduyut untuk shoes lovers. Distro yang dianggap kiblat fashion anak muda pun bejibun di beberapa daerah di pusat kota Bandung.

Anak gaul, anak nongkrong, wajib pernah ke Bandung karena ada ratusan tempat nongkrong

Bandung, One Stop Travel Places pusat nongkrong dan wisata kuliner
Bandung, pusat nongkrong dan wisata kuliner
Buat yang suka banget nongkrong berlama-lama sambil ngemil atau makan, Bandung pun juga jadi salah satu kota pusat kuliner. Ada yang buka 24 jam kayak Bober Cafe, atau pengen tempat makan alam kayak Sapu Lidi Resto dan Dusun Bambu, Floating Market (Lembang), terus yang khas Bandung banget ada Surabi Enhaii yang menggoda lidah pecinta kuliner. 

Masih banyak lho, kafe dan pusat kuliner di Bandung yang enak buat nongkrong anak muda Bandung dan sekitarnya. 

Tapi, buat yang mau ke Bandung, Meanwhile U and Me mau ngasih sedikit tips buat kamu: 

Bandung identik dengan MACET, nah kalo mau jalan-jalan, enaknya pake sepeda motor aja jangan pake angkutan umum atau mobil. Yang dari luar kota, enaknya naik kereta api aja, terus rental sepeda motor. Walaupun bakal tetap kena macet, paling nggak bisa "nyempil" di antara mobil-mobil untuk perjalanan yang lebih cepat.
Keds Shoes Ladies Zalora Indonesia
Keds Shoes dari Zalora Indonesia
Keds Shoes Ladies Zalora Indonesia stylish
Model sepatu Keds yang simple and stylish
Bandung itu kota fashion, jangan ketinggalan gaya kalo ke Bandung. Khususnya buat cewek yang nggak mau keliatan jadul, coba aja pake koleksi sepatu dari Keds ini. Corak dan warnanya yang simple dan nggak terlalu rame, cocok banget buat kamu yang mau keliatan stylish. 

Urusan tidur dan menginap, jangan khawatir, di Bandung bejibun hotel budget maupun hotel elit. Dari Chez Bon Hostel (rate 120 ribuan) yang terletak di Jalan Braga, Fave Hotel yang berbintang tiga, sampai hotel-hotel tak berbintang, ada di Bandung. Yang terbaru, kemarin saya menginap di Amira Hotel Pasteur yang murah dan pelayanan sangat memuaskan. 
Bandung, One Stop Travel Places hotel dan penginapan
Hotel dan Penginapan berbagai kelas bejibun
Karena Bandung terletak di dataran yang agak tinggi dan di tengah-tengah pulau Jawa, Bandung minus satu wisata alam, yaitu PANTAI. Hehe.. Jadi yang pengen ngeliat pasir putih atau birunya cinta, eh, birunya air laut, mending jangan ke Bandung ya, kamu bisa ke Yogyakarta dengan Pantai Pasir Putih di Gunung Kidul, atau ke Pacitan dengan Pantai Klayarnya, ya. Tapi ada selentingan, katanya Ridwan Kamil sih mau ngerancang pantai buatan di Bandung.
Pantai Pasir Putih Klayar Pacitan
Pantai Klayar, Pacitan
Nah, dari ulasan di atas, udah tau kan, kenapa Bandung disebut One Stop Travel Places? Karena hanya dengan berkunjung ke Bandung, kamu bisa mendapatkan (hampir) semua lokasi wisata yang kamu pengen.

Oke? Udah yakin nih, mau wisata ke Bandung? Yuk lah, langsung masukin Bandung sebagai destinasi liburan kamu selanjutnya.

Mari jalan-jalan, mari cintai alam Indonesia. :D