Tips Mengemas Koper saat Travelling - plus BONUS

Halo, Travelers.. 
Sebentar lagi udah mau puasa, terus lebaran Idul Fitri, deh, yang artinya bakalan ada LIBUR PANJANG! :D

Nah, pas liburan nanti, tentu kamu nggak mau direpotkan sama koper dan barang bawaan yang terlalu berat kan? Selain repot, kalo mudik pake pesawat terbang, kamu tentu juga ingin menghemat biaya bagasi pesawat, kan? Nah, berikut ini Meanwhile U and Me mau membagikan tips mengemas koper dengan efektif saat travelling yang dipersembahkan oleh Tiket2.com. Pasti bakalan berguna buat kamu, deh..

PERTAMA
Buat Daftar Barang Bawaan Kamu
Tiket2.com Tips Mengemas Koper Saat Travelling buat daftar barang bawaan
Tips Mengemas Koper Saat Travelling - buat daftar bawaan kamu
Walaupun sering disepelekan, membuat daftar barang bawaan itu penting! Buatlah daftar seluruh barang yang akan kamu bawa dalam perjalanan. Tanpa disadari, akan terlihat barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dibawa namun seringkali kita bawa – dan tidak terpakai - dalam perjalanan. Lalu, cek ulang daftar itu, dan kurangi barang-barang yang tidak terlalu kamu butuhkan atau yang bisa dibeli di tempat tujuan. Buat daftar sederhana aja, ditulis di kertas (ini juga berguna nanti agar barang kamu tidak tertinggal). Sesuaikan juga dengan itinerary kamu. (Baca tentang Itinerary disini atau contoh itinerary disini).
KEDUA
Gulung Pakaian untuk Menghemat Tempat
Tiket2.com Tips Mengemas Koper Saat Travelling gulung pakaian menghemat tempat
Gulung pakaian untuk menghemat tempat di koper dan mencegah kusut
Cara ini bisa menghemat ruang di koper secara instan, sehingga kamu bisa mengepak semua benda yang harus dibawa dalam satu koper saja. Pilihlah pakaian yang bahannya travel-friendly. Bukan hanya nyaman dikenakan tapi juga mudah digulung dan tidak cepat kusut, seperti polyester, jersey, katun-polyester, denim atau rajut. Menggulung juga menghindari pakaian kusut tidak beraturan.
KETIGA
Pakai Baju yang Paling Berat saat Travelling
Tiket2.com Tips Mengemas Koper Saat Travelling pakai pakaian terberat
Yang berat, dipakai aja.. Contohnya jeans, jaket, dan sepatu..
Apabila akan merencanakan liburan ke negara beriklim dingin atau ketika musim salju datang, pastinya Anda akan membawa pakaian berbahan berat seperti coat dari wool, sweater, jaket kulit, boots, atau jeans. Jangan ragu untuk memakainya ketika akan berangkat karena akan membantu membuat barang bawaan kamu lebih ringan. Kenakan juga pakaian secara double. Misalnya sweater untuk dalaman dan jaket sebagai luaran. Trus sepatu dipakai, sandalnya disimpan di dalam koper. :D
Keempat
Bawa Barang Berukuran Kecil

Jika bepergian sendirian atau tidak ada orang yang bisa diandalkan untuk dipinjam barangnya, bawalah kosmetik atau toiletries berukuran kecil. Selain menuangnya di botol traveling kit, Anda juga bisa memanfaatkan produk-produk yang biasanya dikemas dalam ukuran kecil. Seperti make up, produk perawatan kulit, pasta gigi mini atau shampo/sabun yang berbentuk sachet. Dengan begitu, beban koper yang harus kita bawa jadi berkurang.
Tiket2.com Tips Mengemas Koper Saat Travelling bawa toiletries sendiri
Bawa toiletries kamu sendiri, kalau bisa yang berukuran kecil aja..
Nah, gimana Travelers? Udah dapet inspirasi kan dari tips-tips di atas? Mungkin tips nya kelihatan sederhana, tapi bakal membantu banget buat kamu yang nggak mau repot saat perjalanan liburan ke kampung halaman, atau ke lokasi wisata. Eits, belum habis tips mengemas koper saat travelling-nya, Meanwhile U and Me kasih bonus tips yang super kece 'n super penting.. 

BONUS TIPS!
Amankan Barang Bawaan Kamu

Berkaitan sama "oknum" petugas dan orang yang tidak bertanggung jawab suka muncul tanpa diduga di perjalanan, maka Meanwhile U and Me dan Tiket2.com menghimbau agar kamu selalu memberi kunci tambahan, terutama koper/tas yang kamu masukin ke bagasi, biasanya saya pake gembok mini gitu, buat jaga-jaga dan mempersempit gerak pelaku kejahatan.
Tiket2.com Tips Mengemas Koper Saat Travelling bawa gembok mini
Bawa gembok mini, ya, biar aman.. (Gambar dari Sini)
Terus, barang berharga dan barang yang sering dipake, usahakan tetap dekat sama kamu selama liburan, bisa dimasukin tas kecil yang kamu bawa kemana-mana.

Bonusnya belum habis nih, ada bonus terakhir, SUPER BONUS.
 
Tiket2.com Tips Mengemas Koper Saat Travelling tiket pesawat gratis bonus
Tiket pesawat gratis dari Tiket2.com! Waow..
Mau tiket pesawat gratis? Khusus buat kamu! Klik aja gambar atau link di atas, atau kesini nih, dan dapatkan tiket pesawat gratismu. :D
 
Selamat liburan, Travel Lovers.. Dan nikmati perjalanan tanpa repot dengan Tips Mengemas Koper saat Travelling.

Bertualang Mencari Kesegaran di Curug Bengkawah

Hallo, Travelers..

Ketemu lagi sama Meanwhile U and Me.. Sebentar lagi ada long weekend nih, udah mutusin mau liburan kemana? Kali ini Meanwhile U and Me mau ngasih alternatif wisata alam buat kamu, khususnya yang ada di daerah Pemalang dan sekitarnya.

Travelers semua tau kan, dengan munculnya Instagram dan social media lainnya membuat beberapa lokasi wisata tiba-tiba nge-hits. Untuk daerah Pemalang, salah satu yang nge-hits 2 tahun belakangan ini adalah Curug Bengkawah.
Curug Bengkawah, Desa Sikasur, Kabupaten Pemalang
Curug Bengkawah, Desa Sikasur, Kabupaten Pemalang
Yak, setelah berkesempatan mengunjungi Curug Cimahi, Curug Jumog, Grojogan Sewu, dan Grenjengan Kembar, kali ini saya berkesempatan menjelajah Curug Bengkawah bersama temen-temen sekampung (baca keseruannya di #MMB Goes to Gombong).

Lokasi Curug Bengkawah dimana? 

Curug Bengkawah terletak di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Tidak jauh dari traffic light Randu Dongkal, ambil arah ke kiri (menuju Belik), nanti ada plang-nya gitu deh.

Bisa ditempuh pake apa aja?
 
Untuk ke Curug Bengkawah, kendaraan paling fleksibel yang dapat digunakan adalah sepeda motor, karena kamu bisa langsung menuju ke dekat lokasi Curug Bengkawah, di lokasi parkir yang dikelola pemuda setempat.
 
Kedua, kamu bisa menggunakan mobil, tapi parkirnya agak susah, dan kamu harus berjalan sekitar 500 meter menyusuri pematang sawah. Ketiga, kalo kamu pake bis tiga perempat (bis sedang dua pintu kapasitas 30 orang) kayak yang kami gunakan, ada dua opsi: kalo berani dan sopirnya pintar, bisa masuk sampe lokasi mobil parkir, jalan 500 meter. Opsi kedua adalah parkir di dekat Balai Desa Sikasur, dan jalan kurang lebih 1 Km melewati rumah warga.
 
Biaya masuk ke Curug Bengkawah berapa?
 
Kamu cukup membayar Rp 2.000,00 per orang untuk tiket masuk, dan Rp 2.000,00 untuk parkir sepeda motor. Murah, kan? Mobil dan bis belum ada biaya masuk/tiket parkir.
 
Ceritain pengalaman di Curug Bengkawah dong..
 
Oke deh, begitu masuk lokasi Desa Sikasur, kamu akan melewati jalan perkampungan yang sudah lumayan banyak dihuni warga. Di selokannya (saya rasa ini bukan selokan deh), mengalir air jernih yang berasal dari mata air. Nggak heran kalo kamu nemuin warga sekitar lagu mencuci baju disitu. Kalo lagi beruntung juga, ada warga (kadang ada yang muda :p), lagi mandi disitu, dengan penutup seadanya. Hahaha.. Ya emang gitu sih, warga desa, dulu pas saya KKN juga banyak yang kayak gitu, lho.
Curug Bengkawah, Pematang Sawah
Menyusuri pematang sawah
Setelah menjumpai “pintu air” (gerbang irigasi), kamu tinggal nyebrang via jembatan kecil yang ada, untuk selanjutnya menyusuri pematang sawah dengan lebar jalan sekitar 1 meter aja, jadi kalo berpapasan dengan motor yang lewat, salah satu harus mengalah.
Curug Bengkawah pedagang masih sedikit
Pedagang masih sedikit, tapi lapak yang ada udah cukup buat bersantai (ada yang aneh nggak, sama poto ini? :p)
100 meter sebelum Curug Bengkawah, ada lokasi parkir yang dikelola pemuda setempat, dan kamar mandi buat pengunjung. Perlu diinget, kamar mandi yang ada Cuma disitu, jadi terutama buat cewek, perlu perjuangan kalo “kebelet”/ganti pakaian habis mandi-mandi. Di sekitar lokasi Curug Bengkawah sudah ada penjual makanan (walaupun belum terlalu banyak) yang dapat mengisi perut Anda selama dan selepas bermain air. Harga yang ditawarkan juga standar, kok.

Dan akhirnya, inilah Curug Bengkawah!
Aliran air Curug Bengkawah
Derasnya aliran air Curug Bengkawah
Air terjun double di Curug Bengkawah
Air terjunnya double :D
Air deras mengalir dari atas. Walaupun nggak terlalu jernih, cenderung keruh malah, tapi airnya segerrrr...

Ketika menyusuri dan mandi-mandi di Curug Bengkawah, hal yang perlu kamu perhatikan adalah: hati-hati dengan bebatuan yang licin dan jangan berenang terlalu dekat dengan lokasi jatuhnya air, karena cukup dalam dan dikhawatirkan terjadi pusaran air.

Bisa ngapain aja di Curug Bengkawah?

Yang jelas: SELFIE!!! Ahahahaaa. Selfie, grouvie, atau berenang layaknya ikan bisa kamu lakuin disini, apalagi kalo kamu kesini bareng temen-temen. Ciptain keseruanmu sendiri, deh! Yang hobby fotografi juga cocok banget mau explore komposisi disini.
Ciptain keseruanmu di Curug Bengkawah, selfie, berenang
Ciptain keseruanmu sendiri! :))
Terus ngapain lagi? Cari pacar juga bisa! #eh.. Yaaa... barangkali, ketemu jodoh disini, karena kadang ada cewek yang masih jomblo kesini. Hahaha.. Tapi tetep: dilarang berbuat mesum di Curug Bengkawah dan lokasi wisata lainnya. INGAT YA!
Jodohku (mungkin) di Curug Bengkawah
Itu tuh, tuh, jodohku ada di balik air terjun! :p
Buat petualang, bisa nyobain nelusurin jalan dan bukit, buat naik ke atas curug, seru juga, lho. Tapi jangan lompat ke bawah ya, dan musti hati-hati karena medan yang terjal.
Naik ke atas Curug Bengkawah
Kalo mau nyobain, naik ke atas curug, tapi jangan lompat ya
Selesai mandi-mandi dan main air, buat yang cowok, kamu bisa naik ke atas bukit dan semak-semak yang dekat dengan sawah buat ganti baju, karena beranjak siang, di lokasi Curug Bengkawah semakin rame. Kan malu kalo mau ganti disitu, bisa kena UU Pornografi, hehehe..
Pemandangan Curug Bengkawah dari atas bukit
View Curug Bengkawah dari atas "bukit"
Eiya, kalo mau ke Curug Bengkawah, waktu paling tepat kapan ya?

Waktu paling baik buat kesana adalah sesaat sebelum masuk puncak musim hujan dan sesaat sebelum musim kemarau. Pagi hari jam 7-10 dan sore hari jam 3-6 pas buat menjelajah karena hari yang tidak terlalu panas dan hasil foto kamu pasti lebih bagus karena matahari yang tidak terlalu terik.
Take photo di Curug Bengkawah, belajar fotografi
Take photo di pagi/sore hari, hasilnya bakalan lebih bagus
Ada minusnya nggak?

Iya, yang saya sayangin cuma satu: Curug Bengkawah belum disentuh dan dikelola secara serius oleh Pemda Pemalang sehingga masih terkesan “seadanya” untuk fasilitas, papan penunjuk, dan promosi. Padahal bisa jadi salah satu unggulan wisata Kabupaten Pemalang, lho. Jadi nggak cuma terkenal di Instagram aja.

Nah, udah yakin belum mau berkunjung ke Curug Bengkawah di long weekend kali ini? Nanti bisa dilanjutin ke lokasi wisata terdekat, yaitu Talaga Silating. Buat yang mau berkunjung jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan ya!
Menjaga kebersihan di Curug Bengkawah
Walaupun bawa konsumsi 'n perangkat foto, kami #MMB selalu menjaga kebersihan :)
Happy traveling, teman-teman.
Mari jelajahi dan cintai wisata Indonesia.

#MMB Goes to Gombong! (One Day Trip)

Halo, halo, halo semua..
Ketemu lagi sama Meanwhile U and Me, udah hampir sebulan nggak update nih, hehehe.. Padahal banyak yang mau diceritain, tapi lagi sibuk di kantor..

Kali ini, saya mau cerita perjalanan rombongan saya bareng temen-temen di desa. Desa? Iya, desa. Saya kan anak desa. :p

Jadi ceritanya, temen-temen remaja masjid di dekat rumah saya, yang suka pake nama #MMB (Muda-Mudi Banglarangan) di Desa Banglarangan, udah lama nggak jalan-jalan bareng, jadi pengen hang out sekaligus ajang keakraban antar Remaja Masjid Banglarangan. Butuh refreshing juga di sela-sela jadwal pengajian kami. 
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong
#MMB alias Muda-Mudi Banglarangan
Karena saya salah satu anggota #MMB yang lumayan sering nge-trip, saya nyoba buat ngatur perjalanan yang nggak terlalu jauh, terus kalo bisa yang murah. Selain karena cuma one day trip, juga nggak semua anak punya dana untuk perjalanan yang mahal. Akhirnya saya buat deh jadwal perjalanannya, survey dan konfirmasi sama tempat yang mau kami kunjungi, terus iuran buat biaya perjalanan. Waktu itu kami sepakat buat iuran Rp 70.000,00 per peserta untuk mengunjungi lokasi wisata berikut:

Curug Bengkawah yang ada di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Main futsal dengan Remaja Masjid Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Main ke Desa Wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga plus keakraban dengan remaja masjid Desa Gombong.

Sebelumnya kami juga udah sepakat untuk berangkat di hari libur nasional tanggal 14 Oktober 2015.

Hari-H: Rabu, 14 Oktober 2015
Karena peserta yang tiba-tiba membludak menjelang Hari-H, yang rencananya kami hanya membawa 1 bus ukuran sedang, jadinya kami menambah membawa 1 mobil Kijang LGX punya Bapak. Hehehe.. Ada sekitar 50 anak yang ikut.
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong curug bengkawah
Curug Bengkawah ala #MMB
Perjalanan dari Desa Banglarangan menuju Curug Bengkawah memerlukan waktu sekitar satu setengah jam (40an Km dari Banglarangan). Berangkat jam 7 pagi, rombongan #MMB sampai di Curug Bengkawah jam setengah sembilan. Perlu sedikit usaha ekstra untuk ke Curug Bengkawah, karena mobil dan bus tidak bisa langsung ke lokasi dekat air terjun, perlu berjalan kaki sekitar 500 meter.

Sampai di Curug Bengkawah, langsung deh kamera, tongsis, dan HP banyak beraksi, jepret sana, jepret sini, hehehe.. Sebagian ada yang mandi-mandi. Seger, lho.. Tapi sayang, belum ada kamar mandi atau kamar ganti di dekat lokasi, adanya di parkiran motor (ssttt..liputan lengkap Curug Bengkawah coming soon, ya).
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong selfie curug bengkawah
Aksi #MMB, jalan sedikit, jepret!
Puas bermain di Curug Bengkawah, kami melanjutkan perjalanan lebih ke Selatan Pemalang lagi, menuju ke Lereng Gunung Slamet, tepatnya ke Desa Gombong. Ternyata perlu usaha lebih ekstra buat ke Gombong, terutama skill menyetir, karena tanjakannya cukup menantang. Kalo nggak bisa ngatur gas, bisa-bisa mundur lagi mobilnya.

Sampai di Desa Gombong, kami istirahat, makan, dan sholat. Untuk makan siang orang sebanyak itu, kami cuma memberi dana ala kadarnya, lho, tapi suguhan dari Remaja Masjid Gombong maksimal banget. Ada urap, ayam, sambel, semangka, hmmm yummy..
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong jamuan makan
Jamuan dari Remaja Masjid Gombong yang sangat memuaskan..
Sholat udah, makan udah, sekarang waktunya futsal bareng! Yess.. Udah lama nggak sparring futsal, nih.. Naik mobil sama bus lagi, bareng-bareng ke lapangan futsal. Main futsal sambil diteriakin suporter, duh..jadi inget pas sering ikut turnamen di Yogyakarta. Waktu itu sepatu futsal udah rusak, jadi sebelum berangkat saya bela-belain tuh beli sepatu futsal baru, hehehe..
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong sparring futsal
Futsal antara #MMB vs Gombong
Menang dengan skor beda tipis antara #MMB dan Remaja Masjid Gombong, kami pun kembali ke base camp, ke Masjid Gombong buat mandi plus ganti baju biar nggak kebauan temen cewek yang di bis, sama sholat ashar. Sambil istirahat sebelum menuju ke destinasi terakhir, kami disuguhi teh sama singkong goreng. Sempat ngira itu teh biasa, ternyata beda, lho! Namanya teh sangit. Pas banget buat dinikmatin di udara Gombong yang dingin. Kalian harus nyoba deh, pas mampir kesana.
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong teh sangit ubi goreng
Singkong goreng dan teh sangit ala Gombong
Sekitar jam empat, kami menuju ke Desa Wisata Serang sebagai akhir wisata kami. Tadinya ngira kalo Desa Serang tuh masih masuk wilayah Pemalang, ternyata udah masuk Kabupaten Purbalingga. Disana ada kebun strawberry, wisata outbound, hutan pinus, sama gazebo-gazebo buat menikmati udara sejuk dan pemandangan alam di sekitar lokasi wisata. Hmmm.. nyaman banget.. Kami pun nggak lupa mengeluarkan senjata kami kayak pas di Curug Bengkawah: tongsis, tripod, dan kamera! Hehehe.. Sekarang kan itu jadi must have item pas jalan-jalan.
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong desa wisata serang
Jepret, cekrek, this is us!
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong suasana desa wisata serang
Suasana di Desa Wisata Serang
Hari mulai gelap dan jam setengah enam sore kami turun lagi ke Gombong untuk makan malam sebelum pulang ke rumah. Disuguhi makan lagi plus teh sangit yang maknyus, sholat maghrib, dan kami pun capcuss pulang menuju Masjid Banglarangan lagi.

Yah, gitu deh cerita kali ini. Jadi jalan-jalannya nggak sendirian mulu ya, kasian banget kalo Solo Traveling mulu, sekali-sekali ya one day trip gitu lah, sama temen-temen, atau nge-trip dua-tiga hari gitu lebih joss. Hehehe..

Dan Kami dari #MMB = Muda Mudi Banglarangan, mau ngasih special thanks to Remaja Masjid Gombong yang udah mau menjamu, nemenin kami jalan-jalan, plus sparring futsal sama kami, kapan-kapan bisa gantian dong ya, main ke tempat kami.
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong kebun strawberry desa wisata serang
Salam dari Muda Mudi Banglarangan, #MMB
muda mudi banglarangan #MMB goes to gombong selfie meanwhile u and me
Yapp!!! We'll be back!
Salam dari kami Muda Mudi Banglarangan yang semoga selalu selalu rukun, kompak, plus bisa kerjasama yang baik dalam setiap event dan acara Remaja Masjid Banglarangan.

Hotel Review: Favehotel Hyper Square Bandung

Hello, Travelers.. Ketemu lagi dengan Meanwhile U and Me..

Mau review hotel lagi, nih.. Ujan-ujan gini kan enaknya nyari hotel yang nyaman ya, pas traveling. Yang anget 'n selimutnya tebel. Hehehe..

Kali ini Meanwhile U and Me mau review hotel yang lokasinya terletak di Kota Bandung. Yak, kota yang terkenal dengan kota mode dan kota dengan hawa yang sejuk. Favehotel Hyper Square Bandung, yang terletak di lokasi strategis, yaitu di Jalan Pasir Kaliki No. 25-27, Bandung.
Favehotel Hyper Square Bandung tampak depan
Favehotel Hyper Square Bandung (Pict. from Favehotels.com)
Favehotel Hyper Square Bandung merupakan salah satu budget hotel yang dibangun oleh Archipelago Team, untuk memberikan fasilitas bagi wisatawan yang berkunjung di kota Bandung dengan harga ekonomis, tapi fasilitas tetap diutamakan. 

Lokasi udah saya kasih tau, terus gimana pengalaman nginep di Favehotel Hyper Square Bandung? Yuk baca lagi.

Check In dan Kesan Pertama Favehotel Hyper Square Bandung

Sempat terlewat saat menuju Favehotel Hyper Square ini, karena letaknya tidak tepat di pinggir jalan utama dengan gedung menjulang, tapi agak "masuk" ke dalam sebuah komplek luas yang masih belum dikembangkan sepenuhnya, dengan dua pilihan gerbang masuk dan keluar. Belakangan, jika kamu menginap di Favehotel Hyper Square Bandung, nggak perlu kuatir sama biaya parkir per jam nya, karena kamu akan diberi kartu khusus dari pihak hotel sebagai tanda kamu wisatawan yang lagi nginep di Favehotel.

Begitu sampai di hotel, terlihat kalau kompleks di sekitar hotel masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan, dan Favehotel Hyper Square Bandung belum memiliki lahan parkir khusus bagi mobil dan motor (walaupun ada petugasnya), jadi kalo kamu membawa sepeda motor, mending diamankan sendiri deh, helmnya.

Saya memesan via PegiPegi.com (mudah banget!) untuk menginap di Favehotel Hyper Square Bandung, dan saya beruntung bisa check in sebelum pukul 13.00, karena waktu itu hari Jum'at dan mau Jum'atan. Kan repot, Jum'atan bawa-bawa tas gede. Cukup menunjukkan identitas dan bilang kalo pesan via PegiPegi, Teteh Resepsionisnya dengan ramah memberikan kartu "atm" buat kunci kamar dan ngasih password buat Wifi.
Favehotel Hyper Square Bandung kamar standar
Kamar Standar seluas 18 meter persegi di Favehotel Hyper Square Bandung
Kesan pertama di budget hotel yang pernah saya kunjungi sama, desain minimalis, menghemat tempat, tapi diusahakan tetap nyaman buat pengunjung, dengan memberikan sentuhan modern di setiap sudut.

Fasilitas Favehotel Hyper Square Bandung

Dapet kamar no. 538, saya perlu menggunakan lift buat naik ke atas. Kartu "atm" nya juga dipake buat naik-turun lift lho, jadi jangan sampe ilang ya. Itu berarti nggak sembarang orang bisa masuk ke kamar di Favehotel ini. Great ideas!

Di Kamar Standar tanpa sarapan yang saya tempati, saya mendapat fasilitas berikut:

Tempat tidur spring bed dengan sprei dan selimut 100% katun
Favehotel Hyper Square Bandung tempat tidur
Tempat tidur nyaman, selimut tebal
LED TV dengan saluran internasional & lokal
Saluran yang disediakan Favehotel sedikit lebih baik dari yang disediakan oleh Pose In Hotel di Solo, terutama saluran TV internasionalnya. Jadi, pas nggak bisa kemana-mana, atau udah penat tapi nggak bisa tidur, jangan takut bosen, karena saluran tv-nya bejibun!

Meja dengan stop kontak universal
Favehotel Hyper Square Bandung meja kerja
"Meja Kerja"
Cocok banget buat businessman dengan kerjaan numpuk, atau buat travel blogger kayak saya, kalo sewaktu-waktu perlu "ngadep" laptop buat kerja, atau sekedar nge-charge gadget bawaan kamu. Ada lampu bacanya juga, lho.

Kamar mandi dengan shower
Favehotel Hyper Square Bandung kamar mandi dan amenities
Kamar mandi dengan fasilitasnya
Selain kasur dan tivi, biasanya yang paling sering saya jadikan poin kenyamanan tuh kamar mandi. Favehotel Hyper Square Bandung menyediakan kamar mandi dengan shower air panas dan dingin, amenities lengkap (2 pcs handuk, 2 pcs sikat gigi, air minum tambahan, tisu toilet, sabun tangan, plus shampo dan sabun yang jadi satu). Tapi, shampo dan sabun yang jadi satu ini yang agak "mengganggu" buat saya, karena pas dibilas jadi berasa "nggak bersih" di badan, masih licin-licin gitu.
Favehotel Hyper Square Bandung sabun shampo
Sabun dan shampo yang jadi satu
AC (pendingin ruangan)
AC-nya dingin nggak ada masalah, malah di Bandung tuh sebenernya dah nggak begitu perlu AC, karena hawanya emang udah sejuk.

Brankas di kamar
Buat yang punya barang berharga, brankas jadi salah satu fitur wajib yang dimiliki kamar hotel.

Gratis layanan internet nirkabel
Wifi yang ada di Favehotel Hyper Square Bandung juga cukup baik buat berselancar di dunia maya, jadi kamu nggak perlu khawatir kehilangan produktifitas selama nginep di Favehotel Hyper Square Bandung.

Hiburan di Lobby
Favehotel Hyper Square Bandung lobby hotel
Lobby Hotel
Pas malem saya pulang jalan-jalan, di Lobby Hotel juga ada hiburan musik gitu di dekat ruang makan, jadi kamu bisa nongkrong disitu.

Sayang, Favehotel Hyper Square Bandung nggak menyediakan lemari tertutup di dalam Kamar Standar. Cuma gantungan gitu, kan malu kalo "daleman" mau dikeluarin dari tas 'n ditaruh situ, nggak indah. Ahahahaaa..
Satu lagi yang saya sayangin di Favehotel Hyper Square Bandung dan kebanyakan hotel budget adalah kamar hotel yang kurang kedap suara, karena dinding pemisah antar kamar rata-rata menggunakan sejenis papan yang mirip dinding gitu. Suara dari luar suka kedengeran jelas dari kamar. Yah memang nggak bisa nuntut banyak dari budget hotel sih, tapi paling nggak bisa ditingkatkan sedikit lagi.

Check Out

Sempat males buat check out karena nyaman di dalam kamar. Hahahhaaa.. Tapi sayang banget kalo main ke Bandung cuma di kamar doang, nggak dipake buat jalan-jalan. Kalo mau check out tinggal kasih lagi kunci "atm" yang kita bawa, nanti ada petugas ngecek kamar, terus udah deh.

Kesimpulan

Terletak di pusat keramaian Kota Bandung, apalagi dekat banget sama Paskal Food Market, Stasiun Kereta Api Kota Bandung, sama Bandara Husein Sastranegara, Favehotel Hyper Square Bandung sangat cocok dijadikan pilihan bagi yang ingin berwisata di Kota Bandung. Mau makan di luar lokasi hotel nggak perlu repot karena bisa kok jalan kaki ke Paskal Food Marketnya.
Favehotel Hyper Square Bandung Paskal Hyper Square
Paskal Hyper Square (Pict. from Favehotels.com)
Biaya menginap per malam juga nggak "mencekik leher", apalagi kalo pake promo atau diskon yang sering diadakan sama PegiPegi. Saya juga waktu itu pake diskon murah dari PegiPegi. Terbantu banget kan?

Kalo Kamar Standar dirasa masih kurang memuaskan, kamu bisa nyobain juga tipe kamar lainnya, kayak deluxe, executive, suite, atau honeymoon room buat kamu yang just married. :D Asyik kan?

Ini list pros dan cons-nya: 

Pros:
Biaya nginap ekonomis
Fasilitas lengkap dan nyaman
Lokasi strategis, dekat sama pusat keramaian dan pusat transportasi, kayak Braga, Paskal Food Market, Stasiun, dan Bandara
Modern-minimalis

Cons:
Nggak ada lemari di kamar standar
Nggak ada lokasi parkir khusus
Kamar nggak kedap suara

Mau menjelajah kota Bandung tapi khawatir sama kendaraan umum? Cari yang murah tapi jauh dari pusat keramaian? Kamu nggak usah khawatir kalo pas menjelajah nginepnya di Favehotel Hyper Square Bandung, karena Favehotel Hyper Square Bandung menghapus semua kekhawatiran kamu.
Jadi tunggu apalagi? Booking di PegiPegi.com aja yang murah, banyak promo, dan diskon. Booking kamar di Favehotel Hyper Square Bandung sekarang, mulai 300 ribuan aja!

Happy traveling, Guys!

Menanti Malam di Galabo, Solo

Galabo? Apaan tuh? Gazebo ya, maksudnya? Bukaaaann..

Galabo itu nama lokasi wisata kuliner yang ada di Solo. Galabo merupakan singkatan Gladag Langen Bogan yang merujuk pada wisata kuliner yang hanya buka pada malam hari. Galabo menjadi lokasi favorit bagi wisatawan dan warga Solo untuk memuaskan dahaga kulinernya.
Galabo, Gladag Langen Bogan, pusat kuliner di Solo
Galabo, Gladag Langen Bogan, pusat kuliner di Solo
Galabo menjadi tempat terakhir saya menghabiskan waktu wisata di Solo. Awalnya saya tertarik menjadikan Galabo sebagai destinasi terakhir saya setelah banyak membaca referensi mengenai wisata di kota Solo. Akhirnya, sepulangnya dari Candi Cetho, saya langsung kembali ke arah Kota Solo dan membuka Google Maps saya. Agak sedikit sulit menemui lokasi Galabo (mungkin karena belum biasa), walaupun udah dipandu sama Google Maps karena tempatnya sedikit "mencil" di pojokan, walaupun terletak di antara Beteng Trade Center dan Pusat Grosir Solo. Sempet muter dua kali dan akhirnya tanya tukang parkir, eh..ternyata pas di sebelah tempat parkir Galabonya. Kayak di artikel sebelumnya, tarif parkir di Solo kayaknya flat, deh.. Semua lokasi yang saya kunjungi tarifnya dua ribu! Hehehe..
Galabo, Gladag Langen Bogan, suasana di sore hari
Suasana sore hari, masih sepi
Setelah parkir motor, sayapun berjalan menuju Galabo. Masih terlihat sepi walaupun weekend, karena ternyata Galabo baru benar-benar "dibuka" selepas isya. Waktu itu saya sampai disana jam 6 sore-an, sih. Sambil liat-liat dulu, saya menyusuri sepanjang stand berdiri, dengan meja-kursi diletakkan di tengah jalan. Sebenarnya jalan lokasi Galabo, Jalan Mayor Sunaryo itu jalan umum, cuma, khusus malam hari, jalan tersebut ditutup untuk mengakomodasi dibukanya Galabo.

Banyak menu yang disediakan di Galabo, dari Nasi Timbel, sate sapi, sate kere, sampai tengkleng dan wedang ronde pun ada disini. Tinggal pilih. Malam itu saya memilih nasi timbel plus segelas susu jahe. Hmmmm.. Enak, ngangetin perut biar nggak masuk angin pas jalan pulang ke Pemalang malem-malem. :D
Galabo, Gladag Langen Bogan, nasi timbel khas Galabo
Paket lezat nasi timbel khas Solo
Galabo, Gladag Langen Bogan, jahe susu khas Galabo
Anget di perut :D
Berkeringat karena sambal nasi timbel yang maknyus (harga juga masih wajar, kok), sebenernya saya juga ngidam sate sapi, karena keinget dulu pas makan sate matang di Aceh, tapi kok perut udah nggak muat. Terpaksa deh, saya melewatkan keinginan saya itu untuk perjalanan kali ini. Maybe next time.
Galabo, Gladag Langen Bogan, suasana malam hari
Suasana Galabo di malam hari
Galabo, Gladag Langen Bogan, terang benderang
Terang benderang, tapi kudu siapin obat nyamuk :p
Nah, yang mau jalan-jalan ke Solo, jangan lupa mampir ke Galabo. Nggak rugi deh main kesini, cuma, kalo menjelang maghrib, siapin aja ya sejenis obat nyamuk oles, soalnya nyamuknya lumayan banyak. Hehehe..

Yuk deh, sampai ketemu lagi di trip dan share perjalanan selanjutnya, ya.. :))

Bermain di Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan

Halo, Travelers.. Lama banget ya nggak update artikel lagi.. Lagi bingung ngatur jadwal nih, admin Meanwhile U and Me nya.. Masih dalam rangkaian trip Explore Solo dan Karanganyar nih, Candi Cetho adalah destinasi terakhir sebelum menutup malam di Galabo.

Setelah berbasah-basahan ria di Curug Jumog plus nikmatin sate kelinci, trip saya lanjutkan semakin ke atas tempat Candi Cetho dan Sukuh berada.
Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan
Candi Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar
Karena pas berangkat, jalan menuju ke Curug Jumog ada di sebelah kanan jalan dan menurun ke bawah, maka dari arah Curug Jumog saya mengambil arah kanan dan menanjak. Kalo di tulisannya sih Candi Cetho dan Sukuh berjarak sekitar 7 Km dari Curug Jumog (kalo nggak salah inget). Semangat deh, nelusurin jalannya.

Ngeeengggg... Gas Supra X-125 PGM-FI pun saya tarik agak kencang, biar cepet nyampe dan nggak kemaleman pulangnya. Nanjak, jalan kecil (cukup buat dua mobil papasan), plus hawa dingin menyeruak. 10 menit, 15 menit, 20 menit, 30 menit. Kok nggak nyampe-nyampe ya? Padahal plang nya bilang udah deket.

"Kebun Teh Kemuning sama bukit teletubbiesnya juga udah lewat. Apa salah jalan ya? Kok agak sepi..", pikir saya.. "Ah, tapi daritadi nggak ada plang 'n jalan lain selain ini, kok.. lagian tuh mobil plat luar kota juga ada yang baru turun", saya berusaha memantapkan hati.

Benar aja, setelah sekitar 40 menit, saya sampai juga di Pintu Gerbang Candi Cetho. Motor andalan saya titipkan di abang parkir, dengan membayar dua ribu rupiah.

Setelah dari parkiran plus beli tiket (cukup Rp 3.000,00), kalian perlu mampir dulu ke sekretariat, buat pasang kain di pinggang, semacam budaya/adat buat masuk candi gitu. Jadi berasa di Bali. Hahaha..
Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan kabut
Di atas Kahyangan, kabut di background
Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan selfie point
Di atas Kahyangan part dua, cocok banget buat selfie kalo kamera sehat :(
Exploring pun dimulai. Siapin kaki kalian buat naikin tangga dari tempat parkir menuju lokasi utama Candi Cetho. Begitu nyampe di Gerbang Utama Candi Cetho 'n ngeliat ke belakang, baru deh berasa banget kalo Candi Cetho ini kayak Candi di Atas Kahyangan. Ngeliat ke belakang tuh isinya kabut sama awan, ditambah udara dingin plus mendung. Bener aja, pas cek di Wikipedia, Candi Cetho ini berada di Lereng Gunung Lawu, dengan lokasi di 1.496 mdpl. Lengkap dah suasananya. Tapi sayang, kamera HP saya lagi nggak sehat nih habis dipake basah-basahan di Jumog. Jadi nggak bisa nangkep gambar di kondisi real saat itu.

Candi Cetho sendiri didirikan sebagai peringatan tempat peruwatan atau tempat membebaskan dari kutukan. Candi di atas kahyangan ini didirikan pada tahun 1475 M. Lokasi Candi Cetho sangat sejuk dan asri, dengan ada area semacam taman di bagian depan yang dimanfaatkan pengunjung untuk ber-selfie ria sambil rebahan (gaya masa kini), untuk sekedar melepas penat, atau untuk berduaan (#uhukk).
Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan taman hijau
Taman asri di dalam lingkungan Candi Cetho
Candi utama terletak di bagian paling atas, dan jalan menuju kesana juga menanjak melalui anak tangga. Anak tangganya kecil banget, jadi kudu sabar 'n gantian ya, apalagi kalo mau selfie di gerbang dengan background kabut, awan, 'n sebagian arca. Tahu diri aja kalo pas rame, ya. Jangan kelamaan selfie-nya, soalnya banyak juga yang mau selfie disitu 'n mau lewat juga. :D Kayak saya kemarin disana, pas barengan sama rombongan study tour SMA, ntah SMA mana, jadi nggak begitu leluasa mau nge-foto candi utama karena penuh anak yang lagi dipandu sama guide Candi Cetho. Tapi matanya jadi "seger" juga sih liat yang bening-bening 'n muda. >.<
Pengunjung Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan
Rombongan study tour SMA, mata jadi segeerrrr..
Diliat-liat, Candi Cetho ini mirip-mirip Machu Picchu deh, Machu Picchu-nya Indonesia gitu.. (padahal belum pernah ke Peru :p). Di Candi Cetho ini juga banyak arca yang vul to the gar, yang menunjukkan bentuk/simbol alat kelamin pria yang namanya penis dan alat kelamin wanita yang namanya vagina. Nggak percaya? Kesana aja deh, liat sendiri. Ahahaha.. Menurut sejarah, lambang phallus (penis) dan vagina ini adalah simbol penciptaan atau kelahiran kembali setelah terbebas dari kutukan.
Candi Utama Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan
Candi utama di Candi Cetho
Gerbang Candi Utama Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan
Candi utama, terletak paling atas
Sejarah Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan
Sejarah Candi Cetho
Nyesel banget deh kamera lagi nggak sehat, apalagi menghadapi backlight matahari pas mau foto dengan background kabut 'n awan :( Mana motonya susah, pake tripod, ngatur sendiri, foto sendirian. Kapan-kapan ada yang mau nemenin nggak yaa? :p

Ngerasa hari udah cukup sore di jam empat kurang seperempat, saya pun memutuskan turun dari Candi Cetho (jangan lupa balikin kain di pinggang ya), pengen ngelanjutin ke Candi Sukuh. Tapi setelah tanya ke penjaga, Candi Cetho 'n Sukuh sama-sama tutup jam 5 sore, mungkin mempertimbangkan keselamatan pengunjung juga, soalnya kalo jalan malem berkabut tebal. Ya udah deh, kayaknya nggak cukup, wong masih 5 Km-an lagi Candi Sukuhnya (tulisannya, nggak tau real-nya, jangan-jangan sama kayak dari Jumug ke Cetho).
selfie at Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan
Jangan lupa selfie, tapi tetep tahu aturan ya.. :D
Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan berasa di Bali
Berasa di Baliii, Baliii..
Yang mau one day trip eksplore Solo-Karanganyar, plan-nya diatur ya, sama ditepatin kalo bisa, jangan asyik di salah satu destinasi aja, biar dapet banyak. Tapi, jangan lupa tetap dinikmatin trip-nya. Kalo mau puas lagi ya, jangan one day trip. Hehehe..
Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan kebun teh kemuning
Kebun Teh Kemuning, kayak Bukit Teletubbies
Saran saya, yang mau one day trip Solo-Karanganyar, bisa ke Keraton Surakarta, Curug Jumog, Kebun Teh Kemuning, Candi Cetho, sama Candi Sukuh, lho.. asal bisa ngaturnya, ya. Soalnya udah enak banget, udah satu jalur tuh. :D

Happy weekend, Happy Traveling, Travelers..
Yuk Bermain di Candi Cetho, Candi di Atas Kahyangan