Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me

Halo Teman Travelers.

Tahun udah berganti ke tahun 2017 nih, ya.. Ada yang udah ngerencanain ngambil cuti di tahun 2017? Kalo ngambil cuti di hari tertentu, ngeliat kalender 2017 ini, kita bisa dapet liburan yang lumayan lama, lho. Bisa long weekend. Coba aja searching google "Kalender Liburan 2017", disana kalian bisa ngeliat jadwal libur 2017 plus saran ambil cuti. :D

Berkaitan liburan yang panjang, kalian pasti butuh tempat menginap kan? Masak libur 2-3 hari mau nginep di Masjid? Apalagi kalo liburan bareng keluarga. Nah, Meanwhile U and Me mau ngasih Tips Booking Hotel secara Online, nih. Keunggulannya, kalian nggak perlu repot survei atau telepon ke setiap hotel yang kalian tuju, tinggal search tanggal menginap kalian, bayar, dan cring... Siap menginap, deh. Berdasarkan pengalaman saya, Alhamdulillah belum pernah menjumpai masalah berarti pas nginep di hotel via booking online. Mau tahu caranya, biar kamu nggak salah pilih hotel? Yuk disimak Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me.

1. Tentukan tujuan dan tanggal keberangkatan

Yang pertama, buka browser dan pilih salah satu situs booking online seperti PegiPegi.com, Traveloka, Mister Aladin, dan sebagainya. Atau yang udah punya aplikasi iOS atau Android, buka aja. Nah untuk bahasan kali ini, karena saya seringnya pake PegiPegi, nanti ilustrasinya pake PegiPegi, ya.
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me tujuan dan tanggal keberangkatan
Mencari berdasarkan tujuan dan tanggal keberangkatan
Udah buka situs tujuan kalian, sekarang masukkan tujuan dan tanggal menginap, ya. Saran dari saya, untuk tujuan, kalo bisa yang nggak terlalu jauh dari lokasi wisata tujuan. Misal: mau main ke Pantai Selatan Yogyakarta, nginepnya di Magelang. Kejauhan! Di Jogja kan bejibun hotel yang udah bagus. :D

Nah untuk tanggal menginap, khusus long weekend/peak season, sebaiknya pesan tiket jauh-jauh hari, karena hotel yang strategis biasanya udah full booked. Contoh ya, kita menginap di Yogyakarta, tanggal 25-26 Februari 2017. Hasil yang keluar akan muncul seperti di bawah.

2. Filter Pencarianmu (Budget, Area Hotel, atau Urutan Daftar Hotel)

Di hasil yang keluar, kita masih bisa menyaring/mem-filter daftar hotel yang muncul. Manfaatkan fitur filter tersebut. Contoh:

Budget menginap kita maksimal 400 ribuan, di filter aja di fitur Tarif Hotel dari Rp 200.000,00-Rp 400.000,00. Kan nggak mungkin kita nginep di hotel yang 1 juta rupiah per malam, misalnya.
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me filter hotel
Filter Hotel
Atau kamu juga bisa memanfaatkan filter urutan hotel yang berdasarkan: Rekomendasi atau Harga. Kita klik aja filter harga, nanti yang akan muncul adalah lokasi hotel di tempat tujuan kita, dengan urutan yang paling murah sampai yang paling mahal. Kita cari yang sesuai budget kita.
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me urutan hotel berdasarkan rekomendasi
Urutan hotel berdasarkan rekomendasi
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me urutan hotel berdasarkan harga terendah
Urutan berdasarkan harga terendah
Kita juga bisa memanfaatkan filter Hotel Area. Tujuannya, agar kita nggak terlalu jauh dari lokasi yang kita tuju. Misalnya kita mau jalan-jalan di Malioboro, klik aja Lokasi Hotel yang ada di sekitar Malioboro di Hotel Area.

Dan filter-filter lainnya (tipe kamar, fasilitas kamar, bintang hotel, atau tipe hotel).

3. Cek fasilitas hotel pilihanmu (include sarapan/tidak, dsb) dan bandingkan dengan harganya

Kalo 2 langkah di atas udah dilakukan, sekarang saatnya mengecek fasilitas kamar di hotel yang kamu pilih, cari yang paling "sreg"/cocok dengan kebutuhan kamu. Fasilitas hotel yang paling umum saat ini adalah:
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me foto foto hotel
Cek juga fasilitas via foto-foto hotel
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me detail dan fasilitas hotel
Detail dan fasilitas hotel
Tempat tidur, wi-fi gratis, kamar mandi air panas-dingin, dan sarapan. Cek via foto-foto yang ditampilkan di situs tersebut. Pastikan juga jika kamu ingin kamar dan sarapan, pesan kamar yang sudah termasuk sarapan.

Kalo kamu udah menetapkan satu tujuan hotel, bandingkan harganya dengan situs/aplikasi booking hotel online lainnya.

4. Cek syarat dan ketentuan dari Hotel (waktu check in, ada yang membatalkan uang kembali, dsb)
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me syarat dan ketentuan pemesanan hotel
Syarat dan Ketentuan Pemesanan Hotel
Selanjutnya, kamu cek juga S&K dari hotel, misal kamu boleh check in jam berapa (umumnya mulai jam 13.00), terus jika kamu membatalkan pesanan sesudah membayar, apakah ada potongan biaya, uang kembali 100%, atau hangus, karena setiap hotel menerapkan kebijakan berbeda-beda. 

5. Lihat review dan rating dari pengunjung

Nah ini yang paling saya perhatikan saat booking hotel online: Review dan Rating dari wisatawan. Kadang saya suka lama memperhatikan review dan kadang keluhan dari pengunjung. Soalnya, walaupun di gambar yang ditampilkan di hotel keliatan bagus (ya iyalah, orang tujuannya ngiklan): misal kamar mandi, eh tapi kenyataannya banyak keluhan terkait kamar mandi mampet, dsb. Nah kalo di satu hotel nemuin banyak keluhan gitu, saya mending nyari hotel lainnya deh. Kecuali cuma satu orang yang ngeluh gitu, mungkin itu pas dia aja yang lagi apes.
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me ulasan hotel
Ulasan dan review wisatawan
Keluhan yang sering saya temui di ulasan wisatawan:
AC bocor, parkir sempit, varian/rasa sarapan standar, dan kamar mandi/handuk/kamar hotel bau.

6. Jika ragu, pastikan kembali tipe kamar (single/twin/double bed) dan hasil booking-mu via telepon ke recepsionist hotel.

Terakhir, kalo kamu ragu pilihan hotel kamu udah ter-booking apa belum, pastikan lagi via telepon ke hotel tujuan, pastikan juga tipe kamar kamu jika kamu punya permintaan khusus. Soalnya saya pernah punya pengalaman, saya pesan kamar dengan tipe double bed, eh ternyata dikasih twin bed yang digabung jadi satu. Kan kzl ( :P )

BONUS

7. Gunakan promo yang ada!

Nah kalo ini tergantung kebijakan masing-masing travel agent. Mereka biasanya nawarin beberapa promo. Sssssttt ini salah satu bocorannya: kalo di PegiPegi, booking via aplikasi Android bakal lebih murah dibandingkan booking via browser biasa. Biasanya banyak promo pas ada event khusus, Imlek, Tahun Baru, Idul Fitri, atau promo kartu kredit/debit dari bank tertentu. Pake aja yang bisa kamu pake, dan dapatkan harga termurah! :D
Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me promo hotel
Promo Hotel PegiPegi
Kelihatannya banyak ya? Tapi buat kepuasan pas kita menginap, nggak ada salahnya kita "riset" kecil-kecilan dulu sebelum menginap.
Nah, jadi tunggu apalagi? Kalo kamu udah menerapkan Tips Booking Hotel secara Online ala Meanwhile U and Me, maka kamu siap menginap di hotel impianmu!

Happy traveling, everybody...

Hujan Deras di Curug Muncar bikin Lensa Berjamur

Welcome 2017, welcome rainy days.

Yak, kita seakan disambut oleh musim hujan lebat saat memasuki tahun 2017 ini. Walaupun emang kayaknya kemarin-kemarin "nggak ada" yang namanya musim kemarau di tahun 2016. Ngomongin musim ujan, saya jadi keinget perjalanan saya berpetualang ke Petungkriyono, melanjutkan perjalanan saya dari Curug Bajing. Tujuan saya selanjutnya adalah Curug Muncar yang terletak beberapa kilometer dari Curug Bajing.
Curug Muncar, Hujan Derasnya bikin Lensa Berjamur
Curug Muncar, Hujan Derasnya bikin Lensa Berjamur :(
Ceritanya setelah hujan udah lumayan reda, dan kami udah sholat di Mushola di sekitar Curug Bajing, kami pun mempersiapkan diri menuju ke destinasi berikutnya, yaitu Curug Muncar. Untuk menuju Curug Muncar ini, kita perlu masuk lebih dalam lagi ke "hutan" Petungkriyono yang kayak Hutan Avatar (walaupun udah ada jalannya sih). Jalannya ekstrim banget, ada tikungan letter L yang diikuti dengan turunan curam sekitar 30 derajat, mana jalannya kecil lagi. Kami bersyukur waktu itu kami menggunakan motor, bukan mobil, karena diperlukan keahlian khusus untuk melewatinya. Saya menjumpai pengendara motor yang terjatuh (padahal pake motor gede/motor sport) saat berangkat dan mobil berisi ibu-ibu yang harus mundur lagi di tanjakan saat perjalanan pulang. Hampir saja saya "kunduran" mobil. Tau "kunduran"? :p
Curug Pandang, Petungkriyono
Curug Pandang, Petungkriyono
Hutan ala "Avatar" terbentang di Petungkriyono Curug Muncar
Hutan ala "Avatar" terbentang di Petungkriyono
Jalur "pendakian" menuju Curug Muncar Petungkriyono
Jalur "pendakian" menuju Curug Muncar
Pintu masuk Curug Muncar agak sedikit berbeda dibandingkan Curug Bajing. Kita memasuki wilayah perkampungan warga dan parkir di salah satu pekarangan warga yang cukup luas. Namun kembali, yang patut saya acungi jempol dari Petungkriyono, parkir dan tiket wisata disini sudah dikelola dengan cukup baik dan tidak "mencekik" pengunjung.
Perbedaan kedua dibanding Curug Bajing adalah sebenarnya kita tidak hanya menjumpai Curug Muncar di lokasi ini, ada sekitar 8 curug yang dapat kita jumpai disini. Makanya Petungkriyono disebut Negeri Sejuta Curug. Namun, yang cukup terkenal adalah Curug Muncar. Dan untuk menuju kesana pun ternyata cukup menantang. Awalnya kita disuguhi "jalan wisata: dengan tangga semen dan pengaman di kanan-kiri jalan. Nah, tapi untuk menuju Curug Muncar, kita perlu keluar dari jalur tersebut dan menyusuri jalan setapak dan saluran irigasi di tengah pegunungan. Kabut sudah mulai turun pada saat itu, padahal waktu masih menunjukkan pukul 1 siang.
Curug Muncar selfie Petungkriyono
Selfie sana-sini: Mas, pinjem Mbaknya buat selfie boleh? :P
Berjalan kaki di lingkungan yang sepi, becek, dan diapit jurang yang cukup curam perlu perjuangan keras agak tidak terpeleset. Menempuh perjalanan sekitar 30 menit (sambil beberapa kali selfie), akhirnya kami pun sampai di Curug Muncar. Ada beberapa cabang menuju curug lainnya yangkami temui di perjalanan dan kadang agak bingung juga untuk mencapai Curug Muncar akibat tanda arah yang kurang memadai. Namun setelah mencoba sana-sini, ditambah menyeberangi sungai kecil, kami sampai juga disana. Tidak ada orang saat kami sampai disana, sama dengan waktu saya ke Curug Bajing.
Sungai kecil yang dilewati menuju Curug Muncar Petungkriyono
Sungai kecil yang dilewati menuju Curug Muncar
Jalan menuju Curug dengan beberapa pilihan Curug papan penanda curug muncar
Jalan menuju Curug dengan beberapa pilihan Curug
Aliran air yang cukup deras, kabut yang mulai turun, bulir air yang berterbangan, ditambah udara sejuk khas pegunungan udah cukup bikin saya menggigil kedinginan. Tapi, ah masak udah ke curug tapi mau diem-dieman aja, mau diliatin doang. Mumpung kesini, udah jauh-jauh juga akhirnya saya mempersiapkan diri untuk menembus dingin menuju bawah curug (tetap hati-hati ya kalo yang mau ikutan). Dangkalnya air di bawah curug memudahkan kami untuk mengeksplorasi dan ber-selfie ria di bawah Curug Muncar. Tapi yang berani naik kayak kami kayaknya nggak banyak deh. :p
lompat di bawah curug muncar
Lompaaaaatttt
Kedinginan di Curug Muncar Petungkriyono part 1
Kedinginan part 1 (sampai ganti yang megang kamera)
Kedinginan di Curug Muncar Petungkriyono part 2
Kedinginan part 2 (beneran, dingin!)
Beberapa kali tangan menggigil untuk mengambil foto, akhirnya saya menyerahkan kamera ke teman saya sewaktu selfie. Seiring waktu, ada beberapa pengunjung wanita beserta teman lelakinya ikut ber-foto di bawah air terjun. Nyampe sebentar > selfie dari jauh > ngeliat kami foto di bawah air terjun > mupeng > ceweknya lepas-lepas > foto juga deh. :D Eh tapi bukan lepas baju lho ya, tapi lepas kerudung (duh kok kayak pintu mall sih Mbak, yang suka buka-nutup gitu? Sayang deh)
pengunjung di Curug Muncar Petungkriyono
Pengunjung di Curug Muncar: "Sayang Mbak, jilbabnya kayak pintu mall" :(
Hampir satu jam kami di Curug Muncar, sambil berlatih mengambil foto long exposure (sayang nggak punya filter, jadi hasilnya kurang maksimal). Tapi mendung yang menggelayut ditambah kabut yang semakin tebal membuat kami memutuskan untuk balik ke depan.

Benar saja, di tengah perjalanan, hujan turun lebat banget, sampai kami susah nyari tempat berteduh dan buru-buru mengamankan tas dan kamera. Sayangnya tas kamera pun basah dan lensa berembun (tidaaaaaaakkkk - akhirnya jadi aja jamur lensa beberapa bulan setelah dari curug, padahal sampai di rumah udah langsung saya keringin dan dimasukin kotak yang ada silica gelnya).
Belajar Long Exposure di Curug Muncar
Belajar Long Exposure di Curug Muncar
Curug Muncar Petungkriyono Lompat Terjun
Lompat nggak ya, terjun nggak ya?
Long Exposure Curug Muncar Petungkriyono part 1
Aliran "Lambat": Kurang halus airnya, nggak punya filter :(
Long Exposure Curug Muncar Petungkriyono part 2
Long Exposure jilid 2
Hujannya lebat, perut keroncongan pulak. Mau ke warung, masih basah kuyup. Akhirnya kami berteduh di musholla dekat pintu masuk bareng Emak-emak rempong yang kami jumpai saat mau pulang dari Curug Bajing. Pas temen nawarin Nabati Sipp, langsung comot deh, berasa enak banget. Malah saya yang ngabisin. >.< Laper banget sih, tapi di Curug Muncar ini belum banyak penjual kayak di Curug Bajing, jadi karena hujan yang nggak reda-reda (dikit doang redanya), setelah sholat pun kami memutuskan untuk tancap gas pulang ke rumah. Sempet sayang sih, jauh-jauh ke Petungkriyono cuma dapet dua curug utama. Tapi mau gimana lagi, cuacanya lagi kurang mendukung. Pas pulang, kebelet pipis saking dinginnya, untung banyak curug kecil, "nggesruk" aja disitu ahahahaha..
kabut tebal dan hujan deras curug muncar bikin lensa kamera berjamur
Kabut tebal dan hujan deras ini juga yang bikin kamera basah, akhirnya berjamur >.<
Tapi, perjuangan keras ke Curug Muncar ini seru kok, seru banget malah. Menggigil bareng, laper bareng, takut jatoh bareng. Ahahahaa..

Nah buat kalian yang belum ke Petungkriyono, rencanain aja deh kesini, tapi nunggu musim hujan agak berkurang, ya. Mungkin di bulan Maret atau April. Apalagi Petungkriyono juga semakin berbenah, soalnya promosi wisata disini juga lagi digembor-gemborkan.

Yuk, kita jalan-jalan lagi.
See you next time, caoooo...

menembus dinginnya air terjun di curug muncar
Perjuangan menembus dinginnya air (liat aja ekspresinya :p)
pose di bawah air terjun curug muncar petungkriyono
Yuhuuuuu.. Aweweeee, come here....!
Curug lupa namanya di curug muncar
Curug lupa namanya ahahaha..
Bonus: :D :p Ahahahaa...

Ada Bajing Nggak Sih, di Curug Bajing?

Curug Bajing. Kalo orang ndenger sih mungkin kepikiran tentang hewan sejenis tupai, imut-imut. Atau ada yang mikir tentang bajing loncat, apa bajing-tiiit-. Hehehe.. Yang pasti Curug Bajing tuh merupakan bagian dari Pesona Wisata di Petungkriyono, Negeri 1000 Curug. Lha terus, Ada Bajing nggak sih, di Curug Bajing?

Menempuh perjalanan ke Petungkriyono tuh gampang-gampang susah. Gampang karena aksesnya udah lumayan baik, jalurnya udah ada walaupun agak sempit (apalagi yang pake mobil), nah susahnya itu karena lokasi pintu masuk curug yang agak jauh dari akses jalan umum/jalan utama dan papan penunjuk arahnya agak kurang (maklum, jalan di tengah gunung, menembus rimbunnya pepohonan). Bayangin aja, dari gerbang utama Ekowisata Petungkriyono aja masih sekitar 1 jam perjalanan. Tapi, liat aja, nanti bakal terbayar deh sama asyiknya menikmati Curug Bajing.
curug bajing petungkriyono pekalongan ada bajing nggak sih, di Curug Bajing?
Ada bajing nggak sih, di Curug Bajing?
Setelah sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya kami sampai juga di Curug Bajing. Agak kaget saya melihat gerbang/pintu masuk menuju Curug Bajing. Terlihat ada beberapa pondokan, musholla, dan beberapa warung disana yang berjejer rapi. Akses susah, jauh, tapi ada warung lengkap gitu. Hmm.. keren juga pengelolaannya, agak jauh berbeda dengan Curug Bengkawah yang saya kunjungi beberapa waktu sebelumnya.

Lokasi parkir masih sangat-sangat sepi, hanya ada 1 motor selain 2 motor kami. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Suasana juga pas agak teduh dan mendung, maklum, di tengah gunung, jadi ya dingin n sejuk. Nggak pake lama, kami langsung menuju loket pembelian tiket, disana terlihat ada peta wisata Petungkriyono. Saya kok agak-agak lupa, kalo nggak salah cukup membayar Rp 5.000,00 per orang kamu udah bisa menikmati Curug Bajing. Motor juga cuma Rp 2.000,00. Cukup ekonomis menurut saya dan bukan "pemerasan" yang kadang terjadi di beberapa area wisata.
curug bajing petungkriyono pekalongan dari kejauhan
Curug Bajing dari Kejauhan
Setelah membeli tiket, kami langsung menyusuri jalan setapak menuju Curug Bajing. Letak Curug Bajing tidak terlalu jauh dari loket karcis, estimasi saya kurang dari 500 meter. Dari kejauhan tampak aliran air begitu deras mengalir. Udah ketemu sama Bajing? Belum.
Yang menarik dari Curug Bajing adalah di sepanjang jalur air, ada beberapa undak-undakan yang bisa digunakan untuk bermain air, tapi hati-hati kepleset ya. Ada juga beberapa jalan air dengan bebatuan yang juga cocok untuk mandi-mandi segerr.. Hehehe.. Airnya pun seger dan sejuk, khas air pegunungan. Saya tidak menyarankan untuk mandi-mandi atau bermain air tepat di bawah air terjun, mengingat debit air yang menggrojog dari curug sangat deras, bisa-bisa hilang ditelan pusaran air atau kejatuhan benda berat dari atas.
curug bajing petungkriyono pekalongan undak-undakan
Undak-undakan di alur air
curug bajing petungkriyono pekalongan curug dan jembatan
Bagus banget buat take photo >.<
Bulir air yang berasal dari cipratan air terjun pun terbang cukup jauh dari area jatuhnya air, sehingga cocoknya pake action cam kalo mau main di dekat area Curug Bajing. Saya aja terpaksa mengorbankan lensa kamera saya berembun dan terkena cipratan air untuk mengabadikan beberapa momen di sekitar Curug Bajing (jangan ditiru ya, sayang lensanya, saya juga nyesel). :( Buat yang bawa HP, bagusnya juga pake cover anti air, atau bagus lagi punya HP yang waterproof hehehe..
curug bajing petungkriyono pekalongan lensa berembun cipratan air curug
Lensa berembun terkena cipratan air :(
Info rahasia: di dekat Curug Bajing ada spot yang agak tertutup bebatuan, jadi kalo tiba-tiba kebelet pipis, disana aja, hehehe.. Karena toilet baru ada di dekat loket karcis di atas. Ini buat cowok ya, kalo buat cewek yaa..silahkan aja ahahaha cowok juga ga keberatan kok, kalo ngeliat kalian :P
curug bajing petungkriyono pekalongan spot rahasia
Spot Rahasia!
Udah ketemu sama Bajing nya? Belum.

Nah kalo kamu juga lupa bawa bekal, n tiba-tiba lapar habis main air, di dalam (di area Curug Bajing) juga ada satu warung buat memuaskan nafsu makan kamu, tapi makanan ringan ya. Kamu bisa ngopi-ngopi, makan gorengan, atau sekedar ngacang (makan kacang) n nyusu disini. Jadi nggak harus nunggu ke atas. Harganya juga harga normal kok, jadi kamu bisa tenang ngabisin makanan di warung itu.
curug bajing petungkriyono pekalongan warung di dekat curug bajing
Warung di dekat lokasi Curug Bajing
Beranjak siang saya semakin menyadari beruntungnya saya bisa sampai di Curug Bajing pagi-pagi, sebelum lokasi ramai pengunjung. Saat pengunjung sudah berdatangan mengunjungi Curug Bajing, kamu bakalan susah mencari spot-spot bagus untuk berfoto ria, apalagi kadang cowok tuh malu kalo disuruh pose terus banyak yang ngeliatin #curhat >.< Ahahahaha...
curug bajing petungkriyono pekalongan pengunjung ramai
Semakin siang pengunjung semakin ramai
curug bajing petungkriyono pekalongan selfie
Selfie dulu, aaahhh..
Sekitar jam setengah dua belas, kami putuskan untuk naik, dan beralih menuju ke Curug Muncar. Eh tapi karena gerimis dan mendadak hujan cukup lebat, kami berteduh dulu di warung depan, sambil menikmati kopi khas Petungkriyono. Bukan barista sih yang bikin kopinya, tapi Mbak-Mbak nya udah cukup hangat untuk mengobati rasa dingin kami (hangat kopinya ya, bukan yang lain :p).
curug bajing petungkriyono pekalongan kopi petung
Kopi Petung dan Mbak yang "Menghangatkan" (karena mbuatin kopi) :D
Hujan agak reda, kami memutuskan untuk sholat dhuhur dulu sebelum meluncur ke Curug Muncar. Eh eh eh, lha gimana? Bajingnya udah ketemu belum? Ada bajing nggak, di Curug Bajing?

Jawabannya: kalo bajing tupai nya sih, kami nggak ketemu selama di Curug Bajing, tapi kalo tulisan Bajing, banyak banget tuh disana. Hehehe

Jadi, ada bajing nggak di Curug Bajing? Yaa..suka-suka kamu deh, mau jawab ada atau nggak.
Saya kasih foto lainnya selama disana, ya.. :D
curug bajing petungkriyono pekalongan jembatan bambu
Jembatan Bambu Curug Bajing
curug bajing petungkriyono pekalongan grojogan pijat
Grojogan Pijat Curug Bajing
curug bajing petungkriyono pekalongan welcome to curug bajing ekowisata petungkriyono
Welcome to Curug Bajing!
curug bajing petungkriyono pekalongan area foto
Salah satu area berfoto
curug bajing petungkriyono pekalongan pemandangan sekitar
Pemandangan sekitar Curug Bajing
 Caooo.. sampai ketemu di artikel Curug Muncar, ya.. :)

Petungkriyono, Negeri 1000 Curug

Nice to meet you again, Travelers..

Gimana acara 17 Agustus kemarin di daerah kamu? Menyenangkan? Lebih menyenangkan mungkin ya, kalo kamu mencoba merayakan kemerdekaan Republik Indonesia di daerah lain, mencoba suasana baru, pengalaman baru. Kali ini, Meanwhile U and Me bukan mau ngajak kamu merayakan kemerdekaan RI, tapi mau nyeritain perjuangan Admin menjelajah dan menembus perbukitan, di daerah Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug Curug Bajing
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug
Buat orang Pekalongan, Batang, maupun Pemalang, mungkin nama Petungkriyono sudah terasa familier, tidak asing lagi. Namun, bagi orang luar Pantura Pemalang-Batang, tentunya masih asing dengan nama Petungkriyono, apalagi Petungkriyono bukan daerah yang terkenal, setidaknya itu sampai tahun lalu. Di tengah gencarnya promosi pariwisata yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kabupaten Pekalongan terlihat tidak mau ketinggalan dengan kota dan kabupaten lain. Para warga dan pejabat kabupaten, mencium banyaknya potensi wisata yang ada di daerah Petungkriyono, terutama curug dan potensi sungai yang ada. Tidak salah saya semakin penasaran untuk menjelajahi Petungkriyono setelah beberapa teman saya "meracuni" untuk berpetualang disana.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug awal perjalanan
Awal yang cerah tapi "adem" untuk memulai petualangan
Datanglah sebuah schedule yang sedikit tidak direncanakan. Dengan teman seadanya, kami bertiga bersiap menjelajah Petungkriyono yang berjarak sekitar 50 Km dari rumah saya yang terletak di Ampelgading. Ketika kamu sampai di perempatan Kajen (dari arah utara), kamu jangan lurus ke arah Linggo Asri/Banjarnegara, tetapi ambillah arah timur (ke arah Doro/Larangan). Nah begitu sampai di Pasar Doro, kamu ambil jalan yang agak kecil di Selatan Pasar untuk kemudian menuju Pintu Gerbang Ekowisata Petungkriyono. Kalo bingung, sebaiknya di Pasar Doro kamu tanya orang sekitar deh, atau kamu bisa pake GPS dengan kata kunci Curug Bajing/Curug Muncar. Satu lagi, begitu masuk Gerbang Ekowisata Petungkriyono, kamu akan sulit mendapatkan bahan bakar, jadi sebaiknya kamu isi penuh sebelum sampai disana ya.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug gerbang ekowisata
Gerbang Ekowisata Petungkriyono
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug dilarang berburu
Plang "dilarang Berburu di Kawasan Hutan Lindung" (klik untuk memperbesar)
Begitu memasuki gerbang ekowisata, kamu akan menjumpai jalan kecil disertai tebing di kiri-kananmu, suasana hutan yang masih terasa begitu alami dengan kicauan burung plus hewan lainnya, serasa kamu benar-benar bertualang menjelajah hutan seperti di film Indiana Jones atau Jurassic Park. Saya kagum sama orang yang membangun akses jalan menuju ke Petungkriyono mengingat medannya yang terjal dan sulit.


Tujuan pertama saya adalah menuju Curug Bajing, untuk kemudian lanjut ke Curug Muncar. Nah di sepanjang perjalanan, kamu akan banyak bertemu dengan curug-curug kecil maupun sungai kecil yang mengalir dengan suara gemericik airnya yang terasa menyegarkan. Karena itulah saya ingin menyematkan Negeri 1000 Curug pada Petungkriyono. Tetapi sayang, saya menjumpai beberapa sampah yang ditinggalkan wisatawan yang beristirahat di sekitar curug kecil, terutama yang terletak di tikungan (daerah yang agak luas untuk beristirahat). Masih sekitar jam 8 saat menembus bukit menuju Petungkriyono, matahari tampak masih malu menembus rimbunnya pepohonan.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug perjalanan
We're Ready!
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug jalan halus
Jalan "halus" di Petungkriyono
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug suasana dan kondisi perjalanan
Suasana sepanjang perjalanan
Perasaan kok lama banget di jalan, nggak nyampe-nyampe ke Curug Bajing, ternyata 50 Km sudah berlalu dan akhirnya sampailah saya di Curug Bajing dengan odometer menunjukkan saya telah berjalan sejauh 70 Km. Waow, meleset lumayan jauh ya, dari perkiraan. Terpesona dengan kesegaran Curug Bajing, sayapun melanjutkan perjalanan ke Curug Muncar (report perjalanan di artikel selanjutnya, ya.. ;) ). Ternyata, lebih banyak lagi air terjun yang ada di lokasi wisata Curug Muncar, ataupun saat perjalanan menuju kesana. Nggak heran dan nggak salah lagi kalo saya menyematkan label Negeri 1000 Curug ke daerah Petungkriyono. Sayang, begitu beranjak siang, hujan turun sangat deras sehingga saya tidak begitu leluasa mengambil dokumentasi selama perjalanan. Yang pasti, butuh ketrampilan berkendara khusus dan fisik yang bagus untuk menjelajahi Negeri 1000 Curug ini.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug curug di pinggir sepanjang jalan
Salah satu curug di tepi jalan, banyak curug sepanjang jalan Petung
Selain curug-curug yang ada di Petungkriyono, saya melihat beberapa spanduk yang menawarkan arung jeram, dan pemandangan bukit, tetapi saya belum berkesempatan menjelajah lebih jauh lagi.
Petungkriyono, Negeri 1000 Curug Peta Wisata
Peta Wisata Petungkriyono
Nah buat yang pengen berpetualang, siapin fisik dan kendaraan kamu ya, dijamin kamu nggak akan nyesel berpetualang ke Petungkriyono, Negeri 1000 Curug. Lelah yang muncul selama perjalanan, terbayar LUNAS dengan pemandangan indah dan alami yang kamu dapatkan selama disana.

Happy traveling, Guys! :D