Aceh Kuliner

11:37:00 AM Dimas A. R. Kambuna 0 Comments

Halo, ketemu lagi dengan blog Meanwhile U ‘n Me. Sekarang kita masih membahas Aceh, kali ini kita akan menilik lebih jauh makanan dan minuman Aceh. Aceh sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki menu khas. Itu juga adalah sebagai warisan budaya nenek moyang kita yang harus dijaga dengan baik agar dapat lestari sampai pada anak cucu kita. Sebab arus globalisasi yang akan terus melanda ini buka tidak mungkin warisan budaya seperti itu akan hilang. Gaya hidup yang serba instan saat ini memiliki kontribusi akan hilangnya warisan budaya seperti kuliner ini. Ini harus diantispasi agar jati diri bangsa yang berlandaskan kultur yang khas tidak akan hilang, demikian pula dengan Aceh.

Kendatipun demikian dalam hal ini orang Aceh sangat bangga dengan menu-menu Aceh itu. Bila kita jalan di kota-kota luar Aceh biasanya mudah sekali kita menemui rumah orang Aceh. Karena di depan rumahnya itu kemungkinan besar ada ditanami tumbuhan yang dalam bahasa Aceh disebut ”Bak Teumeurui” atau dikenal sebagai nama ”Daun Sereh Aceh”. Daun tumbuhan ini biasanya digunakan sebagai pewangi pada masakan Aceh.

Berikut ulasan singkat beberapa makanan maupun minuman khas Aceh:
1. Kuah Pliek, ini makanan yang paling disukai oleh masyarakat Aceh, khususnya mereka yang berada di daerah Timur Aceh, khususnya di daerah Aceh Pidie dan sekitarnya. Bahan utama untuk kuah pliek ini adalah Pliek U yaitu sisa perahan kelapa pada pembuatan minyak kelapa bukan melalui pemanasan tetapi melalui pembusukan terlebih dahulu. Kemudian ciri khas lain dari Kuah Pliek ini adalah pencampuran berbagai sayuran yang telah dipotong-potong kecil, termasuk cabe hijau. Jadi kalau makan kuah pliek juga tidak dapat dihindarkan dari rasa pedas.

Aceh Kuliner-Pliek U
Pliek U Aceh
2. Gulee Keumamah. Keumamah ini adalah ikan tongkol yang sudah diawetkan secara pemanasan. Selain keumamah juga dikenal sebagai ikan kayu karena memang mirip dengan kayu kalau kita lihat.
Aceh Kuliner-Ikan Keumamah
Ikan Keumamah (Ikan Kayu)
3. Ayam Tangkap, masakan ini merupakan beberapa tahun terakhir terdengar dan terkenal di Aceh. Ayam Tangkap, satu ayam dipotong kecil-kecil dan digoreng menggunakan bumbu dan rempah yang digoreng bersamaan dengan daun biasanya daun teumeurui (temuru) tadi. Rempah dan daun tadi membuat ayam tangkap memiliki rasa yang khas.
Aceh Kuliner-Ayam Tangkap
Ayam Tangkap
4. Mie Aceh juga memiliki rasa yang khas, dapat ditemui di Jakarta, Jogja, Bandung, atau beberapa kota lain, meskipun rasanya saudah dimodifikasi dengan selera masyarakat setempat. Mie yang sudah ’go internasional’ ini biasanya dilengkapi bermacam- macam campuran, seperti kepiting, seafood, daging sapi/rusa, jamur, dan lainnya.
Aceh Kuliner-Mie Aceh
Berbagai Macam Mie Aceh
5. Timphan, merupakan makanan tradisional Aceh yang terbuat dari tepung ketan dan dibungkus dengan daun pisang. Isinya terbuat dari Inti (Kelapa yang diberi gula merah) dan juga Aso Kaya (Srikaya). Rasanya manis dan enak di lidah. Saya belum menemui makanan ini lagi selain di Aceh.
Aceh Kuliner-Timphan
Timphan
6. Bhoi, bolu tradisional Aceh yang memiliki rasa yang manis, dan cocok disantap bersama kopi Aceh yang hangat. Biasanya Bhoi digunakan sebagai bahan antaran mempelai ketika acara pernikahan.
Aceh Kuliner-Bhoi
Bhoi (Kue Ikan)
7. Keukarah, yang berbentuk seperti sarang burung walet ini membuat orang mengira Keukarah terbuat dari sarang burung walet. Rasanya yang renyah dan bentuknya yang unik menjadikannya cocok sebagai oleh- oleh untuk dibawa kemana saja.
Aceh Kuliner-Keukarah
Keukarah
8. Aroma kopi Aceh sudah sejak lama terkenal di Indonesia, mungkin pula di dunia. Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbesar di negeri kepulauan ini. Tanah Aceh menghasilkan sekitar 40 persen biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia. Indonesia merupakan pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia. Bicara kopi Aceh pascatsunami, tak bisa lepas dari berdatangannya komunitas internasional di bumi Serambi Mekkah ini. Mayoritas mereka juga menyukai kopi Aceh. Bill Clinton, yang mantan Presiden Amerika Serikat itu pun, mengagumi kopi Aceh. Utusan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk korban tsunami itu, siap mempromosikan kopi Aceh, ke seluruh dunia melalui sebuah industri kopi di negerinya, Starbucks Coffee. Melalui dirinya, Starbucks Coffee telah menyatakan siap membeli kopi produksi Nanggroe Aceh Darussalam itu. Menurut Clinton, Starbucks Coffee telah menyetujui untuk mengambil kopi dari Aceh. Industri kopi itu tidak hanya membeli tapi juga mencantumkan dimana kopi itu berasal, yaitu tentu dengan label kopi Aceh.

Pada dasarnya kopi Aceh sama dengan kopi-kopi lainnya. Namun, karena ada beberapa bubuk kopi yang dicampur dengan bahan-bahan lain seperti jagung dan beras, ini bisa membuat cita rasa asli dari kopi hilang. Namun, masih banyak kopi Aceh yang asli, tanpa dicampur lagi, seperti Solong Ulee Kareeng yang tetap menjaga keaslian kopinya. Bahkan, tamu yang pernah mampir ke rumah saya bisa membedakan kopi Aceh dengan kopi biasa. Tamu tersebut merasa heran karena kopinya terasa khas dan lebih enak.
Aceh Kuliner-Kopi Aceh

Aceh Kuliner-Macam Kopi Aceh
Macam- macam Kopi Aceh
Saya pikir, masih banyak menu khas yang lain yang terdapat di Aceh, dan kebanyakan masakan itu pas di lidah saya dan mungkin kebanyakan warga Indonesia di daerah lain. So, lets visit Aceh. A Place Blessed with Natural Beauty and As A Spiritual Gateway.

Buat info lengkapnya, silahkan kunjungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Eh iya, buat yang berada di Yogyakarta, makanan khas Aceh bisa ditemui dan dibeli di RM Bungong Jeumpa, yang memiliki 2 cabang di Jl. R. W. Monginsidi 40B (Belakang Borobudur Plaza) dan cabang baru di daerah Demangan Baru dekat Kampus Universitas Atmajaya. Banyak makanan khas Aceh disana, terutama mie dan nasgor Aceh, cane, timun kerok, teh tarik, dan sebagainya. Monggoo..... :)

You Might Also Like

0 comments:

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)