Tips dan Trik Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor (On the Road)

1:45:00 PM Dimas A. R. Kambuna 12 Comments

Halo.. Ketemu lagi. Dalam artikel sebelumnya, telah dibahas persiapan untuk berkendara jarak jauh. Kita butuh kehati-hatian saat berkendara. Bukannya mendoakan, tapi terkadang yang sudah hati- hati saja celaka, apalagi yang tidak? Sekarang, para travelers bisa menyimak, bagaimana ketika kita berada on the road?? Check it out…

1. Berdoa: tentu buat keselamatan kita

2. Kecepatan: Kita bisa menyesuaikan kecepatan kendaraan kita sesuai kondisi jalan yang dilalui kita. Jika melewati pasar/ keramaian lainnya, usahakan kecepatan kita tidak melebihi 40 Km/jam. Bila jalan lengang/ sepi, bisa kita pacu dengan kecepatan 60 Km/ jam ke atas.

3. Posisi tangan sebaiknya menggenggam tuas gas dengan mantap, dengan punggung tangan berada di atas. Saya sering melihat, khususnya para rider cewek, memegang tuas gas dengan posisi punggung tangan di bawah, karena takut punggung tangan menjadi hitam. Kadang ada juga yang udah pake sapu tangan, tapi masih “membalik” tangannya. Bisa saya katakan, posisi tersebut sangat BERBAHAYA karena tangan kita tidak cukup kuat menjaga kestabilan sepeda motor dengan posisi tersebut. Selain itu, posisi tangan yang mantap tadi meminimalisir akibat cedera ketika kita celaka.

Posisi Mengemudi Sepeda Motor dan Menggenggam yang Benar
Posisi Mengemudi dan Menggenggam yang Benar
4. Gunakan spion Anda ketika menyalip/ belok, dan selalu berikan lampu sign. Cek kendaraan di belakang Anda untuk menghindari kendaraan yang muncul tiba- tiba.

5. Jaga jarak aman dari kendaraan di belakang Anda. Jika kita dalam kecepatan rendah (40 Km/jam ke bawah), jarak ideal minimal adalah 3-5 meter dengan kendaraan di depan, kecepatan sedang (40-60 Km/jam) jarak minimal 5-10 meter, dan kecepatan tinggi (60 Km/jam ke atas) jarak ideal di atas 10 meter. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga di depan kita, sehingga saat pengereman, sepeda motor kita bisa berhenti sempurna dan tidak menabrak/ terjatuh. Apalagi saat hujan.

6. Porsi pengereman : Usahakan 60% rem depan dan 40% rem belakang, dimana hal ini menghasilkan kestabilan pengereman yang lebih baik.
Aspek-aspek Berkendara
Aspek-aspek Berkendara

7. ISU HANGAT: boleh tidaknya perempuan membonceng dalam posisi “ngangkang” seperti yang ramai diperbincangkan akan diterapkan di beberapa daerah di Aceh. Menurut saya, hal itu pantas diberlakukan bagi para wanita yang memakai rok, karena sangat tidak pantas dengan rok, mereka malah “menerima angin” dari arah depan, bisa- bisa malah masuk angin. Hahaha… Juga yang menggunakan rok panjang (misal memakai jilbab), tidak pantas juga duduk “mengangkang” karena jilbab/pakaian muslim tersebut akan sia- sia karena rok Anda terangkat. Entah mengapa akhir – akhir ini malah banyak wanita memakai rok dan duduk “mengangkang” ketika membonceng. Apakah adat kesopanan telah bergeser? Untuk perjalanan jauh, untuk lebih aman dan nyamannya, gunakan celana panjang bagi para wanita dengan posisi “mengangkang” tidak apa- apa.

Posisi yang Kurang Etis dalam Membonceng
Posisi yang Kurang Etis dalam Membonceng
8. Ketika berada di belakang kendaraan besar (mobil, truk, bis), jaga jarak Anda, jangan terlalu dekat. Ketika berada di belakang mereka, Anda tidak dapat melihat kondisi jalan di depan Anda, maka usahakan mengikuti mereka di salah satu sisi roda mereka, yang kanan atau kiri, karena pada umumnya mereka menghindari lubang dengan menempatkan lubang tersebut di tengah kendaraan mereka, antara roda kanan dan kiri. Bagi kita, rider sepeda motor, sangat berbahaya ketika tiba- tiba menjumpai ada lubang di depan kita, apalagi saat dalam kecepatan tinggi.

9. Saat musim Hujan
Ketika hujan turun, gunakan jas hujan Anda, usahakan yang jas hujan 2 piece agar lebih pas di badan kita. Jas hujan kelelawar memberikan terpaan angin yang lebih besar dan dapat mengganggu kestabilan motor kita.

Pertimbangkan untuk berhenti sejenak saat hujan begitu deras hingga kita tidak dapat melihat jalan/ kondisi jalan di depan kita.

Jaga kecepatan Anda, karena biasanya jalan yang rusak/ berlubang tertutup oleh genangan air sehingga membahayakan diri kita.

10. Perkirakan jarak yang Anda tempuh sehingga Anda dapat mengestimasi berapa liter bahan bakar yang Anda habiskan, dan Anda akan bisa memperkirakan dimana Anda harus mengisi bahan bakar.

11. Saat jarak jauh, usahakan istirahat/ senam setiap 1,5 jam – 2 jam untuk menjaga kebugaran dan semangat Anda.

12. Jika Anda belum mengetahui daerah yang Anda tuju, bawa peta, Google Map, atau perangkat yang sejenis. Hal ini berguna saat Anda tersesat. Jangan lupa juga, kita bisa menanyakan arah jalan pada warga sekitar. Bertanya lebih baik daripada tersesat jauh.

13. Selalu waspada ketika berkendara terhadap kondisi jalanan. Karena terkadang lingkungan/ orang di sekitar kita yang dapat menimbulkan masalah bagi kita.

14. Jaga kesopanan dalam berkendara, jika ingin memberikan peringatan, cukup dengan klakson dsb. Hindari mengacungkan jari tengah pada pengendara lain, karana Anda akan dikejar. Hehehe…

15. Patuhi peraturan yang berlaku, dari kepolisian maupun DLLAJR, Jasa Marga, dsb.

Demikian tips dan trik yang dapat saya berikan, bagi para travelers yang suka berkunjung ke berbagai tempat menggunakan sepeda motor.

Semoga bermanfaat. Mari kita jalan- jalan… :)

You Might Also Like

12 comments:

  1. hanya mengoreksi saja pada point 5. tentang jarak ideal (jarak aman berkendara).. betul yang di jelaskan diatas.. tapi pastina aturan standard safety riding untuk jarak aman berkendara adalah 2 detik. berpatok pada saat benda (misal: tiang listrik) yeng di lalui oleh kendaraan didepan kita. semoga bermanfaat..

    ReplyDelete
  2. Iya, Mas. Kemaren sebenarnya juga ada referensi patokan tersebut, cuma mengingat kemarin posting saya sudah terlalu panjang, jadi belum saya masukkan. Mungkin nanti bisa jadi bahan postingan selanjutnya.
    Makasih banyak Mas, buat masukannya. :)

    ReplyDelete
  3. menambahkan sedikit, karena saya sering bepergian jarak jauh. apabila kita melalui jalan yang banyak tikungan dan tidak tembus pandang (ada tebing, hutan dll), maka usahakan selalu di jalur kiri, jangan sampai mengambil jalur kanan, karena sering tiba-tiba ada kendaran dari arah berlawanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, benar sekali Mas. Berbahaya. Saya pernah pengalaman juga ditilang polisi walaupun saya anggap aman dan tidak ada mobil/kendaraan di "blind spot" tersebut. Setelah tahu, saya lebih berhati2 lagi. :)

      Makasih ilmunya, Mas.

      Delete
  4. Makasih mas infonya ..
    kebetulan mau jalan jauh nih alias pulkam ...
    baru pertama kalinya jalan jauh bawa motor sendiri ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe emg kudu siap fisik dan mental mau jalan jauh tuh..

      Delete
  5. Tambahan aja, untuk lebih safety lagi bisa menggunakan pelindung lutut kaki dan lengan dan juga jaket yang memiliki pelindung di pundak dan punggung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaps, bener banget tuh Mas.. Setuju saya.. Emg biasanya yang "kena" (Naudzubillah) kalo pas jatoh tu ya itu, lutut, siku..

      Delete
  6. Mau nanya sesuatu yang ga berhubungan dong. 16 tahun itu bisa ga sih bikin sim?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menurut Undang2 sih syarat minimal 17 tahun, tapi sepertinya kalo bikin masal lewat sekolah 16 tahun sudah bisa

      Delete
  7. numpang nanya mas, kalo mau jarak jauh.. lebih baik pake jaket parasit/kulit atau jaket bahan ya mas??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagusnya sih jaket kulit Mas, soalnya bisa lebih tahan angin :D

      Delete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)