Benteng Vredeburg: Saksi Sejarah sejak Zaman Belanda

11:30:00 AM

Banyak bangunan bersejarah yang terdapat di daerah Yogyakarta. Sata-rata bangunan tersebut sudah ada sejak zaman Belanda menjajah Indonesia. Salah satunya adalah Benteng Vredeburg yang terdapat di kawasan 0 Km pusat kota Yogyakarta. Bekas benteng yang telah dijadikan museum ini menambah khas suasana kota Yogyakarta akan sejarahnya yang kental, bersanding dengan Monumen Serangan Umum 1 Maret dan Istana Presiden (Gedung Agung) yang sempat dijadikan kantor Presiden SBY saat terjadi erupsi Merapi.
Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg adalah peninggalan masa penjajahan Belanda. Museum Benteng Yogyakarta, pada awalnya bernama "Benteng Rustenburg" yang mempunyai arti "Benteng Peristirahatan". Benteng ini dibangun pada tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda, digunakan untuk menahan serangan dari Kraton Yogyakarta. Benteng ini baru berubah nama menjadi Benteng Vredeburg (Benteng Perdamaian) pada tahun 1788.

Sejak berdiri hingga sekarang, bangunan ini telah menjadi saksi sejarah dan mengalami beberapa perubahan fungsi, antara lain berfungsi sebagai benteng pertahanan, markas militer Belanda dan Jepang, markas militer RI, pusat informasi dan pengembangan budaya nusantara, hingga menjadi Museum Perjuangan dan dibuka untuk umum pada tahun 1987. Kemudian pada tanggal 23 November 1992 barulah Benteng Vredeburg resmi menjadi "Museum Khusus Perjuangan Nasional" dengan nama "Museum Benteng Yogyakarta".
Benteng Vredeburg-Patung Pahlawan
Patung Pahlawan
Benteng Vredeburg-Meriam
Meriam zaman Belanda
Kita dapat melihat dan mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dengan melihat meriam dan patung para pahlawan yang telah dengan gigih berjuang melawan Belanda, untuk meraih kemerdekaan. Dengan luas kurang lebih 2100 meter persegi, Museum ini memiliki beberapa koleksi antara lain:
  • Bangunan-bangunan peninggalan Belanda, yang dipugar sesuai bentuk aslinya.
  • Diorama-diorama yang menggambarkan perjuangan sebelum Proklamasi Kemerdekaan sampai dengan masa Orde Baru.
  • Koleksi benda-benda bersejarah, foto-foto, dan lukisan tentang perjuangan nasional dalam merintis, mencapai, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Indonesia.
Tidak sulit untuk mengunjungi Museum ini. Anda hanya perlu menuju ke Malioboro dan menuju ke Selatan (ke arah Kraton) dan Anda akan menemuinya sekitar 50 meter sebelum traffic light.
Suasana Rindang Benteng Vredeburg (foto diambil dari sumber)
Pepohonan yang ada membuat suasana Benteng menjadi sejuk, sehingga kita juga betah berlama-lama, menikmati sejarah, merasakan perjuangan gigih para pahlawan bangsa. Museum ini buka pada hari Selasa - Jumat : 08.00 - 16.00 WIB dan Sabtu - Minggu : 08.00 - 17.00 WIB. Sedangkan hari Senin dan hari libur nasional, tutup. Anda juga hanya perlu mengeluarkan kocek bagi orang Dewasa dan Wisatawan Asing: Rp 750,00, dan Anak-anak: Rp 250,00. Cukup murah bukan?

Jika di Bandung ada Museum KAA, di Jogja ada Benteng Vredeburg. Jadi, kapan lagi Anda bisa melihat kokohnya Benteng Vredeburg, benteng peninggalan Belanda jika bukan di Yogyakarta. 
Mari berwisata. :)

You Might Also Like

1 comments

  1. berkunjung ke benteng vredeburg memang sangat pas sekali, kita jadi tahu sejarah-sejarah zaman dahulu saat para pahlawan berjuang untuk memerdekaan Indonesia tercinta ini.

    ReplyDelete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)

Promo Tiket Pesawat

Member Of



Travel Blogs
best blogs