Dataran Tinggi Dieng, Sejuk Menyegarkan

12:00:00 AM

Hmmm... Dah mau masuk musim kemarau nih, musim panas. Hujan mulai sedikit dan terkadang suhu saat siang hari jadi panas. Pengen merasakan udara yang sejuk sedikit menusuk tulang? Bagi yang berada di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya, Anda bisa mengunjungi Dataran Tinggi Dieng sebagai alternatif wisata Anda di akhir pekan, maupun saat liburan.
Dataran Tinggi Dieng
Dataran Tinggi Dieng
Dieng merupakan kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dari Wonosobo saja sudah terasa hawa sejuknya daerah ini, sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin melepas penat dengan berdingin-ria. Bagi Anda yang berada di Yogyakarta, Anda bisa menempuh jalur Yogya-Borobudur-Wonosobo, dengan waktu tempuh 2-3 jam, atau jalur Semarang-Magelang-Wonosobo bagi Anda yang berada di utara Jawa dengan waktu tempuh 3-4 jam perjalanan.

Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15-20 °C di siang hari dan 10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Obyek Wisata Dieng

Karena Dieng adalah merupakan dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, maka terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air, dan berbagai material vulkanik lainnya. Gas tersebut cukup berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah itu jika kadarnya melebihi ambang batas. Selain itu, terkadang terjadi gempa bumi disertai gas beracun seperti yang terjadi baru-baru ini sehingga penduduk banyak yang dievakuasi ke tempat aman.
Gas Beracun Dieng
Gas Beracun
Selain kawah, terdapat pula danau-danau vulkanik yang berisi air bercampur belerang sehingga memiliki warna khas kuning kehijauan.
Berikut beberapa obyek wisata di Dieng.
Telaga Merdada Dieng
Telaga Merdada
  • Telaga: Telaga Warna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung. Telaga Pengilon, yang letaknya bersebelahan persis dengan Telaga Warna, uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Telaga Merdada,  merupakan yang terbesar di antara telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Airnya yang tidak pernah surut dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian. Bahkan Telaga ini juga digunakan para pemancing untuk menyalurkan hobi atau juga wisatawan yang sekedar berkeliling dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.
  • Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila, Kawah Candradimuka.
  • Kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati.
  • Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat olah spiritual
  • Sumur Jalatunda.
  • Dieng Volcanic Theater, teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng.
  • Museum Dieng Kailasa, menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka di atas atap museum, serta restoran.
  • Mata air Sungai Serayu, sering disebut dengan Tuk Bima Lukar (Tuk = mata air).
Kawah Dieng

Suasana Dieng

Pada umumnya, Anda akan ditarik tiket masuk sebesar Rp 5.000,00-Rp 10.000,00 untuk menikmati per obyek wisata di Dieng, plus biaya parkir sebesar Rp 2.000,00 untuk motor dan mobil mungkin Rp 5.000,00. Anda juga harus siap menyium bau menyengat dari belerang jika Anda mengunjungi kawah yang ada di Dieng. Selain sebagai obyek wisata alam, uap panas di Dieng juga dimanfaatkan sebagai pembangkit hidrotermal.
PT Geo Dipa Energy
PT Geo Dipa Energy
Menikmati Suasana Dieng 

Setelah lelah menikmati kawasan wisata di Dieng, Anda dapat menikmati gorengan hangat yang dijual penduduk sekitar. Harga gorengan tersebut cukup murah, Rp 500,00 plus Anda dapat menikmati sambal yang maknyus sebagai teman memakan gorengan. Namun, karena udara yang sangat dingin, terasa sekali bahwa minuman hangat dan gorengan yang kita beli, cepat menjadi dingin. Selain itu Anda juga bisa membeli beragam sayuran untuk dijadikan oleh-oleh. Kawasan Dieng merupakan penghasil sayuran dataran tinggi untuk wilayah Jawa Tengah. Kentang adalah komoditi utama. Selain itu, wortel, kubis, dan berbagai bawang-bawangan dihasilkan dari kawasan ini. Selain sayuran, Dieng juga merupakan sentra penghasil pepaya gunung (carica) dan jamur.
Carica
Carica (foto diambil dari sumber)
Pepaya gunung atau karika (sering ditulis carica, Vasconcellea cundinamarcensis, syn. Carica pubescens) adalah kerabat pepaya yang menyukai keadaan dataran tinggi basah, 1.500-3.000 m di atas permukaan laut. Daerah asalnya adalah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan.
Desa Sembungan Desa Tertinggi di Jawa
Desa Sembungan
Jika ingin membeli manisan Carica di produsennya secara langsung, Anda dapat mengunjungi Desa Sembungan yang merupakan Desa Tertinggi di Pulau Jawa. Harga Carica adalah Rp 5.000,00 untuk Carica dengan wadah cup, dan Rp 10.000,00 untuk Carica dengan wadah toples kecil.

Penat dengan udara kota yang kotor? Silahkan kunjungi Dieng dengan udara yang menyejukkan.

You Might Also Like

2 comments

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)

Promo Tiket Pesawat

Member Of



Travel Blogs
best blogs