Lembutnya Sate Matang, Kuliner Khas Aceh

11:30:00 AM Dimas A. R. Kambuna 0 Comments

Blog ini sebelumnya pernah membahas kuliner khas Aceh, seperti Ayam Tangkap, Mie Aceh, Pliek U’, dan lainnya yang tentunya membuat Anda penasaran dan ingin mencobanya. Kali ini, saya akan membahas tentang Sate Matang, kuliner yang tak kalah sedap dari kuliner Aceh lainnya, dan juga sudah sangat terkenal.

Apa itu Matang? Kata “matang” yang melekat pada Sate Matang menunjukkan daerah asal sate ini, yaitu Matangglumpangdua, sebuah kota kecil di Kabupaten Bireuen, yang terletak sekitar 12 kilometer dari arah timur pusat Kota Bireuen. Saat saya menuju dan pulang dari Banda Aceh, saya melewati tempat ini, dimana penjual sate matang begitu banyak, sehingga Anda tinggal memilih tempat yang Anda suka. Namun, saya berkesempatan mencobanya di Kota Krueng Geukueh, Lhokseumawe, tempat dimana saya tinggal saat Kerja Praktek di PT Pupuk Iskandar Muda.

Sate matang bisa dibuat dari daging sapi ataupun sate kambing. Saat itu, kami mencoba sate matang yang berasal dari daging sapi. Seporsi sate matang yang kami pesan terdiri dari 10 tusuk sate sapi, semangkok kuah kaldu, sepiring nasi, dan sambal kacang. Hmm.. Yummy..
sate-matang-seporsi
Seporsi Sate Matang
Daging sapi yang dihidangkan dipotong dalam ukuran yang lumayan besar. Daging tersebut direndam oleh racikan bumbu yang pas, terasa rempah-rempahnya dan lembut serta legit.
sate-matang-nikmat
Sate Matang
Kuah kaldu disajikan sebagai pelengkap. Rasanya seperti kuah sop, tapi rasa rempah layaknya kari menyeruak saat Anda mencicipinya. Dari aromanya juga telah dikenal penggunaan semua rempah khas kuliner Aceh seperti kapulaga, bunga lawang, cengkeh, dan tentu saja merica.
sate-matang-kuah
Kuah Kaldu Sate Matang
Saus bumbu kacang, sambel kacang, menambah rasa gurih sate matang yang sudah memiliki selintasan rasa manis. Menurut saya sih, sate itu tidak lengkap jika dimakan tanpa bumbu kacang, walaupun rasa satenya sendiri begitu kaya akan rempah.

Bagi Anda yang mungkin sedikit memiliki tensi tinggi, Anda dapat memesan minuman khas Aceh juga, timun serut, timun kerok, maupun jus timun yang memiliki khasiat menurunkan tensi darah.

Anda cukup mengeluarkan biaya Rp 25.000,00 untuk menikmati sate yang maknyus ini dan pelengkapnya. Cukup ramah di kantong, bagi masyarakat Aceh. Tentunya Anda tidak akan makan sate setiap hari kan? Kecuali Anda ketagihan. Hehe...

Disebutkan, di beberapa kota besar sudah banyak yang menjual sate matang, dimana warga Aceh lah yang menjualnya. Namun sayang, saya belum menemukannya di daerah Yogyakarta. Masih sebatas mie Aceh, rendang Aceh, cane, dan sebagainya.

Anda penasaran mencicipi kuliner khas Aceh yang kaya akan rempah? Cobalah menikmati sate matang. So, selamat berburu sate dan menikmatinya. Maknyus...

You Might Also Like

0 comments:

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)