Masjid Raya Bandung, (Masih) Landmark Bandung

5:07:00 PM

Haloo... Kita bertemu lagi, nih.. Hehe.. Masjid raya, masjid agung, pada umumnya terdapat pada masing-masing kota/kabupaten, dan biasanya terletak di alun-alun atau tidak jauh dari alun-alun kota/kabupaten. Demikian juga Masjid Raya Bandung ini. Masjid ini memiliki alamat lengkap di:

Jl. Asia Afrika (Alun-alun Bandung)
Bandung – 40251
Jawa Barat, Indonesia
Masjid Raya Bandung Propinsi Jawa Barat
Masjid Raya Bandung Propinsi Jawa Barat (foto dikutip dari sumber)
Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang dulu dikenal dengan Masjid Agung Bandung dibangun pertama kali pada 1812 bersamaan dengan dipindahkannya pusat kota Bandung dari Krapyak, sekitar sepuluh kilometer selatan kota Bandung ke pusat kota sekarang.. Terkenal dengan sebutan Bale Nyungcung hingga pertengahan abad ke-20 (Sumber: masjid2000.org, KITLV). Disebut Bale Nyungcung karena  bentuk atapnya yang lancip (nyungcung) seperti gunungan (Bale berarti tempat pertemuan masyarakat dan nyungcung berarti lancip).

Masjid ini selesai dibangun kembali pada 13 Januari 2006. Pembangunan itu termasuk dengan penataan ulang Alun-alun Bandung, pembangunan dua lantai basement dan taman kota sekaligus halaman masjid yang dapat dipergunakan untuk kegiatan seni budaya serta shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Secara resmi pembangunan fisik masjid, membutuhkan waktu : 829 hari atau 2 tahun 99 hari, sejak peletakan batu pertama pada 25 Februari 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat (saat itu) H.R. Nuriana. Menara Mesjid Agung yang mengadopsi simbol tradisional Gedung Sate, saat ini adalah landmark baru kota kembang.

Masjid Raya Bandung berada di ruas Jalan Asia Afrika, pusat kota Bandung. Lokasinya yang berada di pusat kota membuatnya begitu mudah untuk ditemukan. Tak jauh dari masjid ini diruas jalan yang sama berdiri megah Gedung Asia Afrika dan hotel Preanger, dua bangunan yang begitu lekat dengan sejarah Konfrensi Asia Afrika tahun 1955.
Menara Kembar yang Mengapit Masjid
Menara Kembar yang Mengapit Masjid (foto diambil dari sumber)

Sedikit gambaran, seperti yang kita lihat sekarang terdapat dua menara kembar di sisi kiri dan kanan masjid setinggi 81 meter yang selalu dibuka untuk umum setiap hari. Atap masjid diganti dari atap joglo menjadi satu kubah besar pada atap tengah dan kubah lebih kecil pada atap kiri-kanan masjid, dinding masjid terbuat dari batu alam kualitas tinggi. Sekarang, luas tanah keseluruhan masjid adalah 23.448 m² dengan luas bangunan 8.575 m² dan dapat menampung sekitar 12.000 jamaah.

Perombakan sempat dilakukan pada halaman depan masjid. Parkir kendaraan ditempatkan di basement sementara bagian atasnya adalah taman, sebuah area publik tempat masyarakat berkumpul. Ini adalah salah satu upaya pemkot mengembalikan nilai Alun-alun seperti dahulu kala.

Dua menara kembar yang mengapit bangunan utama Masjid Raya Bandung dapat dinaiki pengunjung. Cukup dengam memberikan shodaqoh sebesar Rp 3.000,00 (tahun 2010), Anda dapat menikmati pemandangan 360 derajat kota Bandung. Dari puncak menara Anda dapat melihat wajah kota Bandung dari atasnya. Anda dapat mengabadikan keindahan Bandung dari ketinggian.

Hiruk-Pikuk Bandung Dilihat dari Salah Satu Menara
Hiruk-Pikuk Bandung Dilihat dari Salah Satu Menara
Namun, mengingat berada di alun-alun yang merupakan pusat aktivitas banyak warga Bandung, Anda juga perlu berhati-hati dalam menempatkan barang bawaan Anda, khususnya sandal/sepatu. Lebih baik Anda membungkusnya dan memasukkannya ke dalam tas Anda, ketika Anda ingin masuk ke dalam masjid, atau menitipkannya pada petugas penjaga. Hal ini perlu dilakukan mengingat ramainya lingkungan sekitar masjid.

Saat saya berkunjung kesana, banyak pedagang di sekitar masjid, sehingga masjid jadi terlihat agak semrawut, walaupun tidak terlalu kotor. Hal ini cukup disayangkan, mengingat Masjid Raya Bandung merupakan salah satu landmark Kota Kembang ini. Alangkah baiknya pedagang diberi lokasi khusus untuk berjualan.

Banyak lokasi untuk beristirahat baik di teras masjid, atau di lingkungan alun-alun. Hal ini memudahkan pengunjung untuk menikmati lingkungan masjid atau sekedar bersantai setelah beraktifitas.

Jadi, ayo jangan lupa maen ke Landmark Bandung ini... Ga rugi loh... Banyak spot bagus untuk berfoto. Jangan lupa, sempatkan juga untuk beribadah disini. Jangan Cuma shopping aja, kalo ke Bandung. Hehe..

Caaaooo....

You Might Also Like

0 comments

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)

Promo Tiket Pesawat

Member Of



Travel Blogs
best blogs