Menghitung Jarak Aman dalam Berkendara dengan "Two Second Rule"

7:00:00 PM

Hai, travellers.. Dalam postingan saya sebelumnya, ada masukan terkait tips dan trik berkendara di jalan raya, yaitu tentang jaraka aman berkendara. Saat itu, saya membuat beberapa poin tentang kecepatan aman, saat kita mengendarai sebuah kendaraan, hingga kita memiliki antisipasi ketika kendaraan di depan kita berhenti / mengerem mendadak. Tips tersebut saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi. Anda dapat melihatnya di sini. Namun, seperti saran yang disebutkan dalam komentar, dalam berkendara dikenal istilah “peraturan dua detik”, atau bahasa globalnya “two second rule”. Apa itu two second rule? Bagaimana kita menerapkannya dalam perjalanan kita? Mari simak ulasannya.

Dalam berkendara, kita membutuhkan suatu jarak aman antar kendaraan di tengah kepadatan lalu lintas. Jarak aman dapat menghindarkan kita dari kecelakaan ataupun insiden di jalan raya, karena dalam waktu 2 detik kita dapat:
  • Memiliki ruang untuk melakukan manuver
  • Memiliki ruang bagi kendaraan untuk merespon situasi di depan kita.
Waktu dua detik merupakan reaksi spontan bagi tubuh dan reaksi mekanikal kendaraan. Ketika ada ancaman bahaya, tubuh akan melakukan sebuah respon secara spontan. Dan “respon/reaksi spontan” tersebut juga memiliki penafsirran berbeda, tergantung siapa pengendaranya. Ada kalanya seseorang bersifat defensif karena terbiasa melakukan antisipasi dari jarak jauh, tapi ada kalanya juga spontan terbawa reflek yang justru akan membuat pengendara semakin terancam bahaya (kecelakaan).
distance_2_second-rule
Two Second Rule pada Mobil
Terkadang, ketika jalan raya lumayan padat, tentunya kita masih dapat membuat jarak aman antar kendaraan (asal bukan dalam keadaan macet total). Lalu, bagaimana kita dapat mengimplementasikan 2 second rule yang telah disebutkan di atas? Berikut adalah implementasinya.
motorcycle-2-second-rule
Menghitung Jarak Statis
  • Buat kecepatan yang sama antara kendaraan yang kita kendarai, dengan kendaraan di depan kita. Kita dapat mengetahuinya melalui perubahan jarak yang terjadi antara kendaraan kita dan kendaraan di depan.
  • Ambil sebuah benda statis di pinggir jalan sebagai patokan menghitung jarak aman, misalnya: pohon, tugu, tiang listrik, atau rambu lalu lintas.
  • Saat badan kendaraan di depan melewati benda statis tersebut, mulai lakukan hitungan: SATU, DUA, sebagai pengganti hitungan detik. Atau kita dapat memperingatkan diri kita sendiri dengan mengucapkan “jangan melewati batas kecepatan,...” Lakukan hal tersebut dua kali sebagai penanda dua detik.
  • Jika kendaraan kita melewati benda statis tersebut dalam jarak dua kali ucapan kita/lebih, maka dapat dikatakan kendaraan kita berada dalam jarak aman. Cukup waktu untuk melakukan respon bahaya dan manuver.
  • Yang perlu diingat. Ketika kita dalam bahaya dan melakukan pengereman, kendaraan tidak akan berhenti saat itu juga. Kendaraan memerlukan waktu dan space hingga benar-benar berhenti.
  • Yang paling utama adalah kita selalu waspada kepada keadaan dan lingkungan sekitar, jangan sampai lengah atau mengantuk.
  • Juga jangan lupa berdoa.
Akibat Tidak Memerhatikan Jarak Aman
Jadi, selalu aman dalam berkendara ya, Sob. Mengutip kata-kata yang kadang ada di jalan, ato di badan truk: "Ingat, keluarga Anda selalu menanti di rumah". :)

You Might Also Like

2 comments

  1. apa yang di jelaskan sudah betul tapi ada yang perlu sedikit di koreksi pengucapan penghitunganya untuk pengganti penghitungan detik Bukan SAT, DUA karena itu terlalu cepat, tapi bisa pakai kalimat " Satu dan Satu"; "Satu dan Dua" dst atau "Seribu Satu"; "Seribu Dua" dst kalimat terakhir menandakan jarak kita dengan kendaraan depan berapa detik. demikian salam Defensive Driving

    ReplyDelete
    Replies
    1. Koreksi yang bagus sekali dari Mas Budi. Makasih, Mas, buat koreksinya.
      Benar, sepertinya jika hanya Satu, Dua memang terlalu cepat. :)
      Semoga bisa membantu bagi para rider.

      Delete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)

Promo Tiket Pesawat

Member Of



Travel Blogs
best blogs