Museum Konferensi Asia-Afrika, Saksi Hidup Perjuangan Indonesia

3:43:00 PM Dimas A. R. Kambuna 0 Comments

Haiii... Ketemu lagi.. Belum bosen kan?? Hehe.. Kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya berkunjung ke Museum Konferensi Asia-Afrika (museum KAA) pada bulan Desember 2010 lalu. Museum ini terletak di:

Jl. Asia Afrika No. 65
Bandung – 40111
Jawa Barat, Indonesia
 


Sedikit sejarah yaa... Gedung ini didirikan oleh seorang arsitek Belanda yang bernama Van Galenlast dan C.O. Wolf Shoomaker. Gedung ini menjadi sangat terkenal sejak diadakannya Konferensi Asia Afrika tahun 1955, kemudian Konferensi Mahasiswa Asia Afrika tahun 1956 dan Konferensi Islam Asia Afrika yang menyimpan naskah-naskah dan peninggalan-peninggalan Asia Afrika yang terkenal. Gedung ini dibuka untuk umum setiap hari kerja dan mudah dicapai dengan menggunakan bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum, Museum yang menampilkan koleksi foto-foto dan barang-barang tiga dimensi yang berhubungan dengan Konferensi Asia Afrika 1955. Waktu itu sih saya tidak dipungut biaya sama sekali untuk masuk ke museum ini, cukup menuliskan nama dan asal Anda.

Arsitektur Bangunan

Bangunan ini dirancang oleh Van Gallen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar pada Technische Hogeschool (Sekolah Teknik Tinggi), yaitu ITB sekarang, dua arsitektur Belanda yang terkenal pada masa itu, Gedung ini kental sekali dengan nuansa art deco dan gedung megah ini terlihat dari lantainya yang terbuat dari marmer buatan Italia yang mengkilap, ruangan-ruangan tempat minum-minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout, sedangkan untuk penerangannya dipakai lampu-lampu bias kristal yang tergantung gemerlapan. Gedung ini menempati areal seluas 7.500 m2.
Museum Konferensi Asia Afrika
Museum Konferensi Asia Afrika (foto diambil dari sumber)
Berikut adalah beberapa lokasi yang ada di museum: 

1. RUANG PAMERAN TETAP 

Museum Konferensi Asia Afrika memiliki ruang pameran tetap yang memamerkan sejumlah koleksi berupa benda-benda tiga dimensi dan foto-foto dokumenter peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, dan Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Anda dapat belajar mengenai para tokoh dalam KAA dan sejarah yang berlangsung dalam gedung tersebut. Berikut adalah sedikit penampakan di dalam gedung.

KAA-Dokumentasi Perjuangan Indonesia
Dokumentasi Perjuangan Indonesia
KAA-Delegasi Negara
Delegasi Negara

2. PERPUSTAKAAN 

Untuk menunjang kegiatan Museum Konferensi Asia Afrika, pada 1985 Abdullah Kamil (pada waktu itu Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London) memprakarsai dibuatnya sebuah perpustakaan.

Perpustakaan ini memiliki sejumlah buku mengenai sejarah, sosial, politik, dan budaya Negara-negara Asia Afrika, dan negara-negara lainnya; dokumen-dokumen mengenai Konferensi Asia Afrika dan konferensi-konferensi lanjutannya; serta majalah dan surat kabar yang bersumber dari sumbangan/hibah dan pembelian. Namun saat itu saya belum berkesempatan masuk ke dalam perpustakaan ini. 

3. AUDIO VISUAL 

Seperti juga perpustakaan, ruang audio visual dibuat pada 1985. Keberadaan ruang ini juga diprakarsai oleh Abdullah Kamil.

Ruangan ini menjadi sarana untuk penayangan film-film dokumenter mengenai kondisi dunia hingga tahun 1950-an, Konferensi Asia Afrika dan konferensi-konferensi lanjutannya, serta film-film mengenai kondisi sosial, politik, dan budaya dari negara-negara di kedua kawasan tersebut.

4. RUANG KONFERENSI ASIA AFRIKA 

Ruangan ini merupakan tempat berlangsungnya acara KAA. Dalam ruangan ini dulu hadir petinggi-petinggi yang merupakan perwakilan negara dalam Konferensi Asia Afrika. Suasana mistis cukup terasa saat memasuki ruangan ini, mengingat luasnya ruangan dan terasa suasana tegang saat Konferensi berlangsung. Disini juga terdapat simbol berupa sebuah gong yang berukuran sangat besar.
KAA-Suasana yang Cukup Mencekam
Suasana yang Cukup Mencekam
KAA-Gong Besar
Gong Besar

5. HALAMAN DENGAN KURSI DAN TENDA 

Halaman ini terasa cukup nyaman dengan banyaknya tempat yang dapat digunakan untuk beristirahat. Di halaman terdapat sekitar 5 tenda yang memiliki meja dan kursi. Cukup nyaman untuk menikmati dan mengambil dokumentasi di sekitar Museum KAA ini.
KAA-View Sekitar Gedung
View Sekitar Gedung (foto dikutip dari sumber)
Anda tertarik mengunjunginya?? :)

You Might Also Like

0 comments:

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)