Aman saat Berwisata? Jangan Lupa Pakai Helm, Ya

6:30:00 PM

Para traveler, tentunya Anda selalu membutuhkan kendaraan ketika mau berwisata mengunjungi suatu lokasi. Ada kalanya naik kereta api, naik mobil, bus, ataupun naik sepeda motor. Nah, kali ini, Meanwhile U and Me mau ngebahas nih, pentingnya helm saat traveler mau berwisata menggunakan sepeda motor.
full face helmet light visor
Helm Standar yang Baik
Moda transportasi berupa sepeda motor, biasanya sangat diminati oleh para traveler muda, terutama untuk jarak dekat-jarak jauh. Kenapa? Yang utama adalah fleksibilitas. Dengan sepeda motor, tentunya Anda akan lebih mudah untuk melakukan manuver ketika lokasi wisata agak macet, atau memilih jalan pintas agar sampai di suatu lokasi wisata lebih cepat. Selain itu, sepeda motor juga menguntungkan para budget traveler, karena berwisata dengan sepeda motor dapat menghemat biaya perjalanan. 1 liter bensin rata-rata bisa menempuh 40-50 Km. Bandingkan dengan jika menggunakan mobil.

Namun, selain sisi fleksibilitas dan ekonomis, mengendarai sepeda motor juga memiliki resiko yang besar juga, antara lain keselamatan pengendara yang begitu rentan akan gangguan dari luar. Maka dari itu, para traveler harus selalu memperhatikan keselamatan diri dan rekannya, antara lain dengan menggunakan helm yang benar dan sesuai standar.

Mengapa harus Memilih Helm yang Benar? 

Tidak semua helm memenuhi persyaratan keselamatan. Helm yang baik adalah helm yang menutup kepala secara penuh (Full Face) atau terbuka di bagian rahang (Open Face), bukan helm “batok”.
full face helmet dark visor
Helm Full Face dengan Visor Gelap
open face helmet
Helm Open Face, Cukup Baik
Tipe full face memberikan perlindungan yang lebih baik dari angin, debu, air, batu, dan serangga. Tipe ini juga memberi perlindungan lebih baik kepada rahang dan gigi. Kedua tipe helm, baik full maupun open face memilki fitur berupa visor (pelindung wajah dan mata), dan helm yang menutupi semua bagian kepala. Perbedaaannya hanyalah pada pelindung rahang. Fitur wajib yang harus dimilki keduanya adalah 3 (tiga) lapisan helm, yaitu :
  • Lapisan luar yang keras (hard outer shell) : Didesain untuk dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi dampak tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan polycarbonate.
  • Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner) : Berfungsi untuk meredam benturan dan gesekan ketika helm bersentuhan dengan objek tak bergerak. Tujuannya untuk melindungi tulang tengkorak dan keretakan. Biasanya terbuat dari bahan polystyrene (styrofoam).
  • Lapisan dalam yang keras (comfort padding) : Merupakan bagian dalam yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk menempatkan kepala secara pas dan tepat pada rongga helm.
Sementara itu, helm batok hanya memberi perlindungan pada bagian atas kepala, sedangkan bagian vital, kepala bagian belakang bawah (dekat leher) sama sekali tidak terlindungi. Wajah juga tidak terlindung. Anda sering mendengar kan, tiba-tiba tiang listrik berbunyi terkena batu saat ada truk atau mobil melintas? Bayangkan jika batu itu menuju ke wajah Anda yang sedang melaju dan tidak memakai helm dengan visor pelindung wajah?
helm batok
Helm Batok, Jangan Dipakai
Selain fitur di atas, helm yang baik juga harus memiliki tali pengikat dagu (chain strap) untuk menahan helm tetap dalam posisi melindungi kepala ketika terjadi benturan.

Mengapa harus Memakai Helm? 
  • 8 dari 10 kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor (Data Polri tahun 2007 mencatat dari 48.508 kecelakaan melibatkan 57.080 sepeda motor);
  • 1 dari 3 pengguna motor yang terluka, mengalami cedera kepala (gegar otak);
  • Penggunaan helm dengan benar dapat mengurangi resiko kerusakan otak sebesar 70% pada saat terjadi tabrakan.
Tuh, ngeri ga tuh. 8 dari 10, 1 dari 3. Persentasenya kan gede banget tuh. Banyaknya kecelakaan yang melibatkan sepeda motor juga dipengaruhi pertumbuhan pengguna sepeda motor yang melonjak setiap tahunnya.

Mengapa harus Memasang Helm dengan Benar? 

Jika suatu kecelakaan menimpa anda, helm hanya akan melindungi kepala anda dengan baik, apabila pengikat dagu dikaitkan dengan benar (ketat tapi nyaman). Pastikan saat Anda memasang chain strap, terdengar bunyi “klik” yang menandakan bahwa chain strap telah terikat dengan benar,
Selain itu, ketika travelers berwisata menggunakan sepeda motor, perhatikan juga tips-tips berikut ini:
  • Bagi para pemakai kacamata minus atau plus, harus tetap menggunakannya pada saat menggunakan helm. Hal ini disebabkan karena pada pengguna kacamata, biasanya agak sedikit terganggu pandangannya jika menggunakan visor dari helm;
  • Gunakan pula jaket berlengan panjang untuk perlindungan tambahan, dengan warna terang agar mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya dan dari bahan yang memantulkan cahaya (reflektif) agar mudah terlihat di malam hari;
  • Gunakan sepatu boot setinggi mata kaki atau sepatu tertutup, karena dapat melindungi dari percikan batu, permukaan licin atau terkena bidang panas.
Nah, makanya, kemanapun kita pergi, kita berwisata, jangan lupa ingatkan teman atau keluarga kita untuk selalu memilih, memakai, dan memasang helm dengan benar ya. Sayangi teman dan keluarga kita dengan memperhatikan keselamatannya. 
helm tidak dipakai
Sayangi keluarga dan rekan Anda, jangan sampai melakukan hal seperti ini (Foto:eliyanumamy)
Jangan lupa baca artikel keselamatan dalam berkendara lainnya ketika berwisata di sini dan di sini.
Safe Traveling. :)

Sumber utama: Dishubkominfo Tasikmalaya

You Might Also Like

0 comments

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)

Promo Tiket Pesawat

Member Of



Travel Blogs
best blogs