Itin, Itinerary, or Itenary??? Pentingkah saat Traveling?

12:00:00 PM Dimas A. R. Kambuna 15 Comments

Sekira 2 minggu yang lalu, saya terlibat perbincangan dengan seorang teman saya. Sebelumnya, saya tertarik melihat dia melakukan sebuah trip ke Krakatau. Dia pun mengusulkan untuk kembali melakukan trip ke Lampung, melihat beberapa pantai yang berada disana. Saya pun mengutarakan,
“Kenapa ga ke Belitung aja? Kan banyak tuh, pantai bagus disana. Serasa jadi Ikal, tokoh Laskar Pelangi, yang bermain-main di pantai biru nan bersih. Hehe”
Tak lama kemudian, muncul sebuah mention ke akun twitter saya dan akun twitter blog saya.
“ @kamboen gih buat itin ke belitung :P. @MeanwhileUandMe”
Indonesia Beauty
Indonesia Beauty (Foto:my-indonesia)
Itin? Saya merasa bingung. Apaan tuh, itin? Karena pada awal Juni saya juga melihat di salah satu komentar FB di postingan artikel saya, ada yang menanyakan tentang itin.
“btw itin nya belum jd di upload di grup BD ya ms?”
Saya pun tambah penasaran, apa sih, itin itu? Saya ketiklah itin di Google. Cring, muncul beberapa result. Itin merupakan singkatan dari itinerary. Lalu, apa itu itinerary? Mari kita lihat beberapa definisi itinerary berdasar sebuah kamus online (thefreedictionary).
  • A route or proposed route of a journey (rute/ rencana rute dari sebuah perjalanan)
  • An account or record of a journey (laporan/ catatan perjalanan)
  • A guidebook for travelers (panduan bagi pelancong)
Jadi kalo diambil kesimpulan dari ketiganya: “Itinerary merupakan sebuah rencana perjalanan yang dibuat oleh seorang traveler, ketika akan mengunjungi suatu lokasi.” Oalah.. itu tho, artinya. Baru tau. (Hehe, maklum, beginner traveler). Mungkin orang-orang sudah familiar membuat rencana perjalanan, tetapi mungkin masih asing dengan istilah “itin/itinerary”. Itinerary memiliki tujuan agar perjalanan yang dilakukan menjadi teratur, budget terkendali, dan bisa mengunjungi lokasi-lokasi yang memang ingin dikunjungi.
Lha kalo itenary tu apa? Sama ga dengan itinerary? Nah, menurut kamus online lagi nih (thecorrectspelling), sebenarnya yang dimaksud orang tersebut adalah itinerary, bukan itenary. Salah dalam pelafalan. Mungkin agak ribet aja ya, ngomong itinerary. Mudahnya ya sebut aja itin.
The correct spelling is itinerary. Not itenary.
So, perlukah kita membuat itin dalam perjalanan kita? Atau biarkan mengikuti arus saja? Tinggal datang, terus foto-foto, makan, istirahat, kalo puas baru pergi ke lokasi lain kalo sempet, kalo ga ya udah. Gitu? Mungkin bagi sebagian orang oke-oke aja yang kayak gitu, no problemo. Tapi mungkin ada juga orang yang tidak tenang jika tidak membuat itin terlebih dahulu. Udah jauh-jauh datang kok cuma mengunjungi beberapa lokasi, perjalanan jadi kacau karena tidak memperhitungkan waktu tempuh, dan sebagainya.

Itinerary dibuat biasanya untuk memudahkan kita mengetahui jadwal-urutan-langkah yang harus dijalani dalam melakukan perjalanan. Kita bisa menentukan kapan memulai dan mengakhiri kunjungan. Sebenarnya, tidak ada patokan atau aturan khusus bagaimana menyusun. Tergantung dari mana kita mulai atau kita inginkan.
Disneyland example itinerary
Contoh Itinerary ke Disneyland (Foto:yourfirstvisit)
Nah, bagaimana langkah awal pertama untuk menyusun itinerary or rencana perjalanan yang mudah??? Yuk, kita liat beberapa faktor berikut.

1. Tentukan Tujuan
Paling awal nih, kita mau kemana? Misal, ke Bandung. Mau traveling di Bandung kota, cari something special disana, ke Trans Studio Bandung, atau mau melihat keindahan alam di sekitar Bandung, seperti Bandung Selatan dengan Ciwidey dan Kawah Putihnya, atau Tangkuban Perahu di Bandung bagian Utara? Yang pasti kalo di Bandung kota, aksesnya mudah (walaupun macet), sedangkan ke wisata alam di sekitar Bandung memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk ke lokasi, karena berada di luar kota Bandung. Sesuaikan dengan waktu perjalanan kita, cukup nggak?

Kita bisa melakukan browsing terlebih dahulu, melihat cerita perjalanan beberapa orang di lokasi yang akan kita tuju. Bagaimana keseharian disana. Ini juga dapat menentukan rencana yang kita buat nantinya.

2. Apa yang Mau Kita Explore, Apa yang Mau Kita Lakukan?
Sekedar hunting foto, wisata kuliner, shopping, atau sekedar refreshing aja? Pada prinsipnya, kita berwisata, kita akan melakukan aktifitas di suatu tempat yang baru, dan mengeksplorasi hal-hal baru di tempat tersebut. Kalau doyan motret suatu lokasi wisata alam, cari angle yang bagus, atau mau mengekplorasi daerah pinggiran, berbincang dengan warga, maka kita harus punya extra time. Jadi, buat daftar apa saja yang ingin kita explore atau coba.

3. Waktu dan Budget yang Dibutuhkan
Ini nih yang paling utama. Dua hal awal di atas juga muaranya kesini: budget dan waktu yang diperlukan. Berapa hari kita berwisata, mau menginap dimana, naik transportasi apa? Waktu disini pun dibagi menjadi dua.
  • Waktu melakukan perjalanan, apakah saat liburan, atau hari biasa. Tentunya saat liburan, traffic kunjungan semakin meningkat, sehingga kita harus memperhitungkan waktu kunjungan wisata, dan waktu tempuh menuju lokasi wisata. Saat liburan atau hari biasa pun dapat mempengaruhi budget, mengingat tiket wisata dan biaya penginapan yang sering melonjak ketika hari libur.
  • Waktu tempuh perjalanan, buat yang realistis. Jika kita mengunjungi lokasi kota yang sering dilanda kemacetan, akan berbeda dengan time plan saat kita traveling ke negara yang bebas macet atau memiliki fasilitas transportasi umum yang bisa diandalkan ketepatannya, seperti MRT. Ini akan berpengaruh juga untuk saat Anda akan balik ke bandara, perhitungkan waktu tempuhnya agar tidak terjadi hal yang merugikan, ketinggalan pesawat, misalnya. Rata-rata di Indonesia masih terkendala transportasi yang kurang tepat waktu, terutama angkot.
Untuk budget, cari info tentang transportasi dan penginapan yang mau digunakan, dan biaya hidup di lokasi tersebut. Sekarang buat ngecek infonya gampang banget, bisa via situs travel kayak PegiPegi atau Google Maps.. 
Mau pake bus, kereta api, pesawat, atau kendaraan pribadi?? Jika menggunakan transportasi massal, perhatikan jadwal penerbangan, lokasi bandara atau situasi kedekatan terminal bus/stasiun kereta dengan penginapan. Misal, mengunjungi Yogyakarta, memilih hotel di sekitar Malioboro sangatlah tepat, mengingat Malioboro sangat dekat dengan Stasiun Tugu, dan akses yang mudah dijangkau untuk mengunjungi lokasi wisata lainnya. Catat juga biayanya. Cari info harga makanan/penginapan setempat. Juga tiket masuk lokasi wisata. Murah dan nyaman tentunya lebih menguntungkan bagi kita.

4. Perhatikan Cuaca
Pertimbangkan juga cuaca saat kita berkunjung. Terkadang, hujan bisa menyebabkan kemacetan di mana-mana. Musim kemarau atau panas di lokasi yang terik juga ada yang berbahaya jika memilki penyakit tertentu. Pilih waktu yang nyaman bagi Anda.

5. Membuat Prioritas Perjalanan
Sesuaikan waktu kunjungan, dengan kemungkinan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada. Jika ternyata memiliki waktu terbatas, pilihlah tempat-tempat yang paling penting dulu atau yang ingin sekali Anda datangi.

6. Lengkapi Data Penting di Itinerary
Bisa juga Anda tambahkan pada itinerary, alamat dan nomor telpon hotel yang akan menjadi tempat kita menginap, mencari tau harga tiket masuk ke tempat tujuan wisata, tarif taxi atau bus, jika menggunakan kendaraan umum. Dengan memasukkan informasi-informasi tersebut, Anda bisa hanya berpegang pada satu kertas itinerary saja, sehingga tidak repot.
Itinerary Travel Karimun Jawa lengkap
Itinerary yang Cukup Lengkap (Foto:ndahsaja)
Plus:
Sesuaikan Itin dengan Partner Traveling Anda
Itinerary yang kita rencanakan, tentu sangat berpengaruh juga dengan siapa yang kita ajak traveling. Akan beda kalau kita pergi sendiri atau bersama teman-teman sebaya, dengan jika mengajak anak atau orang tua kita. Rencanakan lebih banyak waktu untuk beristirahat, atau menyusun itinerary yang lebih 'santai'.

Traveling bersama Group
Jika memang merencanakan traveling dalam satu grup yang lebih dari 4 orang, misalnya, sebaiknya sebelum menyusun itinerary saling bertukar pikiran dahulu. Baiknya jika bisa mencari waktu untuk berkumpul bersama dan menentukan prioritas tempat mana yang akan dikunjungi.
Budget Travel Itinerary Example
Budget Travel Itinerary Example
Time Travel Itinerary Example
Time Travel Itinerary Example
Pada akhirnya, walaupun telah membuat itinerary, ada yang akhirnya taat dan tertib mengikuti itinerary, ada juga yang melenceng karena ternyata spot yang didatangi lebih bagus dari dugaan dan memerlukan waktu lama untuk dikunjungi. Atau ternyata macet yang tidak bisa ditoleransi lagi.

Selain berguna bagi diri sendiri, itinerary yang baik juga sangat berguna bagi suatu agen perjalanan. Para traveler akan melihat, apakah itin yang dibuat menarik dan ekonomis sehingga membuat wisatawan tertarik mengikuti program perjalanan yang ditawarkan.

Nah, yuk mari, saat mau traveling, kita biasakan buat rencana perjalanannya, buat itin, agar lebih terencana dan tujuan kita tercapai semua. Kalo masih kesulitan, bisa tanya temen tuh, yang dah biasa buat, atau share kesulitan di forum atau grup traveler. Okeh?

Sumber: artson, travelawan, dan pengalaman pribadi.

Oiya, Anda bisa mencoba memanfaatkan sebuah Template Online di situs:
http://www.tripit.com/destinations/travel-itinerary-template/
Cukup sign up, dan ikuti instruksinya. Semoga berhasil.
Itinerary Template Tripit
Itinerary Template by Tripit
Yuk, lihat keindahan Indonesia. Cintai wisata Indonesia. :)

You Might Also Like

15 comments:

  1. pas pertama kali travelling saya udah make itin
    hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah belum Mas, kecuali pas jadi panitia rombongan wisata.
      Tapi sekarang dah mulai coba teratur :)

      Delete
  2. Makasi udah berbagi informasi : )

    ReplyDelete
  3. Sama sy juga gak tau... hehe.. pas cari di gugel muncul blog ini, dan skrng jadi tau... hehehe... Thx buat share info-nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe muncul di mbah gugel ya.. Saya juga awalnya gitu, masih buta..
      Yapp thanks juga buat kunjungannya, Qila..

      Delete
  4. itinerary juga masih banyak yang bingung, tapi kalau kita bilang jadwal acara, langsung pada NGEH dan tahu, hehehe, (pengalaman pribadi)
    bermanfaat nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha iya ya.. Belum familiar kalo nyebut itinerary.. :D
      Thanks for visiting ya.. :D

      Delete
  5. wah mantap jadi belajar banyak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. .Iya nih, ni juga mau nerbitin contoh itin ke Solo.. :D

      Delete
  6. Penting sekali itinerary :D
    http://lombokwandertour.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo tour ato wisata juga pasti butuh itinerary.. :)

      Delete
  7. Thanks infonya mas.. saya lagi nyari bgt ini si itin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe seneng bisa membantu, Mbak..
      Happy traveling.. :D

      Delete
  8. waaah makasih mas, sangat bermanfaat :D

    ReplyDelete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)