Lawang Sewu, Seribu Pintu Misteri

11:30:00 AM Dimas A. R. Kambuna 1 Comments

Apakah Anda sering mendengar Lawang Sewu? Kalo orang Jawa sih, mungkin gampang mengartikannya. Lawang = Pintu, sedangkan Sewu = seribu, sehingga Lawang Sewu adalah Seribu Pintu. Lha truz, ada apa di Lawang Sewu? Ada orang yang lagi pameran seribu pintu? Atau perajin yang dapat membuat seribu pintu dalam semalam? (memangnya request Roro Jonggrang, minta seribu candi dalam satu malam? Hehehe..). Mending Cinta Satu Malam (#ngelantur).
Lawang Sewu, Semarang
Lawang Sewu, Semarang (foto diambil dari sumber)
Sejarah dan Lokasi Bangunan Lawang Sewu 

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Dulunya bangunan ini merupakan kantor milik Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS (Belanda). Gedung ini sangat mudah dijumpai di Kota Semarang, karena terletak di kawasan Bundaran Tugu Muda, Semarang, yang dahulu disebut Wilhelminaplein.

Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda, pada 27 Februari 1904. Awalnya bangunan tersebut didirikan untuk digunakan sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) -bisa mbacanya nggak?? Hehe- atau biasa disebut Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api Swasta NIS. NIS mempercayakan rancangan gedung tersebut kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Negeri Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke kota Semarang.
Blue Print Lawang Sewu
Blue Print Lawang Sewu
Mengunjungi Lawang Sewu 

Saya berkesempatan mengunjungi Lawang Sewu pada bulan Oktober 2010, dengan mengendarai 2 mobil dari Yogyakarta, bersama teman-teman. Kami sampai pada siang hari, dan langsung menuju Lawang Sewu. Saat itu sih, ada rame-rame di depan, di halaman Lawang Sewu, dan katanya ada syuting Ketika Cinta Bertasbih, tapi saya liat-liat kok ga ada Asmirandahnya. -_-‘

Kami pun memarkir mobil dan masuk ke dalam. Parkir mobil tidak terlalu mahal, standar mobil Rp 3.000,00-5.000,00 saja. Kami pun diharuskan membeli tiket, dan Anda bisa membeli tiket sesuai kategori Anda.
Harga Tiket Lawang Sewu
Harga Tiket Lawang Sewu
Tenang, dengan sedikit bujuk-rayu, harga itu bisa dikurangi sedikit kok. Hehe.. Saat itu, kami juga menggunakan jasa guide, untuk memandu kami berjalan-jalan. Biaya Guide terpisah dari biaya masuk Lawang Sewu, sekitar Rp 30.000,00-50.000,00  sekali trip (bisa ditawar juga). Berdasarkan keterangan guide, masyarakat setempat menyebut gedung ini sebagai Lawang Sewu (Seribu Pintu) karena bangunan ini memiliki pintu yang sangat banyak, juga banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat juga sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Banyak fungsi dari gedung ini, sejak dipakai pada zaman Belanda dulu, layaknya Benteng Vredeburg yang berubah fungsi sesuai zamannya. Gedung kuno dan megah berlantai dua ini pernah dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia setelah kemerdekaan, juga sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Sedangkan saat perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan, terjadi peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 - 19 Oktober 1945), antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Atas nilai histori itulah, Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Sebelumnya, santer diberitakan, bahwa bangunan ini sempat diwacanakan untuk beralih fungsi menjadi sebuah hotel besar, yang ada di Semarang. Namun, untunglah tidak jadi. Selain menjadi cagar budaya, apa nanti penghuni hotel mau, dihantui orang-orang dalam sejarah? Tembak-menembak? Hehe..
  • Disini ada hantu beneran ga sih?
Pada beberapa tahun belakangan, Lawang Sewu sering dijadikan buat acara Uji Nyali, ataupun pembuatan film misteri. Itu dikarenakan suasana gedung ini yang penuh mistis. Anda dapat merasakannya sendiri, menyusuri gedung besar, kosong, dan kuno. Tapi menurut saya, jika memang tidak memiliki kemampuan “lebih” dalam melihat (sixth sense), pengunjung akan oke-oke saja, menelusuri gedung ini.

Saat saya berkunjung, Lawang Sewu sedang mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.
Melihat Pemandangan Semarang dari Balkon Lawang Sewu
Melihat Pemandangan Semarang dari Balkon Lawang Sewu
Ketika saya memasuki bangunan utama, saya menemukan tangga besar ke lantai dua. Di depan saya pun terbentang kaca besar yang menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Langsung deh, kita ambil dokumentasi. Hehe...
Jendela Indah Lawang Sewu
Jendela Indah Lawang Sewu
Tangga di Lawang Sewu
Tangga di Lawang Sewu
Di berbagai sudut bangunan pun terlihat bahwa bangunan ini memiliki begitu banyak pintu, yang saling sambung-bersambung, menuju ruangan lain. Demikian juga jendelanya, yang berukuran besar. Beberapa ruangan juga terlihat sangat luas. Di antara bangunan, terdapat sebuah halaman yang cukup luas, dengan beberapa pohon besar yang rindang. Saya jadi membayangkan film-film misteri, di sebuah rumah besar, anak kecil sedang bermain-main di halaman, di ayunan, dan tiba-tiba ada sekelebat bayangan yang membuat gadis kecil itu penasaran dan mengikuti ajakan bayangan tersebut (#kebanyakannontonfilm). Suasana mistis yang timbul memang sangat mendukung pemikiran saya. Hehe
Banyaknya Pintu di Lawang Sewu
Banyaknya Pintu di Lawang Sewu
Lorong di Lawang Sewu
Lorong di Lawang Sewu
Kami juga berkesempatan menelusuri ruang bawah tanah yang ada di Lawang Sewu. Kembali, untuk ruangan ini, per orang akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000,00, dan Anda akan mendapatkan beberapa senter dalam satu rombongan, dan sepatu boot karena di dalam becek. Suasana di dalam lebih mencekam lagi, karena gelap. Walaupun begitu, saya sebenarnya berharap menjumpai “sesuatu” di dalam, tetapi sayangnya tidak ada. :( Mungkin Anda bisa mencobanya pada malam hari, siapa tahu “sesuatu”nya suka keluar pada malam hari.
Ruang Bawah Tanah Lawang Sewu, Becek
Ruang Bawah Tanah Lawang Sewu, Becek
Bawah Tanah, Mistis
Bawah Tanah, Mistis
Lawang Sewu Pasca Pemugaran 

Berdasarkan info yang didapat, setelah cukup lama Lawang Sewu seperti gedung tak terurus (terlihat dari banyaknya dinding yang mengelupas dan terlihat bobrok), akhirnya Lawang Sewu dipugar yang selesai pada akhir Juni 2011 dan kembali dibuka untuk umum setelah pada tanggal 5 Juli 2011, diresmikan oleh Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono. Gedung ini akan dijadikan pusat kerajinan Indonesia di Jawa Tengah. Menjadi, ikon Jawa Tengah, yang juga diharapkan jadi destinasi wisata internasional.
Indahnya Lawang Sewu Pasca Pemugaran
Indahnya Lawang Sewu Pasca Pemugaran (foto diambil dari sumber)
  • Bagi yang penasaran, benarkah jumlah pintu yang ada mencapai seribu?
Menurut guide Lawang Sewu, jumlah lubang pintunya terhitung hanya 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun [dengan engsel], ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser). Nah, dah ga penasaran kan?

Karena sudah dipugar, gedung ini telah menjadi layaknya museum. Namun tetap saja, suasana mistisnya akan terus terasa, seperti artikel saya pada Museum Konferensi Asia-Afrika, yang walaupun modern, tapi tetap terasa misterius, dan mistis.

Anda berani mengunjunginya pada malam hari?? :)

You Might Also Like

1 comment:

  1. lawang sewu memang selalu dikaitkan dengan tempat yang penuh mistis, mungkin karena kosong dan hanya di datangi oleh para wisatawan.

    ReplyDelete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)