Mahasiswa, Saat Paling Tepat untuk Traveling

11:30:00 AM

Traveling, Jalan-Jalan, Liburan, Wisata. Mungkin memiliki makna yang hampir sama. Sebentar lagi, bagi yang masih menempuh studi, liburan adalah saat yang paling tepat untuk merehatkan pikiran sejenak, me-refresh segala rutinitas pelajaran, pekerjaan, kuliah, kampus, perpustakaan, sampe rutinitas sekolah.
mahasiswa-berlibur-liburan
Liburan!! (Foto:mahasiswibaru)
Tentunya, semuanya memiliki tujuan masing-masing. Ada yang mau naek gunung, diving (bukan diving di sepakbola lho ya :P), maen ke pantai, atau mungkin ke wahana hiburan yang ada di sekitar rumah. Tapi tahu ga, dari golongan SD, SMP, SMA, Kuliah (mahasiswa), pekerja kantoran (worker), golongan mana yang paling bebas? MAHASISWA.
mahasiswa-berlibur-pantai
Liburan Mahasiswa (Foto:tebejowo)
Ya benar, mahasiswa. Bagi pecinta jalan-jalan, saat-saat menjadi mahasiswa adalah saat yang paling tepat untuk memuaskan dahaga melakukan berbagai perjalanan, berbagai petualangan, di Indonesia, maupun ke luar negeri. Kok bisa? Bukannya saat SMA adalah saat kita sedang “gila-gila”nya mengekspresikan diri? Hmmm... Boleh juga. Tapi, tetep aja, mahasiswa yang paling banyak peluangnya untuk mengekspresikan diri dan hobi untuk traveling. Mau pergi backpackeran, solo traveling, atau jalan-jalan biasa, bisa semua. Mari kita lihat alasannya.

1. Waktu yang Lebih Longgar
Anak sekolah (v) Mahasiswa (v) Worker (x)

Walaupun terkadang mahasiswa terikat oleh rutinitas kuliah, ataupun kegiatan organisasi, tetapi jika dibandingkan anak sekolah, mahasiswa memiliki waktu luang lebih banyak. Dimulai dari waktu masuk kuliah yang tidak setiap hari, libur 2 hari di akhir pekan, sampai libur yang begitu panjang ketika liburan semester. Hal ini dapat membuat mahasiswa lebih mudah menentukan dan merencanakan waktu perjalanan secara rutin, ataupun mencari tiket promo di waktu dimana anak sekolah tidak mungkin untuk berjalan-jalan.

Terkadang anak sekolah hanya memiliki waktu 2-3 minggu pada liburan semester, sedangkan mahasiswa, bisa 1-3 bulan. Bayangkan. Kita dapat melihat, wahana wisata hanya ramai oleh anak sekolah ketika weekend, ataupun jeda libur Januari dan Juli. Tempat wisata akan penuh sesak di hari-hari tersebut, karena mereka juga membawa “banyak rekan” berupa orang tua. Hehe

Atau kita bandingkan dengan pekerja kantoran yang rata-rata hanya memiliki 2 hari libur dan memiliki banyak tuntutan dalam pekerjaan. Tentu tidak akan sebebas mahasiswa. Kecuali mengambil cuti, sangat sulit bagi orang yang telah bekerja untuk melakukan perjalanan jauh untuk berwisata yang mebutuhkan waktu berhari-hari.

2. Lebih Memiliki Kebebasan
Anak sekolah (x) Mahasiswa (v) Worker (v)

Kebebasan disini bukan berarti bebas melakukan segala sesuatu ya. Bebas disini lebih pada arti, bebas menentukan tujuan wisata, traveling kemana saja, karena jiwa petualang yang tinggi, dan keberanian srta fisik yang masih prima. Bayangkan jika anak SMP pengen naik gunung, dan harus mengajak orang tua mereka untuk menemani. Kan kasian. Hehe.
mahasiswa-berlibur-rekomendasi
Bebas Menentukan Tujuan (Foto:in-australien)
Sedangkan mahasiswa, bisa “pergi kemana saja” karena umumnya telah memiliki pemikiran matang dan pengaturan waktu yang baik.

3. Lebih Mandiri
Anak sekolah (v) Mahasiswa (v) Worker (v)

Mahasiwa lebih mandiri untuk melakukan suatu perjalanan, terutama dalam sisi keuangan. Pada umumnya, para mahasiswa mendapatkan kiriman rutin tiap bulan untuk biaya hidup di kota tempat menempuh studi, sedangkan anak sekolah tidak selalu seperti itu.
mahasiswa-berlibur-menabung
Mandiri secara Finansial (Foto:360chestnut)
Dengan demikian, para mahasiswa bisa mangatur keuangannya lebih baik, seperti menghemat uang makan dan menghemat pos pengeluaran yang tidak diperlukan.

4. Tidak Terkekang Batasan Usia
Anak sekolah (x) Mahasiswa (v) Worker (v)
mahasiswa-berlibur-plane
Pergi Kemana Saja, Tidak Terkena Batasan Usia (Foto:carseatblog)
Terkadang, ada beberapa tempat wisata yang memiliki batasan usia untuk memasukinya, ataupun ketika kita keluar negeri, atau di stasiun/airport, akan sangat aneh ketika melihat anak umur 11 tahun pergi sendirian. Nah, mahasiswa pada umumnya dapat mengatasi masalah itu, dan lebih bebas menentukan pilihan, apakah mau pergi sendiri atau bersama teman-teman lainnya.

5. Lebih Mengenal Etika Budaya Setempat
Anak sekolah (v) Mahasiswa (v) Worker (v)

Bukan berarti saya mengatakan anak sekolah tidak ada yang tahu etika budaya. Namun, dalam beberapa hal, para mahasiswa (juga yang lebih dewasa) telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk membawa diri dalam lingkungan tujuan wisata orang tersebut (kecuali beberapa orang seperti dalam artikel saya tentang Waisak). Hal tersebut membuat mahasiswa lebih mudah untuk berbaur (semisal melaksanakan perjalanan ke suatu desa wisata), juga untuk mendapat kepercayaan tanpa “pengawalan” lebih. Pada umumnya, jika ingin melakukan perjalanan jauh, mahasiswa juga telah melakukan survei, baik melalui browsing, tanya teman, dan sebagainya, sehingga lebih mengetahui apa yang nantinya mereka hadapi.

6. Lebih Memiliki Banyak Koneksi
Anak sekolah (x) Mahasiswa (v) Worker (v)
mahasiswa-berlibur-bebas
Banyak Teman, Banyak Koneksi (Foto:mahasiswabatak)
Kampus adalah lingkungan yang sangat luas dan beragam. Bisa saja ada mahasiswa dari Sabang-Merauke, bahkan mahasiswa luar negeri yang menjadi rekan kita. Dengan banyaknya koneksi yang ada, lebih memudahkan mahasiswa untuk merencanakan perjalanan, seperti menginap dimana, apa transportasi yang diperlukan, hingga harga souvenir yang diinginkan. Siapa tahu juga kita bisa menginap di tempat rekan kita, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya menginap. Kan ala anak kos banget tuh. GRATIS! Hahaha... Sedangkan kalo anak sekolah, umumnya teman-temannya hanya berasal dari lingkungan sekitar, sehingga koneksi yang terjalin tidak terlalu luas.

Tips and Conclusion
mahasiswa-berlibur-tujuan-liburan
Jadi Traveling Kemana?? :) (Foto:inigis)
Liburan adalah saat yang paling tepat untuk traveling atau backpackeran. Tidak perlu langsung pergi yang jauh, kita bisa memulainya di daerah sekitar terlebih dahulu, lalu merambah daerah-daerah, pulau-pulau, hingga negara lainnya (wish, aamiiin). Jangan lupa untuk merencanakan perjalanan kita dengan matang seperti dengan apa kita ke sana, apa saja yang mau kita lakukan disana, di mana kita akan tinggal dan dengan siapa kita akan pergi, berapa biayanya. Traveling memiliki banyak manfaat, selain menjadi refreshing, traveling bermanfaat melatih kemandirian kita dan belajar tentang budaya di suatu tempat.

Skor Akhir
Anak sekolah (3) vs Mahasiswa (6) vs Worker (5)

Demikian mungkin yang dapat saya bahas, mengenai "Mahasiswa, saat paling tepat untuk traveling". Mungkin lebih bayak membahas antar mahasiswa vs anak sekolah. Sedangkan mahasiswa vs orang yang telah bekerja mungkin antara poin 2-6 tidak masalah. Tetapi mahasiswa memiliki keuntungan 1 poin di poin ke satu. :) .Ada yang mau menambahkan lagi? Comment ya...

Oiya, sedikit curhat. Saat saya mau mencari foto mahasiswa yang traveling/jalan-jalan di Google, kok susah ya? Adanya foto mahasiswa tawuran semua, atau demo. -_- . Janganlah stigma itu selalu melekat. Ayo hilangkan.

Ntar lagi libur nih, so, Lets traveling. :)

You Might Also Like

0 comments

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)

Promo Tiket Pesawat

Member Of



Travel Blogs
best blogs