Sisa Eksotisme Pantai Rancung, Aceh Utara

12:00:00 PM Dimas A. R. Kambuna 4 Comments

Halo Traveler. Lama nih, ga membahas tempat wisata. Kemarin- kemarin agak disibukkan dengan kenaikan BBM. Hehe. Nah, kali ini Meanwhile U and Me akan kembali ke daerah Serambi Mekah. Ya, benar. Nanggroe Aceh Darussalam. Kebetulan saat itu terlewat saya belum menceritakan salah satu lokasi wisata disana. Lokasi wisata yang saya maksud adalah Pantai Rancung, di daerah Batuphat, Lhokseumawe. Lhokseumawe ini masuk ke kawasan Aceh Utara.
pantai rancung aceh warga sekitar
Pantai Rancung, Aceh Utara
Untuk menuju kawasan wisata ini, Anda bisa menempuhnya lewat Jalan Medan- Banda Aceh, masuk ke Simpang Empat Rancong (di seberang komplek perumahan PT Arun). Kalo dari Kota Lhokseumawe, bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit (sekitar 15 Km). Dari simpang itu melintasi jalan depan kantor Camat Muara Satu hingga menemukan belokan jalan masuk ke kawasan Pantai Rancong (Rancung).

Kesan pertama saat memasuki daerah ini adalah semilir angin dari pantai yang bertiup kencang. Sudah begitu lama saya tidak menginjakkan kaki di pasir ini, di tanah ini. Ada sekitar 13 tahun sejak terakhir saya bermain di pantai ini.

Berangkat dari rumah Tante di Tambun Tunong yang terletak tidak jauh dari pantai, kami memarkirkan kendaraan. Seorang anak kecil berdiri di ujung jembatan, tempat masuk menuju lokasi pantai. “Seribu, Kak”, ucapnya. Kami yang datang berempat memberikan uang 4 ribu rupiah. Ternyata, uang tersebut untuk merawat jembatan yang dibuat sedanya ini. Seperti kebanyakan pantai dan tempat wisata lain di Aceh, belumlah banyak lokasi wisata yang dikelola secara maksimal. Pantai, danau, tempat makan, masih banyak yang hanya dikelola seadanya. Tapi ya jika dibandingkan di Jawa, untungnya tidak banyak retribusi yang ditarik, seperti parkir kendaraan walaupun hanya mengambil uang di ATM selama 3 menit! (-_-‘).
pantai rancung aceh jembatan
Jembatan sebagai Jalan Masuk
Tanah basah bercampur pasir pun menghampar luas di depan. Pasir di Pantai Rancung ini memang tidak putih, cenderung keabu-abuan, tapi pantai ini masih memiliki sisa-sisa eksotismenya, yang menarik warga sekitar untuk sekedar memancing, melepas lelah, ataupun mengajak anak dan keluarganya menikmati semilir angin di sore hari, menanti matahari terbenam.
pantai rancung aceh menanti senja
Menanti Senja di Sore Hari
Air lautnya pun berwarna kecoklatan, tidak seperti beberapa pantai di Banda Aceh yang masih jernih. Namun, walaupun sejak dulu seperti itu, pantai ini tetap dapat menarik minat warga sekitar, apalagi saat perusahaan pupuk dan LNG di sekitarnya masih dalam masa produktif. Saat saya kesana untuk kerja praktik, kawasan tersebut sudah relatif sepi, tidak banyak lagi orang luar daerah yang bekerja disana. Dulu, hanya orang tertentu saja yang dapat masuk kawasan ini, tetapi sekarang tempat eksotis ini terbuka bagi siapa saja.
pantai rancung aceh deburan ombak
Air yang Tak Jernih Tak Mengurangi Eksotismenya
Mungkin suasana yang relatif masih tenang dan nyaman lah, yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati belaian angin laut. Sajian rujak plus air kelapa muda yang dijajakan di warung-warung beratap daun rumbia akan menggoda selera anda.
pantai rancung aceh kios
Deretan Warung dan Tempat Beristirahat
pantai rancung aceh hamparan pasir
Hamparan Pasir di Pantai Rancung
Dapat terlihat masih banyak warga yang bermain dan berwisata disini pada sore hari, di Minggu sore. Anak-anak tampak senang menikmati air pantai, sedangkan pasangan suami-istri asyik bercengkrama sambil menikmati deburan ombak. Oiya, disini jarang orang pacaran lho, salah-salah nanti ditangkep sama WH (Wilayatul Hisbah: sejenis Satpol PP khusus masalah pelanggaran agama - baca di artikel Overview of Aceh). Ya walaupun tetap ada sih, kadang 1-2 pasangan yang mencoba “peruntungan” untuk pacaran sambil menikmati laut, tapi tetep aja mereka masih malu-malu, tidak seperti di pantai-pantai Yogya yang terkadang sudah terang-terangan pelukan di depan banyak orang (pengalaman di Pantai “P” saat hari Valentine).
pantai rancung aceh kegembiraan
Antusiasme Warga Masih Terlihat Jelas
Jadi kangen deh, kesini sama keluarga, sama Kakak-Kakak, Bapak-Ibu, dan warga sekitar perumahan, mengadakan lomba di pantai waktu saya kecil. Apalagi sekarang saya punya keponakan, pasti senang kalau diajak kesini.
Lomba Makan Kerupuk
Piknik Bersama
Di sekitar pantai juga ada tempat berlabuh khusus bagi kapal nelayan, dan tidak jauh dari sini, ada beberapa pelabuhan untuk mendistribusikan pupuk dan LNG dari PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Arun LNG, perusahaan milik BUMN. Memang, pantai ini terletak di antara beberapa perusahaan yang ada di Lhokseumawe.
pantai rancung aceh cekungan
Jalur Masuk Kapal
pantai rancung aceh pelabuhan nelayan
Kapal Nelayan
Saya yakin, jika para pemerintah di Aceh mau mengelola lokasi wisata dengan baik, maka Aceh akan semakin terkenal, tidak hanya terkenal Sabang dan Banda Aceh saja. Danau ada, pantai banyak, pegunungan sejuk ada, banyak potensi yang dapat dimaksimalkan disini.

Yang pasti Aceh tetap ada dalam kenangan. Dan semoga semakin maju.

Ayo, kita jalan-jalan, walaupun harus ke ujung nusantara.

You Might Also Like

4 comments:

  1. ternyata traveler ya? wah asyik dong jalan2 terus, saya sudah menjadwal kan suatu hari nanti saya mau jadi traveler juga. :)

    belum pernah ke aceh utara, saya tinggal di Aceh selatan, pernah ke meulaboh, Subulussalam, banda aceh dan aceh besar :)

    kalau boleh jujur, masih indahan pantai aceh selatan, khas pantainya pasir putih yang bersih, sayangnya kurang dipublikasi sehingga wisatawan cuma dari daerah sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emm..kalo dibilang traveler sih mungkin masih fifty2 Bang. Hehe. Sama kaya Abang, masih merintis buat bisa menjelajah ke berbagai daerah. Mungkin seiring waktu kita bisa semakin luas daerah jelajahnya. :D

      Saya kebalikannya Bang, belum sempat ke Meulaboh, tp kalo orang tua sudah kemana2 di Aceh.

      Iya Bang, saya melihat seperti itu. Terkadang publikasi yang kurang dari pemerintah setempat. Padahal pabtai2nya kan ga kalah ama pantai terkenal lain. Jadi tugas kita nih, para blogger. :D

      Delete
  2. Sekedar saran membangun nih, Bro. ( baca : Vitamin C )

    Kalo ngambil foto-foto, usahakan cari obyek yang menarik n ada sesuatu yang menonjol ya.

    Sayang kalau obyek n lokasinya bagus tapi kesannya datar saja.

    Keep Blogging !~!

    www.jelajah-nesia.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, Vitamin C.

      Iya Mas, saya memang lagi berusaha ningkatin kemampuan fotografi saya, pengen belajar fotografi, lagi dirintis biar makin jos fotonya.

      Thanks Bro. :)
      Tetap semangat

      Delete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)