Tips Sukses Membangun Travel Blog sejak Tahun Pertama - Part 1

5:00:00 PM Dimas A. R. Kambuna 41 Comments

Halo Travelers. Masih setia ama perjalanan ma ngebolangnya kan? Terus dibagi deh ceritanya ke teman-teman lain. Pasti seneng kalo bisa bikin orang lain terinspirasi sama cerita kita. Nah, pernah terbersit ga sih, sebenernya apa tujuan utama kita bikin blog tentang perjalanan kita, tentang pengalaman traveling kita? Apa cuma sebatas mau cerita, mau mejeng dah keliling Indonesia (hehe), ato mau cari uang dengan narik iklan sebanyak-banyaknya dan dipasang di blog kita?

Biasanya sih tujuan kita bikin blog itu ada di awal, ya, jadi sejak kita bikin travel blog ini, kita dah punya mindset, dah punya goal, mau dibawa kemana travel blog kita ini.

Banyak travel blogger yang merasa ragu saat awal memulai blogging. Bisa ga ya, kita bersaing dengan travel blog terkenal lainnya, yang udah mapan, udah traveling dan share story-nya bertahun-tahun sebelum kita? Kayaknya kok susah banget, wong di Indonesia aja udah ratusan, bahkan mungkin ribuan yang bikin travel blog kayak punya kita. Seperti saat saya memulai membuat travel blog ini, awalnya saya belum banyak meng-eksplore travel blog yang ada, tapi setelah mulai join grup backpacker, traveler, dan lainnya, ternyata begitu banyak travel blogger yang memiliki blog sejenis, memiliki tujuan serupa. Jadi agak ragu juga jadinya.
Tips Sukses Membangun Travel Blog dari Nomadic Samuel
Tips Sukses Membangun Travel Blog dari Nomadic Samuel
Nah, waktu blogwalking tadi malem nih, saya nemu tips sukses buat para travel blogger, biar blog perjalanannya sukses, jadi salah satu travel blog terkenal di Indonesia, bahkan di dunia. Saya hanya men-share kembali tips sukses yang dipaparkan oleh salah satu traveler sukses dunia, yang hidupnya bisa dibilang nomeden, kaya manusia purba, hehe, ga pernah menetap di satu tempat, yaitu Mas Samuel di blognya yang bernama Nomadic Samuel. Ga tau berapa negara yang udah dia jelajahi, Malaysia, Thailand, Kanada, Korea, Amerika juga tentunya. Tapi sayangnya dia kayaknya belum nyobain ke Indonesia. :(

Nah, langsung aja ya, Meanwhile U and Me bagikan tipsnya, di-translate dengan bahasa sendiri, hehe. Semoga bisa dimengerti dan bermanfaat.

Yang utama dan paling utama adalah gairah untuk sukses, apapun itu. Jangan memiliki mindset akan gagal. Ga Cuma waktu bikin travel blog, tapi ini juga hal penting di setiap pekerjaan, tiap usaha, atau bisnis yang mau kita jalanin.

Kalo dengan satu kata: Passion/Gairah. Passion untuk traveling. Passion untuk berbagi cerita. Passion buat mengambil foto/momen di setiap perjalanan kita. Passion untuk membuat video perjalanan. Passion untuk memberikan saran bagi orang lain yang ingin melakukan perjalanan. Nah, passion inilah yang akan menentukan bagi kita, bisa sukses apa nggak nanti dalam membuat travel blog.

Passion inilah yang bakalan memicu tingkat ke-PD-an kita nanti dalam menjalani setiap langkah yang kita ambil. Kalo dah punya PD ma passion yang tinggi, nah, pastinya nanti kita bakalan siap mengambil suatu langkah besar untuk mencapai tujuan kita, dalam hal ini sukses membangun travel blog kita. Kita akan bisa ngeliat nanti, hasil yang kita dapat waktu kita mengambil langkah besar dalam traveling kita, dan pada saatnya nanti, kita tau, kalo langkah besar itu adalah sesuatu yang berharga, sesuatu yang bernilai untuk kita lakukan. Tau langkah yang kita ambil ada secercah harapan menuju sukses, nah, kita bakalan lebih bergairah tuh, menentukan langkah and tujuan kita ke depannya.

Kabar baiknya buat kita, travel blogger pemula, kerja keras, determinasi, dan usaha yang konsisten dari kita, bakalan ngebantu kita dalam mencapai tujuan kita membuat travel blog ini. Tapi, ada kabar buruknya, kerja keras aja ga bakalan cukup buat menyukseskan blog kita. Kita harus pintar dalam membuat siasat dan nyadarin juga, kalo mau sukses bikin travel blog, ga cuma bikin postingan di blog, terus udah, kalo ada yang mau nengok artikel kita yang monggo, ga ada yang mau liat ya silahkan. Terus tiba-tiba blog kita jadi terkenal? Huee.. Enak bener Bro.. Hahaha. Nah, yuk simak tips dari Mas Bule Samuel, di Nomadic Samuel (bukan tips dari saya, saya mah masih pemula, hehe) yang terbagi dalam beberapa fase biar sukses dalam travel blogging:

Phase 1 (Building The Snowball)

Setiap travel blog-bahkan situs travel terkenal saat ini-dimulai dari goresan. Nomadic Samuel awalnya pun gitu, begitu juga punya kita-kita, para newbie nih. Mungkin gambarannya gini: saat pertama bikin artikel, terus nge-klik tombol “publish”, kita ngira-ngira “ada ga nih yang mau baca artikel saya, selain keluarga ma temen sekolah/kampus/kerja kita?”. Fase 1 ini adalah fase paling “aneh”, canggung, tapi disinilah yang paling krusial. Terkadang ada tuh, blog-blog yang keliatannya bakalan sukses, misal cerita menarik, tampilan blog oke punya, foto-foto menakjubkan, tapi, tiba-tiba aja remuk, blognya ga berlanjut. Itu terjadi di fase ini, ga telaten dalam fase ini.

Pas fase ini, istilahnya kita harus makan, tidur, ma bernapas, hanya untuk blog kita, dipantengin terus, dioptimalkan terus, cari kesempatan untuk membangun situs kita, setiap hari. Tanpa usaha keras, jangan harap ada imbal balik ke blog kita: trafik, pengunjung, follower, dan lainnya. Kayak bikin bola salju, perlu usaha dan dorongan, untuk mengumpulkan salju demi salju, lama-lama jadi buletan gede, yang nantinya akan mendorong bola salju itu buat menuruni gunung. Perlu usaha yang cukup untuk mendapat semua itu. 

Nah, ini langkah penting yang perlu kita ambil untuk mengoptimalkan situs jalan-jalan kita:

1)  Consistent Content
Cobalah untuk mengisi situs Anda se-konsisten mungkin, dalam hal ini dalam segi waktu. Tentunya juga isinya adalah konten yang berkualitas. Membuat postingan secara sporadis (misal tiba-tiba sehari 5-10 posting, dan dipublish semua, terus besok-besoknya sebulan off), atau membuat postingan hanya pas “inspirasi” datang di otak, itu ga bakalan bisa membuat situs kita sukses. Contohnya: atlet bola profesional. Apa waktu mau ada pertandingan, mereka bakalan ngambil libur sendiri, cuma karena mereka ga punya mood buat latian?? Ga, kan? Mereka tetep serius latihan. Kalo mau situs Anda berjalan menuju sukses, membuat posting yang konsisten merupakan komponen kunci.

2)  Rocking Social Media
Social Media, sangat Membantu Para Travel Blogger (Gambar:socialsearchmobile.org)
Pada tahap awal, “Google” bukan teman baik kita. Tentunya Google bakalan lebih memperhatikan situs yang domainnya udah mapan, kontennya banyak, dan link-link situs yang udah tertanam kuat di mesin pencari. Itulah yang search engine cintai, dibanding “anak baru” kayak kita. Nah, maka dari itu, kita bisa memanfaatkan media sosial yang sekarang banyak dipake nih, buat mendongkrak popularitas situs kita. Platform medsos kayak Facebook, StumbleUpon, Twitter, Google+, Pinterest bisa membantu mengarahkan traffic ke situs kita. Sekali lagi, langkah ini ga bisa kita lakukan sporadis lho ya. Kita bandingin aja kita berinteraksi di sosmed kayak kita menyikat gigi. Ga mungkin kan, kita ga menyikat gigi seharian penuh? Dan sebaliknya, ga mungkin kita gosok gigi terus menerus tiap hari. Begitu juga sosmed ini. Kita tentuin waktu-waktu yang “pas”, karena kalo terlalu banyak nyebar link, terlalu banyak promosi, ntar malah akun kita dikira cuma “nyampah” n malah bikin males orang buat dateng ato ngeliat profil kita.

3)  Getting Your Name Out There
Kita sama sekali bukan siapa-siapa waktu memulai travel blogging. Bagus juga kalo punya keluarga sebagai pembaca setia, tapi, buat menyukseskan travel blog, itu aja ga cukup. Kita membutuhkan pembaca yang solid. Pada tahap awal, cara termudah untuk menarik pembaca ke situs kita adalah dengan mengikuti komunitas travel blogging. Ngasih komen, nge-twit, nge-stumble, dan mempromosikan artikel-artikel situs lain yang berkaitan ama traveling. Jangan pelit buat komen karena ngerasa mereka pesaing kita. Paling ga, dengan ngasih komen nanti akan ada kunjungan balik dari yang punya situs. Nambah 1 pengunjung kan? Jadilan “pemain dalam tim”, yaitu dalam komunitas travel itu tadi. Komunitas travel blogging berisi buanyaak orang yang mau membantu satu sama lain, baik saat kesulitan menemukan destinasi, perlu promosi artikel kita, dan lainnya. Intinya, bangunlah “profil/brand” Anda dengan menempatkan link atau nama kita di komunitas tersebut. Tapi tetep, jangan nyampah, promosi yang baik, dan perhatikan etika ya.

4)  Building Links
Membangun link pada travel blogging, setara dengan latihan atlet buat menghadapi Olimpiade. Ga peduli seberapa berbakatnya dia, kalo ga pernah dilatih ya sama aja. Dengan giat berlatih, bakat yang ada akan semakin terasah dan semakin maksimal, mengalahkan pesaing lain. Begitu juga dalam blogging, misal situs kita udah punya modal: desain blog yang bagus, bahasa penulisan setara Chairil Anwar (hehe), fotografi yang menakjubkan, atau membuat video perjalanan yang menawan, tapi tanpa link profil yang kuat, kapal kita (travel blog) bakalan karam, atau ditinggal sendiri di lautan yang begitu luas.

Link inilah yang nantinya akan menentukan bagi blog kita di mesin pencari. Konten lebih kaya dan berkualitas, dan memiliki link di banyak situs travel yang berkaitan, tentunya akan semakin menarik minat pembaca dan trafik pun akan terarah pada kita.

Ada beberapa cara untuk membangun link, seperti pertukaran link (link exchanges), jadi penulis tamu, atau ngasi komentar di blog atau forum lain, terutama yang berkaitan dengan blog kita. Salah satu cara mudah untuk mengecek progres profil blog kita, cek aja domain authority (DA-yang diupdate kira-kira sekali dalam sebulan) dengan nginstal toolbar SEOmoz.
Contoh Domain Authority di toolbar SEOmoz (atau sekarang disebut MOZ aja)
Kesimpulan ringkas: Tahap ini merupakan langkah krusial yang menentukan apakah blog anda bakal jadi travel blog yang sukses atau gagal. Banyak travel blogger yang gagal di fase ini dan menyerah hanya beberapa inci dari garis finish yang harus dia capai. Fase ini dapat terjadi sebulan, dua bulan, ato bahkan beberapa bulan. Apakah kita seorang kura-kura ato kelinci, tetap banyak yang harus kita lakukan berkaitan dengan passion, usaha, komitmen, dan skill tingkat satu untuk bertahan di fase ini. Ada yang butuh waktu lama, tak sedikit pula yang sukses dalam waktu singkat. Intinya adalah “GA MENYERAH” selama fase ini.

Nah, itu baru tahap satu nih. Masih ada dua tahap lagi buat sukses membangun travel blog kita. Tapi karena udah kepanjangan nulis ma nge-translate fase pertama, tungguin ya, tahap sukses kedua dan ketiga dalam membangun sebuah travel blog. Stay tune di blog ini, besok antara jam 12 siang-jam 5 sore, akan saya posting lagi langkah selanjutnya. Tetap diambil dari pakarnya, Si Bung Nomadic Samuel yang idupnya selalu nomaden. :D
Baca Part-2 nya disini.

Yang suka ama artikel-artikel di Meanwhile U and Me, yang udah nge-share tips berguna ini, boleh dong minta Like di akun FansPage nya, atau di-follow twitternya. Hehe. And sebarkan juga tips berguna ini ke yang lainnya ya.

Keep share your story with Us. :)

You Might Also Like

41 comments:

  1. nice tips mas.
    blogging pun perlu ada tujuannya ya. ditunggu loh lanjutannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas. Dan sebenarnya banyak banget keuntungan dari blogging itu sendiri, kaya Mas Samuel di atas tuh.
      Siap diulas lagi lanjutan tips dari Mas Samuel.. :D

      Delete
  2. kalau blog saya dah campur sari nih sekarang. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Gapapa sih Mas, tapi kan kayak udah ada kategori khusus di blog Mas Ryan, tinggal orang sukanya yang mana. Kalo saya sukanya yang bagian fotografinya Mas. :D

      Delete
  3. dulu pertama saya bikin blog bertujuan untuk jurnal perjalanan. Sekarang aku tambah kategorinya dengan tujuan supaya jadi bermanfaat lebih banyak dan luas ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus banget tuh. Kadang penting juga lho, pengkategorian gitu. Jadi orang bisa gampang mau baca artikel yang mana, n ujung2nya, kalo nyaman ngeliat blognya, suka balik lagi deh, ke blog kita, nunggu cerita baru. :D

      Delete
  4. nice info nih
    banyak nama medsos yang gak ane kenal, ahahaa

    *jadi melek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. emang udah make yang mana aja nih?

      Saya juga belum bisa, dan kayaknya ga bisa make semuanya. Ribet ngurusinnya. Hehe

      Tapi saya milih make yang dipake sbagian besar orang aja.. :D

      Delete
  5. nice tips, saya paling sua bagian "jangan pelit kasih komentar" saling meramaikan lah yang penting. terus kalau masalah tulisan kita ada yang baca atau enggak, yang penting tulis aja terus share. tinggal tunggu feedback yang baik atau buruk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia. Saya juga pelan-pelan belajar, dari ngasih komen yg bisa menarik perhatian (contohnya dgn balik bertanya, biar trjd percakapan-tips dari blogger lain nih), sampe nge-RT twit, dsb.
      Semangat nulis itu yg kudu dijaga selama ngeblog, ada apresiasi dr org lain, wuihh seneng rasanya. :)

      Delete
  6. ane jadi semangat nulis lagi neh gan, kemaren sempet stuck karena ane juga jenuh ama design nya. ternyata semua itu ada langkah-langkah yang harus dilewati dulu. gak langsung posting trus besok rame gitu aja ha ha ha.
    salam kenal gan dari newbie :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga ya, Tri. Newbie jg kok, saya.

      Saya kmrn jg sempet kalah ni, antara posting blog sama kesibukan lainnya. Emg melihara semangat yg paling susah. Tp kalo dah semangat lagi, emg kudu bener2 dijaga, jgn sampe give up kayak kata Mas Sam itu. :D

      Saya dulu jg boro2 ada yg komen di blog saya. Hahaha.. cm ya itu, antara lain blogwalking Bro. :D

      Delete
  7. wahhh, , , ada ilmu dari nomaden samuel nih he he he, , , terima kasih mas Dimas A. R. Kambuna atas segala daya upayanya yang tak terbayangkan untuk metranslet ilmu sesepuh nomad ke dalam bahasa indonesia. kalau berkenana, silahkan mampir ke bilik sederhana saya mas he he he nice artikel

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehee.. Iya Mas, maaf cuma bisa mentranslate dulu, belum bisa bikin tips sendiri.. :D
      Moga bisa membantu ya, artikelnya.

      Wah, saya suka theme blog nya, Mas.. Simple, eye catching. :D

      Delete
  8. Artikelnya keren banget mas. Membangun sebuah blog memang berat di awal. Tapi ketika kita lihat blog itu sudah berkembang, bahkan jadi besar, ada rasa kebanggaan di dalam diri sendiri jadinya. Hehehee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Mas, saya aja dulu awal2 bikin, ada yg mbaca/komen aja dah seneng banget, ngrasa usaha kita ada yang meng-apresiasi..
      Tp ni masih nyari konsistensi buat nulis, biar ga musiman. Hehee..

      Delete
  9. salam kenal sesama pencinta jalan-jalan. makasih share tipsnya ya...manfaat banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, Mbak.. Keep blogging keep traveling ya.. Njaga konsistensi nih biasanya yg susah :)..
      Good luck.

      Delete
  10. Thanks tipsnya. Luar biasa ini tipsnya, saya jadi semangat lagi untuk ngeblog .. hehe salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe saya sendiri yang nulis juga butuh semangat terus, biar konsisten..

      Delete
  11. Replies
    1. Hehehee makasih ya, cuma banyak nerjemahin sebenernya, plus bahasa sendiri :)

      Delete
  12. keren mas!
    Aku juga baru bangun blog September 2014 dan mau diseriusin, walaupun agak bingung awalnya tapi seiringan dengan waktu jadi makin belajar mengembangkan blog ini dan menambahkan kategori lainnya.

    Keep inspiring ya :)
    xx,
    www.indahjelita.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku dulu juga sama sekali ngeblank tentang blogging, tp seiring dengan waktu, nambah ini itu, setel ini itu.. Tp yg penting tu konsistensi, lhooo :D

      Keep blogging jugaa.. ;)

      Delete
  13. stumbled upon your writing. i have been writing my travel blog for years, tanpa usaha apapun krn pengen nulis aja supaya nggak lupa. maybe i should start promoting it ya.hm. thank u!

    www.olivelatuputty.com/blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya itu malah lebih mudah lagi kalo udah suka nulis dari awal.. Karena inti utamanya itu semangat menulis dan berbagi.. :)
      Promosi itu bonus..

      Keep blogging yaa.. :)

      Delete
  14. bisa di coba..thank's infonyaa^^

    ReplyDelete
  15. At the moment thinking of the things aren't reasonable in many ways niagara tour from new york is helping the user to the maximum.

    ReplyDelete
  16. wow, bagus sekali artikelnya, thx ya kaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Kak.. moga2 bisa nambah semangatnya buat blogging ya... :D

      Delete
  17. Thanks gan atas pencerahannya.... senang bisa belajar travel blog disini, salam dari
    Rental Mobil Medan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Gan.. Semoga bisa selalu menginspirasi.. Thanks for visiting :D

      Delete
  18. kerja keras untuk hasil maksimal...mantap Brow.. tanks atas infonya sebagai pembakar semangat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, nggak ada yang instan.. Semua butuh proses.. Semangat Dib, nge blog nya.. :D

      Delete
  19. Thankyou mas dim buat tipsnya, i will try to crawl from scratch! Salam kenal ya

    Http://www.idiotraveler.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. sama-sama ya, senang kalo bisa membantu..

      Sama-sama belajar kita, Mas Abenx.. :D

      Delete
  20. kalau boleh di share group komunitas travel blogger yang solid dan bisa saling mensuport antar travel blogger jika berkenan di share saya ucapkan terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan Bang kalo mau dishare, seneng malah kalo bisa sharing buat sesama.

      yg pasti sumbernya jangan lupa yak, saya juga ngambil dari Mas Nomadic Samuel :D

      Delete
  21. Intinya adalah “GA MENYERAH” selama fase ini,, bagus mas artikelnya
    membuat saya jadi tambah semangat share tempat-tempat menarik yang udah saya kunjungi lewat blog

    salam kenal ya
    http://kelilingdesa.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siappp bener banget tuh Mas, saya sendiri juga masih sering keteteran ngurus blog kalo niatnya lagi turun.. :(

      Salam kenal juga Mas Dendy.. :D

      Delete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)