Tips Sukses Membangun Travel Blog sejak Tahun Pertama - Part 2

7:30:00 PM

Traveler, kittemgi, kita ketemu lagi. Hehehe. Kemaren, blog Meanwhile U and Me udah bagi-bagi tips untuk sukses membangun sebuah travel blog dari taun pertama kita bikin blog itu. Tipsnya dari traveler terkenal tuh, Mas Samuel di blognya “Nomadic Samuel”. Bayangin, baru 2 taun eksis aja, blognya dah masuk peringkat 40 ribu Alexa (situs pemeringkat blog dunia ataupun per region, umum dipakai para blogger buat memantau situsnya). Belum lagi isinya yang emang keren banget, pastinya juga ribuan pembaca setiap harinya.
Tips Sukses Membangun Travel Blog sejak Tahun Pertama - Part 2
Tips Sukses Membangun Travel Blog sejak Tahun Pertama - Part 2
Pada artikel Tips Sukses Membangun Travel Blog sejak tahun Pertama – Part 1 kemaren, kita udah mbahas langkah yang paling awal saat memulai sebuah blog, melalui tahap “Building a Snowball”. Langkah-langkahnya antara lain: kita memberi viewer artikel yang konsisten, maksimalin sosial media yang sekarang lagi marak, membangun link, dan menyebar brand/nama kita di situs teman-teman yang punya travel blog di luar sana. Lengkapnya, baca artikel kemaren ya.

Nah, sekarang Meanwhile U and Me mau share tips selanjutnya nih, tetap dari Bang Samuel, lewat artikelnya “How to create a Successful Travel Blog in your first year of blogging”. Di- translate saya sendiri and kadang ditambahin yang perlu biar jelas. Hehe. Yuk cek tahap selanjutnya.

Phase 2 (Gaining Traction with the Snowball)

Nah, di fase kedua ini bakalan lebih mudah dari fase pertama. Istilahnya, usaha pada tahap satu yang udah saya sebutin di atas, bakalan mulai keliatan hasilnya. Udah ada traffic tetap (walaupun belum ribuan atau lebih), tapi seenggaknya traffic yang masuk ke blog udah lumayan stabil, dan mulai punya tempat di hati traveler dalam komunitas travel blog. Udah mulai dikenal deh paling ga, “blog ini suka mbahas ini, suka nampilin foto yang kece, dsb”. Traffic dari media social, Google, maupun search engines juga udah mulai masuk secara stabil. Jadi dah dikenal Google, paling ga ada beberapa yang masuk ke blog kita pas netter ngetik suatu kata kunci.

Kabar baik nih buat yang udah nyampe tahap ini. Bisa dibilang “agak sedikit santai”, karena tadi, traffic atau pembaca yang mengunjungi blog kita udah mulai stabil, ga bakalan nge-drop banget semisal kita ga update postingan selama beberapa waktu, ini juga karena link kita udah lumayan banyak tertanam di situs lainnya, jadi kemungkinan orang nge-klik alamat situs kita lebih gede.

Pada tahap inilah kita mulai berpikir sedikit di luar artikel blog kita, memulai projek baru, tapi ya tetap berkaitan dengan blog, tujuannya juga buat ningkatin brand kita, atau membuat situs kita lebih populer. Contohnya: kita bikin e-book gratis buat pembaca, buat video youtube yang gokil, menulis freelance di situs lain, mungkin contohnya di detikTravel (bukan promosi ya), atau jadi guest post di tempat lain. Hal-hal itu akan memperkuat brand kita, dan orang-orang jadi tau spesialisasi blog kita.
Meanwhile U and Me Youtube Account
Membuat Akun Youtube dan Membuat Video Perjalanan, Efektif Meningkatkan Follower
Kalo udah nyampe ke tahap 2 ini, bisa dibilang usaha-usaha di tahap pertama udah ga begitu diperlukan dalam skala “penting banget”. Tapi tentu aja tetep perlu posting secara konsisten, biar pada tau blog kamu masih “idup”, promosi di sosmed, dan membangun link, tapi ada perbedaan besarnya: kita udah bisa mulai sedikit “santai", hanya berusaha meningkatkan dan memaksimalkan apa yang udah kita capai. Tahap ini cukup menarik, karena kita bukan lagi “pendatang baru” di dunia blog. Udah lumayan terkenal, yeayyy.. Hahaha

Resume tahap 2: Buat mencapai tahap dua ini, kita kadang bisa butuh berbulan-bulan, atau samapai bertahun-tahun lho. Mayoritas travel blog (bahkan beberapa travel blog yang udah mapan) terkadang hanya berkutat di level 1-2 saja, stuck di tahap dua lamaaa...banget, bahkan juga ga pernah naik level, dari 1 ke dua, maupun 2 ke 3 nanti. Butuh usaha keras dan dedikasi buat naik ke level tiga, kerja keras bertahun-tahun, maybe, buat mencapai final stage. Inget prinsip di tahap pertama: “Jangan Menyerah” (kayak lagu aja, hehe).

Phase 3 (No Longer a Snowball – You’re an Avalanche)

Horeee.. Kalo udah nyampe tahap ini, tandanya kamu udah berhasil. Situs travelnya dapet traffic yang gede banget, ribuan, bahkan mungkin puluhan ribu per harinya, follower banyak (follower sosmed ato follower blog), dan dah punya “nama” di bidang travelology (istilah bikinan sendiri). Hehe... Yes!! Perusahaan ngantri buat kerja sama sama kamu yang berhasil, industri professional juga minta kamu jadi pembicara di beberapa pertemuan, talk show, pelatihan, ada yang pengen membukukan perjalanan kamu, dan lainnya. Ini nih, kerendahan hati Bung Samuel, ngeliat travel blognya aja dah sukses menurut saya, masa dia bilang: This is the level I aspire to be at in some given point in time (ini adalah level yang saya cita-citakan di beberapa waktu yang akan datang). Kayaknya yang dia punya sekarang udah lebih dari cukup buat itu semua. Buku bakalan laris, blog udah sukses, kalo jadi pembicara di Indo, bakalan laris manis. Apalagi coba?

Kalo kamu udah mencapai level ini, kamu akan dapet rangking blog mendekati, ato bahkan di puncak setiap top travel blogging list. Ga peduli ngukurnya pake metrics apa (kalo kayak pemeringkatan perguruan tinggi dunia kan ada versi webometric, green metric, 4icu), situs kamu bakalan ada di jajaran elit travel blog dunia, kayak situs Everything Everywhere, Nomadic Matt, The Planet D, dan lainnya yang udah dapet respek dari travel blog lain, juga bisa dibilang beberapa travel blog tersukses saat ini. Selain kerja keras di semua situs yang mereka miliki dan juga skill blogging and traveling yang mumpuni, ada satu kesamaan penting yang sudah mereka semua lakukan: mereka telah melakukan semuanya bertahun-tahun secara konsisten. Jadi, ga ada yang instan ya, santai-santai, beberapa bulan truz tiba-tiba sukses? Ga bakalan.
Meanwhile U and Me Everything Everywhere Travel Blog
Situs Traveling Everything Everywhere, Salah Satu Daftar Elit Travel Blog
Coba aja tanya Takdos atau Mbak Trinity, dulu awalnya gampang ga, buat ngeraih kesuksesan kayak sekarang? Keliling dunia, jadi pembicara, bikin buku, jadi referensi orang kalo mau traveling. Selalu ada usaha keras di balik itu semua.
Meanwhile U and Me Nomadic Matt Travel Blog
Hidup Nomaden, dan Jadi Kaya :D
Rumus kunci buat sampe ke tahap ini adalah kamu harus bisa melewati tahap satu dan dua, dengan komitmen dan level semangat yang sama dalam mengelola blog/situs kamu, untuk suatu periode waktu. Kayak karir politikus, penulis, ataupun atlit sukses, ga cuma waktu mingguan, ato bulanan buat menggapai kesuksesan mereka, tahunan, bahkan ada yang puluhan tahun, utuk mencapai babak akhir yang digoreskan dengan tinta emas.

Final Thoughts

Judul artikel ini kan Tips Sukses Membangun Travel Blog sejak tahun Pertama. Artikel ini membahas tentang tiga tahap pengembangan situs Anda, untuk kemudian Anda akan menemukan sesuatu yang lebih besar dari sekedar situs. Situs, blog Anda bisa menjadi karir Anda di masa yang akan datang. Sebagai travel blogger pemula, kayak saya, kita bisa saja melampaui fase pertama dalam tahun pertama kita nge-blog, tapi ya itu, perlu kerja keras, dedikasi tinggi, dan semangat pantang menyerah, buat mengoptimalkan dan promosi blog kita. Kata Bang Samuel, dia juga sering ngeliat kok, blog yang “booming” hanya dalam tahun pertama mereka nge-blog. Nah, blog kita juga bisa lho, kayak gitu, tentunya kalo kita mau menyingsingkan lengan baju, bekerja keras, dan cerdas.

Apa Anda sekalian masuk golongan yang melempar handuk sejak tahap pertama? Ato Anda golongan yang cukup lama berkutat di tahap dua dan stuck disana? Ato yang ketiga nih, termasuk golongan sukses, yang bisa mencapai level tiga, dan bisa merangkul industri profesional untuk bekerjasama dan berkembang bersama situs Anda? Semua tergantung niat dan kerja keras Anda. Intinya ”PANTANG MENYERAH DAN KERJA KERAS”. Oke??
Meanwhile U and Me NomadicSamuel Travel Blog
Mau Jadi Kaya Aa' Samuel ini? Pantang Menyerah dan Kerja Keras Kuncinya
Oiya, sedikit menambahkan, untuk travel blogger Indonesia, yang udah terkenal, yang udah nelorin beberapa buku (it means that mereka udah cukup terkenal di dunia traveling Indonesia), saya tidak tahu, mengapa mereka seakan kurang memaksimalkan blog mereka untuk meraih earning (money) tersendiri, selain dari buku. Entah memang membuat buku lebih menyita waktu dan menghasilkan lebih banyak uang entah gimana. Padahal kalo situs kita udah mapan, pemasukannya besar juga lho, dari blog. Sayang ya, kayaknya.

Ya, semua tergantung Anda sekarang, mau mengambil langkah seperti apa, dan kesuksesan juga di tangan Anda. :)

Lets fight, help each other, and grow up together. Semoga bisa bermanfaat bagi para travel blogger buat mencapai tujuannya.

Mari kita bantu juga promosikan wisata Indonesia yang luar biasa.

You Might Also Like

14 comments

  1. nice mas.
    untuk snowball mirip dengan marketing diri kita ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, bener banget Mas Ryan. Tinggal memperkuat brand yang udah kita bina, biar tetap "eksis".

      Delete
  2. Moga blog q ikutan sukses juga...:-)

    ReplyDelete
  3. mau nanya, menyambung bahasan "earning from blog"

    apakah Dimas udah pernah mencari info untuk meningkatkan earning ? selain menggunakan adf.ly yang ngeklik link bayar, atau iklan lainnya yang biasa pop-up ketika lagi orang lagi cek blog?

    mungkin alasannya klo orang udah rajin bukan blog dia, iklan seperti apapun gak aakan bikin dia keganggu gitu kah ya?

    ReplyDelete
  4. Ini Vie, sementara yang saya maksud dan saya tuju sekarang itu earning dari Google Adsense.
    Iklannya simple dan minimalis.
    (tapi saya juga blm bisa di-approve buat Adsense, hehe)

    Sementara kalo yg model adfly dsb, kadang merepotkan pengunjung, itu malah bisa jadi bumerang ke pemilik blog. Orang bisa jadi males ke blog itu.

    Nomadic Samuel tetep menerapkan SEO, desain ga ribet, n kontennya asli, menarik pengunjung. Jadi pengunjung banyak = kemungkinan orang klik iklan lebih banyak. :D

    Travel blogger Indonesia kayaknya kurang manfaatin potensi itu. Padahal ada yg udah punya pengunjung ribuan per hari.

    Wah, kepanjangan ya, jawaban saya, Vie? Hehe

    ReplyDelete
  5. Nambah ilmu nih..thx ya..jadi semakin semangat nulis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng bisa nambah semangat orang lain. :)
      Saya juga kadang masih kudu disemangatin buat nulis. Hehe

      Banyak keuntungannya kok, nulis n share pengalaman. Nambah temen, nambah ilmu nulis, n nyalurin hobi.

      Delete
  6. saya masih di level dua kira - kira, mau lanjut ke level selanjutnya susaaah~ kenapa? karena masih part time di travel blognya, belom berani full time seperti mereka mereka yang lain. yah, masih belum berani melepas status karyawan kantoran soalnya. *lah kok curcol jadinya* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa iya Mi, jadi jadi.. sayang ya..
      Eh, tp kamu juga kayaknya udah cocok lho, kalo mau terjun full time. :)
      Memang mikirin resiko mah, ya yaaa.. gitu deh.. Haha

      -kok ga ada notif di email saya kemaren, jadi maaf baru dibales ya..-

      Delete
  7. sayang ya klo blog udah ribuan pengunjungnya tapi gak di monetize hehheh...aku yang belum tenar udah ancang-ancang nyari peluang monetize hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehee iya sih, cm ya itu. Langkah pertama: nyari pengunjung setia, kalo udah bnyak, baru dimonetize. Butuh kerja lebih. Saya juga masih kesulitan ngelola beberapa akun skaligus, Mbak.. #curhat :p

      Delete
  8. Yes, terima kasih tipsnya. Tapi saya jadi bingung mau mulai dari mana karena dana yang masih terbatas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha saya juga kadang masih cari siasat untuk cari dana jalan2..

      Delete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)

Promo Tiket Pesawat

Member Of



Travel Blogs
best blogs