7 Kejahatan yang Mengintai Traveler saat Mudik Lebaran

7:30:00 PM Dimas A. R. Kambuna 4 Comments

Halo Travelers. Sudah berangkat mudik ya? Tak terasa ya, kita sudah mau memasuki akhir dari Ramadhan, akhir dari bulan obral pahala yang diberikan Yang Maha Kuasa, dan sebentar lagi kita sudah menyambut lebaran. Horeee... Pasti senang jika bisa berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.

Nah, bagi traveler yang mudik lebaran, harus hati-hati ya, karena saat-saat seperti ini, jadi ajang para penjahat untuk meraih keuntungan dari mudiknya traveler, baik di jalan, atau di rumah yang ditinggalkan traveler.
7 Kejahatan yang Mengintai Traveler saat Mudik Lebaran
Hati-hati, Kejahatan Mengintai Anda saat Mudik Lebaran (Foto:miamism)
Emang kejahatan apa saja yang harus diwaspadai? Yuk, kita simak kejahatan yang mengintai dan cara mengatasinya.

Pembiusan

Lokasi kejahatan:
Terminal, stasiun, di dalam angkutan umum (bus, kereta api).
Modus pelaku:
Pura-pura memberikan makanan/minuman agar dikonsumsi traveler.
Sasaran:
Traveler yang sendirian, dan pada umumnya terlihat bingung/ belum mengetahui situasi dan kondisi tempat yang didatangi.
Contoh kasus:
Ada seorang anak umur 17 tahun mau mudik dari Jakarta ke kampung halaman, karena sendirian dan terlihat kehausan dan membawa barang berat, akhirnya ditawari minum oleh pelaku. Akhirnya anak tersebut tidak sadarkan diri dan barang-barang berharga dibawa kabur.
Antisipasi:
Pergi berombongan; mencari koneksi di daerah tujuan, sehingga ada yang langsung menjemput ketika sudah sampai di lokasi; jangan menerima makanan-minuman dari orang tidak dikenal, walaupun kemasan makanan-minuman itu masih tersegel rapat, bisa saja obat bius dimasukkan melalui jarum; hindari lokasi sepi, berusaha dekat dengan kerumunan orang.

Hipnotis

Lokasi kejahatan:
Mall, angkutan umum, di dekat mesin ATM, stasiun, terminal.
Modus pelaku:
Pura-pura mengenali korban, sok kenal, sok dekat (SKSD), menawarkan bantuan.
Sasaran:
Traveler yang ingin mengambil uang tunai di ATM, traveler yang memakai perhiasan berlebihan, traveler yang terlihat bingung dan berpikiran “kosong”.
Contoh kasus:
Traveler yang mau mudik menyempatkan diri untuk mengambil uang di ATM sebagai bekal di jalan. Karena sudah terbayang nyamannya kumpul bersama keluarga saat mudik, traveler lengah dan ditepuk oleh hipnotiser (penghipnotis, hehe). Uang yang baru diambil pun diserahkan kepada pelaku secara tidak sadar.
Antisipasi:
Yang paling utama, konsentrasikan pikiran, banyak doa ketika bepergian; jangan memakai perhiasan mencolok ketika di tempat umum; lebih baik minta bantuan petugas keamanan setempat jika memang menemui masalah atau memerlukan bantuan/penjagaan.

Pencopetan

Lokasi kejahatan:
Keramaian, atau kerumunan massa (mall, tempat wisata, stasiun/terminal).
Modus pelaku:
Memepet korban untuk mendapatkan barang berharga, pada umumnya dompet, handphone, atau barang berharga lainnya yang disimpan di saku/tas yang dibawa korban. Pelaku juga umum menggunakan silet untuk menyobek tas korban.
Sasaran:
Orang-orang di keramaian umum yang terlihat lengah, orang-orang yang membawa tas yang mudah untuk disobek.
Contoh kasus:
Di tengah keramaian stasiun kereta api saat waktu mudik tiba, pencopet memepet korban dan menyilet bagian terdepan tas korban yang dibawa di punggung. Korban tidak mengetahuinya, dan hilanglah HP dan dompet yang diletakkan di kantong terdepan ransel tersebut.
Antisipasi:
Selalu waspada dalam membawa barang berharga seperti dompet dan tas; ada baiknya ketika berada di keramaian, tas diletakkan di bagian depan agar mudah dipantau, demikian juga dengan dompet, letakkan di saku depan; waspada dengan orang yang gerak-geriknya mencurigakan; jangan takut untuk berteriak ketika melihat copet.

Penjambretan

Lokasi kejahatan:
Tempat yang relatif sepi.
Modus pelaku:
Mengintai korban yang membawa barang berharga, mencari waktu yang tepat untuk menjambret tas/barang berharga korban. Sekarang lebih sering menggunakan kendaraan bermotor, ada juga yang berjalan kaki.
Sasaran:
Traveler yang terlihat membawa barang berharga, umumnya wanita, yang membawa tas yang diselempangkan di bahu, atau traveler yang baru selesai mengambil uang di bank/ATM.
Contoh kasus:
Seorang ibu sedang membawa tas penuh uang sebagai bekal mudik dan untuk dibagikan di kampung halaman. Ketika melewati lokasi yang sepi, penjambret menarik tas bahu yang dibawa ibu tersebut. Karena sepi, tidak banyak yang mendengar teriakan ibu tersebut.
Antisipasi:
Para wanita usahakan membawa teman ketika bepergian, apalagi jarak jauh dan membawa barang berharga; jika diperlukan, minta pengawalan keamanan setempat sampai ke lokasi yang aman; berteriak sekencang-kencangnya ketika penjambretan terjadi.

Penipuan

Lokasi kejahatan:
Mall, cafe, stasiun, terminal.
Modus pelaku:
Menawarkan bantuan untuk mencari solusi atas masalah yang menimpa traveler.
Sasaran:
Traveler yang terlihat bingung dan terlihat “kesepian” di tengah keramaian.
Contoh kasus:
Traveler mau mudik ke kampung halaman, dan kehabisan tiket mudik. Karena bingung dan sudah ngebet pengen pulang, tanpa pikir panjang, menerima ajakan seseorang yang menawarkan tiket mudik murah. Setelah uang disetorkan, orang tersebut berdalih mau mengambil tiket yang dijanjikan, ternyata uang yang diberikan traveler tadi dibawa kabur.
Antisipasi:
Ajak teman jika bepergian; banyak berdoa; jangan percaya terhadap orang yang menawarkan bantuan secara tiba-tiba, bisa jadi dia penipu; jika memang menemui masalah, tanyakan saja pada petugas yang berwenang, mereka akan membantu dengan senang hati.

Pencurian

Lokasi kejahatan:
Rumah yang ditinggal traveler mudik.
Modus pelaku:
Mengintai rumah kosong yang minim penjagaan dan mencari waktu tepat untuk membobol masuk ke dalam rumah yang diincar.
Sasaran:
Mencari kelengahan pemilik rumah yang tidak menerapkan keamanan maksimal ketika ditinggal mudik dalam waktu yang lama (pintu ada yang tidak dikunci, dan sebagainya).
Contoh kasus:
Traveler yang mau mudik terkadang tidak mempersiapkan perjalanan dengan baik. Persiapan mudik cenderung terburu-buru sehingga tidak sempat mengecek kunci-kunci rumah dan kunci jendela. Karena rumah gelap dan kondisi sepi, akhirnya traveler tersebut kembali dari mudik dengan keadaan banyak barang berharga yang hilang.
Antisipasi:
Pastikan untuk mengunci semua pintu dan jendela rumah sebelum ditinggal bepergian; simpan barang berharga yang akan ditinggal di tempat yang paling aman; melaporkan ke petugas keamanan/kepala RT-RW setempat bahwa rumah akan ditinggal bepergian dalam jangka waktu yang lama; menitipkan penjagaan rumah pada tetangga yang telah dipercaya; jangan membuat status di sosial media yang mengindikasikan bahwa rumah Anda kosong tanpa penjagaan.

Perampokan/Penodongan

Lokasi kejahatan:
Dalam angkutan umum yang sepi, lokasi sepi di tempat umum, ATM/bank.
Modus pelaku:
Mengintai korban yang sekiranya membawa banyak barang berharga.
Sasaran:
Traveler yang baru mengambil uang untuk dibawa mudik, traveler yang terlihat membawa banyak barang berharga dan terlihat “lemah dan aman” (dalam hal kondisi fisik, kondisi lingkungan sekitar, dan kondisi kemungkinan pembelaan diri).
Contoh kasus:
Traveler mau melakukan perjalanan jauh untuk mudik. Karena malas menunggu di terminal, akhirnya traveler tersebut naik ke dalam bus yang mau ditumpangi terlebih dahulu, padahal kondisi bus masih sepi dan jam keberangkatan masih lama. Akhirnya, traveler tersebut menjadi sasaran empuk bagi perampok/penodong yang sering menggunakan kedok pengamen/penarik sumbangan/penjual koran. Mereka sering memaksa, bahkan menodong seseorang untuk mendapatkan barang berharga.
Antisipasi:
Minta penjagaan kepada petugas keamanan; selalu waspada ketika membawa barang berharga; hindari tempat-tempat yang sepi.

Nah, itu semua bisa menimpa kita dimana saja dan kapan saja. Apalagi bisa dibilang, sebelum dan setelah lebaran, kebutuhan rumah tangga meningkat sehingga memicu seseorang untuk melakukan kejahatan ketika tidak memiliki uang. Jadi, yang paling utama untuk semuanya adalah:
Jangan lupa berdoa sebelum bepergian dan selalu waspada.
Setelah mudik nanti terkadang banyak traveler yang mengajak kerabatnya untuk mengadu nasib di kota-kota besar. Untuk mencegah kejahatan terjadi, sebaiknya, para keluarga saling memberi pengertian dan nasehat tentang keamanan ketika bepergian dan melakukan perjalanan jarak jauh. Perhatikan juga tips dan trik berkendara yang aman seperti artikel di bawah ini, sehingga semuanya bisa mudik ke kampung halaman, dan kembali mengadu nasib di perantauan dengan selamat dan sejahtera.


Selamat menikmati lebaran, Travelers. Tetap semangat dan selamat menikmati alam di kampung halaman masing-masing. :)

You Might Also Like

4 comments:

  1. duh .. y pembiusan dan hpnotis itu serem juga ya, yg lain juga sih apalagi penodongan, ngeri :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Ely, apalagi baru2 ini ada kasus penjambretan sampai terseret gitu, korbannya. Ngeri.

      Delete
  2. Sebagai Traveler memang kejahatan merupakan momok yang ditakutin semua orang. Biasanya Traveler baru ataupun wanita langsung bakal pasang mode :army kalo liat orang yang mencurigakan. Padahal gak semuanya begitu.

    Kunjungan balik ke blog aku ya mas di Kemasan Makanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, memang harus hati2 terutama wanita.. apalagi kalo malem, karena skrg semakin rawan..

      siap, Mas.. :D

      Delete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)