Peringatan dari Alam Datang, Yuk Cintai Alam

7:00:00 PM

Erupsi Gunung Sinabung, banjir Jakarta, banjir Pantura Jawa, kebakaran hutan dahsyat di Riau, banjir bandang Sulawesi Utara dan erupsi Gunung Kelud, Gunung Slamet yang lama terdiam pun tak ketinggalan mulai memberikan isyaratnya. Yang terbaru adalah hilangnya Pesawat Malaysia Airlines, tenggelamnya Kapal Feri Sewol Korea, dan batuknya Merapi kembali, serta gempa yang silih berganti. Duuuh 2014 ini, ada apa sih dengan bumi kita ini?
Berbagai Bencana di Indonesia
"Ah, tu biasa, bumi lagi beraktivitas aja. Emang lagi siklusnya."

Biasa?? Kayaknya enggak juga deh, saya kira bumi mulai bosan, mulai lelah dengan kita, kayak lagunya Ebiet G. Ade. Ini nih, petikannya:

"Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita"

Lha kenapa, sekarang bumi, alam, kok pada ngambek gitu? Itu sebenernya peringatan dari Pembuat bumi, langit, dan alam semesta ini, Alloh SWT, karena manusia, sebagai kafilah yang diciptakan di bumi ini mulai tak terkontrol, menghasilkan banyak kerusakan dimana-mana.

"Emang kita manusia buat kerusakan apa sih? Enggak ah, kayaknya. Enak aja nyalahin manusia!"

Enggak percaya? Yuk coba kita perhatikan sebagian ayat dari Alloh SWT ini:
Artinya: "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Q.S. Asy-Syuuroo: 30)

Nah, udah tau kan, apa yang dikerjakan oleh manusia sekarang ini? Dari dulu udah disebutin kok, di Al-Qur’an. Ada dua sub aspek dari kerusakan yang diperbuat manusia:

Kerusakan benar-benar dilakukan manusia terhadap alam.

Sekarang kita liat sendiri deh, hutan-hutan, gundul. Ada yang dijadiin perumahan, buka lahan, dan sebagainya. Terus, yang nyerap air dari hulu sana siapa dong? Air langsung ngalir aja ke sungai, debitnya tambah besar kalo ujan. Terus banjir. Salah siapa?
Banjir, Lebih Disebabkan Ulah Manusia Sendiri
Terus ada lagi, tabiat buang sampah sembarangan, khususnya yang di sungai. Lha gimana ga banjir, sungainya penuh sampah, sungai tersumbat di pintu airnya. Heran kadang, dengan entengnya, byurrr, sampah-sampah di rumah dibuang aja di sungai, dengan muka tanpa dosa, pula'. Banjir, salah siapa?

Di tempat wisata pun sering seperti itu, udah disediain tempat sampah, malah buang sesuka hati. Kayak Gunung Semeru. Kata temen yang suka kesana, sekarang Semeru ga kayak dulu, sejak booming karena pilem "5 cm", pengunjung Semeru membludak, dan parahnya, mereka ga bisa njaga lingkungan, banyak yang semau gue.

Kerusakan manusia melalui sifat dan perbuatan, seperti perbuatan maksiat, adab yang semakin berkurang, tidak amanat, dan masih banyak lagi.

Apa trending topic Indonesia dalam 2-3 tahun belakangan? Yak, benar, praktek-praktek korupsi yang semakin merajalela. Itu menandakan bahwa moral manusia sedikit demi sedikit mulai tergerus, dimana orang lebih mementingkan dirinya sendiri. 

Terus juga, tempat wisata banyak yang menjadi lokasi untuk berbuat maksiat, khususnya dilakukan para abg (yang dewasa juga banyak sih).

Nah, kalo dikasih sentilan sama Alloh, protes, gitu?

"Kok Yang Maha Kuasa ngasih kita bencana-bencana itu sih?"
Artinya: "Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka (yang berbuat kerusakan) sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (Q.S. Ar-Ruum: 41)

Naaahhh ini, dari petikan Ar-Ruum: 41 di atas, ada dua hal juga tujuan Alloh memberikan bencana-bencana tersebut.

1. Memberikan siksa kepada orang-orang yang berbuat kerusakan
2. Memberikan peringatan agar mereka yang berbuat kerusakan sadar dan mau bertaubat.

"Lha kita kan emang butuh alam beserta isinya, harus dieksplore seluas-luasnya, kalo perlu, sampai habis?"

Ga salah kok, buat nyari rezeki di bumi, di laut, asal kita tetep inget untuk menjaga dan merawat bumi ini sebaik-baiknya. Jangan asal ngegundulin, jangan asal buang sampah, jangan maksiat, dsb. Kayak ayat ini nih:
 
Artinya: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Alloh kepadamu (Kebahagiaan) dari akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagian dari kenikmatan duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Alloh telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (Q.S. Al-Qashaas: 77)
 
"Gimana dong, biar kita enggak kena kerusakan tersebut?"

Gampang, kok. Berbuat kebalikan, yaitu mengerjakan kebaikan-kebaikan di muka bumi, termasuk sayang alam semesta.

"Lha ini blog travel ngapain ngomong ginian? Kayak blog agama aje.."

Nah, lewat tulisan ini, saya pengen ngajak kalian para traveler, para travel blogger, para blogger, untuk menjadi generasi pembeda, menjadi tonggak/pioneer untuk sayang alam, cinta tempat yang kita pijak ini. Memberikan contoh, dari yang kecil-kecil aja, kayak buang sampah sesuai tempatnya, menjaga kebersihan, kerapian, keamanan tempat wisata yang dikunjungi. Atau bisa juga dengan mengurangi menggunakan sampah plastik, banyak-banyak menanam dan merawat pohon/tumbuhan, dan lainnya.

Siapa sih, yang ga seneng, ngeliat lingkungan yang bersih dan asri di tempat wisata, atau dimanapun itu? Ga kumuh banyak sampah, ga bau, ga jorok, dan suasananya kondusif.
 
"Kenapa harus traveler/blogger yang diajak?"

Karena di dunia serba internet sekarang ini, mudah banget nyebar info penting dan bermanfaat kayak gini, dan sebagai traveler, yang suka pergi sana-sini, alangkah baiknya memberikan contoh dan selalu bersikap positif dimana pun dan kapanpun. Jangan karena tu tanah orang, bukan tempat tinggalnya sendiri, terus bisa berbuat seenaknya, nganggep “ga ada yang liat”, “ntar juga ada yang beresin”, atau “emang gue pikirin? Suka-suka gue”. Inget juga lho, kadang Alloh ngasih peringatan tu ga cuma ke orang yang berbuat kerusakan, tapi bisa juga berimbas ke orang di sekitarnya. Jadi, banyak-banyaklah ngajak yang baik-baik, okeh? :)
"Peringatan" dari Alloh, kadang sampe beratus-ratus kilometer, kayak abu Gunung Kelud ini
Udah, segitu aja dulu ajakan positif saya, syukur-syukur banyak yang bisa mengambil manfaat, menyebarkan, atau terinspirasi melalui tulisan saya ini. Alam kita ini dah tua, zaman juga semakin maju, tapi kerusakan juga semakin banyak. Jadi yaa. Pinter-pinternya kita ya, buat merawat alam ini.

Nyambung ga sih, isi tulisan sama judul artikelnya? Ahahhahaaa... Gapapa deh, maksud saya baik (di-iya-in aja ya). :p

Yuk, sayangi alam kita ini. :)

You Might Also Like

3 comments

  1. Solusi baru untuk masalah sampah ataupun limbah plastik di tanah air. Kini hadir Kemasan Makanan yang ramah lingkungan karena terbuat dari kertas.

    ReplyDelete
  2. hmmm iya kini kita harus banyak-banyak memberdayakan alam dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, kemarin juga kan, ada kebakaran hutan lagi.. :(

      Belum lagi mau musim hujan :(

      Delete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)

Promo Tiket Pesawat

Member Of



Travel Blogs
best blogs