Petungkriyono, Paru-Paru Jawa Tengah yang Menakjubkan

7:30:00 AM Dimas A. R. Kambuna 10 Comments

Menakjubkan! Amazing! Kata itu sangat cocok menggambarkan apa yang telah kami alami setelah mengikuti serangkaian kegiatan Amazing Petung National Explore 2017 yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang bekerjasama dengan Bank Jateng dan instansi lainnya. Kami para blogger, fotografer, jurnalis, dan pilot drone banyak yang terpukau melihat pesona alam Petungkriyono sebagai paru-paru Jawa Tengah dan kearifan lokal yang ditampilkan oleh penduduk setempat.
Petungkriyono, Paru-Paru Jawa Tengah yang Menakjubkan
Petungkriyono, Paru-Paru Jawa Tengah yang Menakjubkan
Saya pada awalnya melihat berita yang ditampilkan di Surat Kabar Suara Merdeka tentang acara Amazing Petung National Explore yang diadakan oleh Pemkab Pekalongan. Merasa tertarik untuk mengeksplorasi Petungkriyono lebih dalam setelah mengunjungi Petung untuk pertama kali di awal tahun 2016, saya pun mendaftar melalui email ke panitia Kajen Unique. Dan setelah diseleksi, dari 230 orang yang mendaftar, eh alhamdulillah nama saya masuk sebagai salah satu peserta. Rezeki anak sholeh. :p

Acara Amazing Petung National Explore (APNE 2017) yang berlangsung mulai tanggal 4 Agustus 2017 ini digagas oleh Pekalongan, untuk melakukan promosi daerah Petungkriyono sebagai Taman Wisata National. Pesona alam yang menakjubkan plus suguhan dan keramahan khas pedesaan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama wisatawan kota dan mancanegara.

Mau tahu semenakjubkan apa Petungkriyono? Kenapa pesona alam Petungkriyono dibidik sebagai taman wisata nasional? Ayok deh, coba ikut saya ya.
pembukaan amazing petung national explore oleh Bupati Pekalongan
Pembukaan Amazing Petung National Explore 2017 oleh Bupati Pekalongan
Acara APNE 2017, pertama kali dibuka oleh Bupati Pekalongan, Bapak Asip Kholbihi di Hotel Sahid Mandarin, Pekalongan. Lewat pemaparannya, Pak Bup sendiri terlihat sangat antusias lho, untuk mengembangkan Petungkriyono sebagai destinasi wisata unggulan Pekalongan dan menciptakan trade mark tersendiri selain wisata belanja batik. Tersirat ada rencana jangka panjang untuk mengembangkan Petungkriyono.

Esoknya, tanggal 5 Agustus, kami serombongan udah antusias sejak jam 6 pagi buat berangkat, tapi eh tapi apa daya, ternyata oh ternyata, baru bisa berangkat jam delapan kurang seperempat dari hotel, untuk selanjutnya menerima jamuan sarapan (yang kedua, yang pertama udah di hotel, hahaha) dari Pak Bupati di Pendopo Kabupaten. Pak Bupati selalu menebar senyum ketika diajak berfoto oleh peserta.
Pendopo Kabupaten Pekalongan
Pendopo Kabupaten Pekalongan
Pelepasan peserta di APNE 2017 oleh Bapak Asip Kholbihi
Pelepasan peserta di APNE 2017 oleh Bapak Asip Kholbihi
Cabut jam 10 dari Pendopo, melalui jalan yang cukup sempit untuk bis berukuran 60 penumpang, kami sampai di Pasar Doro yang merupakan tempat transit wisatawan yang tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk berkunjung ke Petungkriyono.

Anggun telah menunggu kami disana. Anggun Paris. Eits, bukan Anggun C. Sasmi yang memang udah pindah kewarganegaraan jadi WN Prancis, ya. Tapi Anggun Paris itu: Angkutan Gunung Pariwisata. Ih, kalau buat singkatan-singkatan gitu, jadi ingat Tempat Apik Wisata Gunung Kidul, deh (pikir sendiri ya singkatannya). >.<
Anggun Paris ala Petungkriyono
Anggun Paris ala Petungkriyono
Mobil bak yang memang bertenaga, telah dimodifikasi, dan biasa digunakan orang gunung, plus pemandu, siap mengantarkan kami menuju lokasi wisata di Petungkriyono. Ssttt buat bocoran aja ya, buat kamu yang ingin menaiki Anggun Paris ini ke Petung, siapkan biaya sekitar Rp 100.000,00/orang. Dengan biaya segitu, kamu udah dianter plus ditungguin ke 4 lokasi wisata, udah dapat tiket, dapat makan siang juga, lho. Untung banyak kan, udah all in one gitu? Biasanya Anggun Paris siap mengantarkan 15 orang sekali jalan, lebih banyak lebih murah.

Sekitar 20 menit perjalanan, sampailah kami di gerbang masuk ekowisata Petungkriyono. Disana dua gadis cantik sudah menunggu untuk menyambut kami di depan plang nama Petungkriyono. Tarian khas dua remaja yang bagai saudara kembar membuat mereka diburu oleh puluhan blogger dan fotografer, banyak yang berebut mencari posisi untuk mengabadikan tarian mereka.
tugu trade mark Petungkriyono
Tugu Petungkriyono
gadis cantik Petungkriyono menari
Dua Gadis Cantik Menari untuk Kami
menikmati suguhan kopi petung
Menikmati suguhan Kopi Petung
Sambil menikmati tarian, kopi khas Petung menanti untuk disantap. Hmmm..bikin mata melek lagi setelah melek terlalu pagi. Hahaha... Seakan nggak mau kalah dengan duo cantik, Elang Jawa tiba-tiba muncul di langit untuk menyambut kedatangan rombongan.
penjelasan seputar petungkriyono
Penjelasan Petung oleh Mas Casmanto
Seusai penyambutan, sepanjang perjalanan menuju Curug Sibedug (curug yang pertama kali akan ditemui wisatawan), kami diberi penjelasan panjang lebar tentang kondisi wisata di Petung. Contohnya, Petung itu nggak melulu curug aja, kok. Ada juga Puncak Rogo Jembangan, Puncak Tugu, atau Puncak Hanoman yang layak untuk dieksplorasi. Cuma memang, butuh waktu kalau mau kesana.
Curug Sibedug masuk wilayah Desa Kayupuring
Curug Sibedug masuk wilayah Desa Kayupuring
Curug Sibedug dengan debit kecil
Curug Sibedug dengan debit kecil
Curug Sibedug Petungkriyono
Curug Sibedug
Tak perlu menelusuri jalan setapak untuk melihat Curug Sibedug. Curug Sibedug terletak di sebelah jalur utama Petungkriyono dan nggak perlu tiket masuk untuk menikmatinya. Namun, Curug Sibedug lebih nikmat dipandang saat awal musim penghujan saat debit air cukup deras. Buat yang lapar atau ingin MCK, semua udah tersedia via warung dan toilet yang ada di lokasi, ya.
sawah dan perbukitan petungkriyono
Sawah dan Pegunungan
model petungkriyono berpose di sawah
Model berpose di Pematang Sawah
Pemandangan sawah dengan teraseringnya menjadi suguhan kami selanjutnya. Nggak perlu jauh-jauh ke Bali atau Jawa Barat buat melihat sawah teratur dengan latar belakang pemandangan bukit dan langit biru. Cukup ke Petung aja deh, bawa model cakep, udah kece deh foto kamu. Beberapa teman blogger berfoto ala-ala bintang India Leke-Leke bermodal kain batik pemberian Pak Bupati. :D 

Nggak jauh dari spot sawah, ada Jembatan Sipingit buat kamu yang suka foto bermodel vintage. Atau kamu yang mau belajar slow shutter speed juga bisa, bidik aja aliran air plus foreground batu-batu besar. Tapi bagusnya pakai tripod ya, sama filter ND atau GND.
Mencari titik foto di Sipingit Petungkriyono
Mencari titik foto di Sipingit
Belajar shutter speed lambat Sipingit
Belajar shutter speed lambat
Jembatan Sipingit bawah
Mau foto gaya vintage di bawah jembatan juga bisa
Welo Asri menjadi titik wisata yang nggak akan membuat kamu bosan. Selain river tracking dan river tubing, body rafting, atau hanya sewa ban dengan harga mulai Rp 10.000,00, kamu udah bisa bermain air di sungai bawah. Tapi amannya tetap di bawah pengawasan pemandu, ya. Tiket masuk ke Welo Asri ini juga cuma Rp 3.000,00 lho, dan kamu bisa foto sepuasnya di Pohon Selfie, Bambu Cinta, atau Sandal Jepit yang Anti Jomblo. Puas dan murah banget, kan?
Welcome to Welo River
Welcome to Welo River
Sandal jepit anti jomblo welo river Petung
Sandal jepit anti jomblo
tarif wisata welo river Petungkriyono
Tarif wisata di Welo River
jembatan cinta welo river petung
Jembatan Cinta #unch
Selepas Welo Asri atau Welo River dan kembali menaiki Anggun menuju Curug Bajing, kami baru benar-benar merasakan bahwa kami mulai memasuki paru-paru Jawa. Dengan luas hutan sekitar 5.000-6.000 Ha, suara hewan (yang saya sendiri nggak tahu itu suara apa) sering melengking memanggil-manggil. Serasa lagi perjalanan syuting film Avatar (bukan yang Aang, tapi Avatar Biru >.<).
Pembatik Petungkriyono curug bajing
Ngeliatinnya jangan kelamaan, ya :P
selfie time curug bajing
Selfie time
Curug Bajing sendiri terletak sekitar 5 Km dari pusat pemerintahan Petungkriyono, atau hampir 30 Km dari Kecamatan Doro. Curug Bajing sepertinya memang dijadikan salah satu destinasi unggulan di Petungkriyono. Pesona alamnya yang memukau melalui tinggi dan derasnya air terjun, plus batu dan aliran air yang seakan membentuk perosotan alami, membuat pengunjung betah berlama-lama di Curug Bajing, apalagi ada spot selfie tambahan di jalan menuju curug, ditambah tampilan model cantik yang sedang membatik (segerrrr.. #dijeweristri :p)
Curug Bajing dikelilingi hutan
Curug Bajing dikelilingi hutan
curug bajing petung anti galau
Dijamin anti galau kalo kamu main ke Curug Bajing
papan cinta petungkriyono curug bajing
Papan Cinta #Unch
Seharian mengeksplorasi, lapar? Atau sedang butuh kehangatan? Mampir aja ke depan di sekitar loket tiket (eh iya, tiket masuk ke Curug Bajing cukup Rp 5.000,00 saja ya, ditambah Rp 2.000,00 kalau kamu naik motor), disana ada Mbak-Mbak dan Mas-Mas yang siap menyuguhkan kopi khas Petung. Mau dibawa buat oleh-oleh? Bisa banget, selain kopi arabika dan gula aren, kolang-kaling khas Petung aneka rasa juga siap dibungkus, kok. Harga mulai Rp 8.000,00 (mungkin SENIN HARGA NAIK, ya.. #kayakiklanproperti). 
kopi petung penduduk lokal
Mendukung produk lokal asli Petung
Setelah ngopi sedikit di warung untuk mencegah mata semakin sipit, rombongan APNE 2017 berputar arah kembali ke Curug Lawe, dan ternyata disana kami sudah disambut tarian dari RASHA-bukan RAISYA (Rampak Santri Al Fusha) yang begitu riang hingga membuat beberapa teman fotografer dan blogger ikut menari bersama sampai heboh. Hahaha.. Kocak.

Wana wisata Curug Lawe sendiri menawarkan beberapa wahana atau spot wisata seperti camping ground dengan hammocknya yang bisa dibuat bergaya, payung gantung warna-warni, atau Curug Lawe sendiri yang sayangnya tidak sempat saya kunjungi akibat hari yang mulai petang dan jarak trekking yang cukup jauh (sekitar 2 Km). Kopi Owa yang berasal dari pohon kopi liar di Hutan Sokokembang juga sempat kami nikmati dengan rasanya yang khas.
Payung warna-warni kreasi Curug Lawe
Payung warna-warni kreasi Curug Lawe
Koneksi Kopi Owa dan Konservasi Owa Petungkriyono
Koneksi Kopi Owa dan Konservasi Owa
Camping Ground Curug Lawe Petungkriyono
Camping Ground Curug Lawe
Pada akhirnya, acara jelajah Petung pada hari itu ditutup oleh Wakil Bupati Ibu Arini Harimurti sekaligus menjanjikan usaha membangun infrastruktur Petungkriyono, khususnya jalan yang telah rusak, agar menjadi lebih baik lagi. Kami tunggu realisasinya ya Pak dan Ibu Bupati. Saya yakin, ketika infrastruktur sudah lebih baik, Taman Wisata Nasional Petungkriyono akan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi.
arah curug lawe
Arah Curug Lawe cukup jauh
Bola Pohon penuh warna curug lawe
Bola Pohon penuh warna
penutupan acara jelajah petung
Acara jelajah Petung sore itu ditutup oleh Ibu Wakil Bupati
Sebenarnya masih ada satu titik lagi yang perlu kami kunjungi, yaitu Hutan Sokokembang yang menjadi habitat Owa Jawa (Hylobates moloch), tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan mengingat waktu yang sudah beranjak malam.

Pulang malam hari dari Curug Lawe menuju Doro, suasana jalan cukup mencekam akibat lampu penerangan yang minim. Selain perbaikan jalan yang memang diminta oleh penduduk setempat untuk memperlancar kegiatan ekonomi di desa, saya rasa lampu penerangan perlu ditambahkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Plus saya mau ngasih tips nih: buat pengunjung yang pergi pakai kendaraan pribadi, mending jangan pulang malem ya, apalagi kalau naik motor. Rawan deh, terutama bagi yang nggak tahu medan.

Kalo saran saya buat peningkatan Petungkriyono, terus kembangkan dan lakukan inovasi di Petungkriyono, agar bisa menjadi salah satu Taman Wisata Nasional terbaik di Indonesia. Contohnya: tambahkan opsi semacam ojek motor trail menuju lokasi curug yang lumayan jauh dari pintu masuk, seperti di Curug Lawe. Kan nggak semua orang juga pernah naik motor trail. Pelan-pelan deh, dikembangkan sedikit demi sedikit.

Mau tahu gimana Amazing-nya Petungkriyono? Makanya, rasakan sendiri sensasinya.

Yuk, kunjungi Petungkriyono, Paru-Paru Jawa Tengah yang Menakjubkan!

Semoga Petungkriyono sukses menjadi Taman Wisata Nasional yang memiliki pesona alam yang indah.

Inilah Pesona Indonesia, mari sukseskan program Visit Indonesia!

You Might Also Like

10 comments:

  1. Replies
    1. Iya Mbak Inn, Petung cocok buat penjelajah ya.. :D

      Delete
  2. Replies
    1. Baru kemarin2 aja udah pengen reuni yak, nggak kebayang ya, pesona Petung 'n ramenya peserta APNE.. :D

      Delete
  3. ayok reuni farida.. ngecamp tapi ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ide bagus Mbak, nge camp di Lawe, ngerasain "suasananya".. 😂

      Delete
  4. Replies
    1. Hehehe eh iya ya Mbak Farida, di blog post satunya kayaknya ada juga deh..
      Izin ya, Mbak.. #telat
      Pas ke-capture

      Delete
  5. sibedil apa Sibedug ya, terus ngomong2 tempat asik wisata gunung kidul singkatannya apa? hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sibedug, Sibedug, Hehehe.. padahal udah dipantau beberapa kali, malah typo :(

      Nanti kena sensor nih, kalo singkatannya dikasih tahu wkwkwk

      Delete

Komentar itu bisa memberi inspirasi lho.. Siapa yang mau memberi inspirasi ke blog ini? :)